The Escapade

The Escapade
Episode 15


__ADS_3

 


Kena kau!


Diego sengaja melakukan itu, dia tau bahwa hubungannya dengan kepala akademi dan saudaranya tidak akrab seperti yang terlihat.


Dia tidak tau bagaimana Shinrain dan Riander karena kedua orang ini sangat sulit di dekati. Terutama perempuan ****** itu!


Tapi Oberyn tidak, hanya perlu sedikit usaha dan mereka sudah menjadi teman dekat sekarang.


Dia akan membuka topeng keharmonisan mereka dan akan menghancurkannya sampai berkeping-keping! Dendam ini pasti dibalaskan.


“Aku tidak peduli dan tidak berniat bersaing sama sekali,” kata Oberyn tenang. Dia sudah mengambil sumpit baru dan melanjutkan makan.


“Benarkan? Tapi itu pasti akan mempengaruhi citramu. Tidakkah kau merasa ini akan melukai harga dirimu?”


Melukai harga dirinya? Oberyn tidak menyangka Diego akan menyinggung soal harga dirinya.


Meski dia cukup hebat tapi dia tetap bekerja untuk orang lain, dia adalah seekor anjing. beraninya seekor anjing menggonggong di hadapan raja hutan!


Oberyn tersenyum saat mendengar itu dan merasa geli, meski dia tidak pintar tapi dia juga tidak sebodoh itu.


Dia meletakkan sumpitnya kemudian menatap Diego dengan senyum nakal di wajahnya.


“Kau sepertinya sangat mengkhawatirkanku ya? Memangnya kau tau apa itu harga diri?”


Diego tercengang melihat Oberyn. Ini bukan seperti harapannya.


Oberyn tidak hanya tidak marah tetapi bahkan dia berani menyindirnya dengan sangat baik!


Oberyn ingin bilang bahwa dia hanya seekor anjing orang lain dan itu benar-benar membuatnya marah.


Dia menjadi marah dan tatapannya berubah sangat tajam. Tidak ada rasa hormat dan ramah di matanya.

__ADS_1


Sejak kapan Oberyn menjadi begitu pandai? Diego sangat mengenal Oberyn, dia adalah tipe orang yang tidak pernah menggunakan otak dan hanya mengandalkan ototnya.


Tapi mengapa hari ini dia tiba-tiba menjadi begitu lihai dalam mengendalikan tempramennya?


Diego tidak tahan lagi, wajahnya segera menjadi merah karena marah. Dia akan segera meledak jadi dia pergi dari sana sebelum akhirnya tidak tahan lagi untuk menghancurkan si bodoh itu!


Oberyn melihat Diego menghilang setelah menuruni anak tangga dan ekpresinya segera menjadi gelap.


Harga diri? Tentu saja dia punya dan itu adalah harga yang sangat tinggi tetapi itu bukan sesuatu yang bisa dibahas oleh sembarang orang.


Beraninya anjing seperti Diego melakukan hal itu!


Oberyn melempar sumpitnya ke dinding dan itu menancap sangat dalam seperti dinding itu sangat lembut untuk dilubangi.


Dia akan memperlihatkan pada Diego apa itu harga diri yang sebenarnya!


Oberyn Chigo adalah anak kedua dari Hydra Jogmungandr. Kemampuannya berada di pendekar element tingkat 5 puncak setelah menyerap dua botol penuh darah monster beberapa hari yang lalu.


Selain element api dan angin, fisik Oberyn juga sangat istimewa karena saat kecil secara tidak sengaja ia mendapat darah murni hewan monster tingkat dewa yang membuatnya memiliki pertahanan dan kekuatan fisik yang luar biasa.


Oberyn sangat terobsesi dengan kekuatan saat kecil namun semakin ia dewasa semakin dia malas melakukan sesuatu dan hanya tau bersenang-senang.


Setelah mendengar bahwa Riander juga sudah naik tingkat menjadi pendekar element tingkat 5 menengah, Oberyn tetap tampak tidak peduli sama sekali.


Murid lainnya sangat bersemangat dan juga menjadi termotifasi untuk berlatih semakin keras lagi, terutama bagi para junior di tingkat pembentukan pondasi energi.


 


 Sementara itu, di dunia kaca


Saat ini Heaven sedang mempelajari jurus yang diajarkan Wira padanya. Sementara Heaven bekerja keras, Wira dengan santai menyeduh teh di garha kecil tempat mereka pertama kali bertemu.


Saat itu diseduh, aroma teh menyebar dengan cepat terbawa angin hingga menusuk indra penciuman Heaven.

__ADS_1


“Fokus,” kata Wira sambil menuangkan teh untuk dirinya sendiri.


Heaven kembali memejamkan matanya dan duduk di pinggiran kolam kaca, tangannya terayun untuk mencoba menarik energi dari sana namun gagal.


Dia terus mencoba, dan gagal lagi, semakin dia mencoba semakin dia gagal dan semakin dia merasa frustrasi pada dirinya.


Heaven hampir menyerah sebelum sebuah tarikan energi yang besar membuat air di kolam itu beriak dan terguncang, membentuk naga dan terbang naik ke udara.


“Jangan meremehkan apapun, Heaven.”


Itu Wira, dia mengendalikan air itu bahkan hanya dengan tatapannya! Dia berkedip dan naga itu kembali menjadi segumpal air dan menyebar turun menjadi hujan.


“Kau tidak bisa memaksa alam mengikuti kemauanmu,” katanya. “Gunakan hatimu, dan biarkan kau merasakannya.”


Heaven melihat itu dan segera mengerti.


Dia kembali duduk dan memejamkan matanya. Dia duduk dengan pasrah dan tenang, napasnya sangat stabil dan indra pendengarannya menjadi lebih tajam lagi sekarang.


Suara angin, kemericik air, burung berkicau dan gesekan dedaunan dan ranting pohon yang bergoyang. Heaven seolah melihat semua itu meski matanya sedang tertutup.


“Sangat buruk,” kata Wira saat melihat Heaven.


Perlahan air di dalam kolam kaca itu bergerak karena dorogan angin dan beberapa tetes mulai naik ke udara, berkumpul menjadi satu dan membentuk bola air yang besar.


Wajahnya berkeringat dan punggungnya sudah basah karena ketegangan.


Heaven terus berusaha mengalirkan energi itu untuk membentuk naga. Sayangnya kekuatannya belum stabil dan aliran energinya menjadi kacau.


Itu menjadi benang kusut dan Heaven tidak mampu bertahan lagi, telinganya sudah berdenging.


Matanya berkedut dan bola air raksasa yang tepat ada di atas kepalanya itu meluncur


turun dan membuatnya mandi lebih awal.

__ADS_1


“Hahaha!”


__ADS_2