Terpaksa Menikahi Pria Lumpuh

Terpaksa Menikahi Pria Lumpuh
Chapter 67 Marahnya Devan


__ADS_3

Di meja makan terlihat semua orang sudah berkumpul untuk sarapan. Namun, tidak dengan Devan setelah melakukan perjalanan yang cukup jauh pria itu merasa lelah dan memilih melanjutkan tidurnya.


" Sayang kenapa Devan belum turun?" tanya Linda berhasil membuat Farhan dan Nabila terkejut.


" Kak Devan udah pulang bun? Kapan?" tanya Nabila terkejut karna kakaknya tidak memberitahu kalau dia akan pulang.


" Bunda juga nggak tau kalau dia akan pulang hari ini," ucap Linda.


" Dasar kak Devan awas aja kalau ketemu aku pukul dia," umpat Nabila menahan kekesalan pada kaka kesayangan nya itu.


Aisyah hanya diam tidak ikut berbicara. Karna ia tau kenapa Devan tidak turun untuk sarapan, Aisyah menyiapkan makanan dan membawanya ke dalam kamar. Aisyah tau kalau suaminya itu sedang marah dan mungkin akan sulit untuk berbicara dengannya.


Sesampainya di dalam kamar dapat Aisyah lihat sosok pria di balik selimut itu. Aisyah menyimpan makanan di atas meja dan menbangunkan Devan lembut.


" Mas bangun aku udah bawa makanan untuk mas," ucap Aisyah lembut. Namun tidak ada sahutan dari sang empu.


" Mas..."


" Biarkan saja nanti aku makan," seloroh Devan dan malah menarik selimut tebal itu untuk menutupi seluruh tubuhnya. Sedikit sesak karna sakit hati tapi Aisyah sadar kalau disini dia yang salah dan wajar bila Devan marah padanya.


" Aku sudah siapin keperluan kamu, kalau kamu mau mandi aku udah siapin air hangat. Hari ini aku harus pergi ke Restoran, kamu kalau butuh apa-apa telpon aku," ujar Aisyah.


Tidak bisa mencium punggung tangan suaminya Aisyah malah mencium kening Devan yang tertutup selimut dan bergegas pergi meninggalkan Kediaman Kenzo. Tak lama setelah kepergian Aisyah Devan langsung menarik selimut dan memikirkan Aisyah, ada rasa kasian tapi yasudahlah ini adalah hukuman untuknya.


Devan membuang selimut dan berjalan ke arah sofa kecil. Sudut bibir Devan seketika melebar saat melihat sebuah makanan dengan di hiasi kata Maaf apalagi beberapa emot manis. Devan benar-benar tidak bisa terlalu lama marah pada istrinya itu.


" Maafin aku Aisyah, aku memang marah karna kamu tidak mau berbagi masalahmu padaku. Tapi, aku tidak yakin kalau aku bisa berlama-lama marah padamu," gumam Devan dengan senyuman tanpa henti di bibirnya.


Devan memakan makanan itu dengan lahap. Makanan dan rasa yang sangat ia rindukan itu benar-benar terbayar sudah.


*

__ADS_1


Di tempat lain, Aisyah dan Jeslyn kembali bangkit membangun Resto itu berdua. Beberapa pelanggan mulai datang dan turut berduka cita atas kerusakan yang di alami resto mereka. Aisyah dan Jeslyn bersyukur karna masih banyak pelanggan yang baik dan setia dengan masakan Resto Aislyn.


" Aisyah semua barang dan bahan sudah tidak ada. Nanti siang kita tutup sebentar buat beli bahan dan barang yang di butuhkan," ujar Jeslyn. Namun, tidak ada sahutan sama sekali dari sang empu, Jeslyn yang bingung langsung menyenggol Aisyah.


" Kamu denger nggak aku ngomong? masih pagi udah bengong aja. Kenapa sih?" cetus Jeslyn


" Jeslyn mas Devan udah pulang,"


" Hah serius kamu? Ya bagus dong dengan begitu kamu nggak akan kesepian lagi,"


" Aku seneng banget dia pulang tapi Jeslyn seperti nya dia marah deh sama aku,"


" Marah kenapa?"


" Ternyata aku nggak tau kalau dia suruh anak buahnya buat ngikutin aku. Dia marah karna aku nggak cerita tentang Dafri padanya, aku bener-bener nyesel Jes,"


" Tuh kan aku juga bilang apa. Devan itu orang pintar dan cerdik dia pasti tau apa yang dia tidak tau,"


" Eum gini aja, gimana kalau kamu ajak dia dinner makan malam romantis? Siapa tau di luluh dan maafin kamu," ujar Jeslyn antusias


" Duh Jes aku nggak ngerti begituan, lagi pula Mas Devan nggak suka dinner romantis seperti itu. Kamu kan tau gimana Devan dulu,"


" Iya sih, tau ah bingung. Nanti aja kamu bilang sama Andreas siapa tau dia punya ide, kamu kan tau Andreas orang yang paling tau dan paham tentang suami kamu,"


" Kamu bener, nanti deh aku bicara sama Andreas,"


" Nah iya, sekarang kita beres-neres dulu setelah itu pergi beli bahan- bahan Resto,"


" Oke,"


***

__ADS_1


Di Kediaman Kenzo dari banyaknya pekerjaan Andreas bisa kembali lagi ke rumah Kenzo atas permintaan tuannya. Dari awal Andreas sudah memiliki pirasat kalau ia akan di marahi oleh tuannya dan benar saja setelah sampai di ruang kerja pribadi Devan. Andreas sudah mendapat tatapan tajam dari sng empu.


" M_maaf tuan saya ingin memberitahu tuan tapi Aisyah melarang saya memberitahu tuan," tutur Andreas tak berani menatap wajah tuannya.


" Jadi disini siapa bos kamu? Saya atau Istri saya?"


" Bos tuan,"


" Lalu kenapa kamu tidak patuh? Saya suruh kamu menjaga istri saya dan memberitahu saya tentang apapun yang terjadi pada istri saya. Baru saya kasih tugas kecil seperti ini aja kamu sudah tidak bisa menanganinya, kamu benar-benar ingin saya turunkan jabatan kamu huh?"


" Jangan tuan! Baik saya minta maaf saya tau saya salah. Lain kali saya hanya akan patuh pada tuan,"


" Apa jaminan jika kamu melanggarnya?"


" Saya rela jabatan saya turun jika saya melanggar nya,"


" Baiklah saya pegang janji kamu Andreas,"


" Baiklah sekarang saya punya tugas baru untuk mu,"


" Tugas apa tuan?"


" Atur pertemuan saya dengan Dafri. Saya ingin bertemunya hari ini," ucap Devan berhasil membuat Andreas sedikit terkejut. " Bertemu tuan? Apa yang ingin tuan lakukan? Sudahlah tuan semuanya sudah baik-baik saja. Saya..."


" Apa masalahmu Andreas? Saya ingin bertemu dengan pria itu jadi lakukan tugasmu!" tandas Devan tegas. Andreas yang tidak bisa melakukan apa-apa hanya mengiyakan permintaan tuannya.


...Lanjut? ...


Jangan lupa Like, Komen, follow and Vote.


...See You Next Time...

__ADS_1


__ADS_2