
Riander dan yang lainnya mendengarkan dengan saksama sambil menikmati makanan mereka.
Dranxi duduk di sebelah Draco dan mengusap punggungnya untuk menguatkan ayahnya. Itu adalah tragedi yang mengerikan, perang besar antar-ras yang terjadi saat itu hampir membuat beberapa ras musnah dan menyebabkan banyak kerusakan dan kerugian.
Anak-anak kehilangan orang tua mereka, orang tua kehilangan anak-anak mereka. Saat itu dunia benar-benar seperti neraka yang mengerikan, ada bau darah di mana-mana dan mayat menumpuk di segala tempat. Butuh waktu lama bagi mereka yang mengalami kejadian itu untuk lepas dari trauma yang menimpa mereka.
Draco menarik napasnya dalam-dalam untuk merilekskan kembali pikirannya. Dia kemudian melanjutkan, “Jadi, kapan kalian akan kembali?”
Riander tertawa saat mendengarnya, dia kemudian menatap kepala klan Lizardman sambil berkata, “Apakah kami diusir?”
Draco tidak menjawab tetapi menganggukkan kepalanya dengan lembut sambil menutup mata.
Riander tersenyum. “Ada hal yang kalian tutupi dari kami,” katanya dengan tenang.
Tetapi Draco dan semua anggota klan yang ada di dalam rumah itu tercengang. Mereka menjadi waspada dan mengarahkan senjata mereka lagi dengan was-was saat mereka kembali mengepung Riander dan yang lainnya.
Heaven sampai terbatuk beberapa kali karena terkejut.
Draco menyipitkan matanya saat dia menatap Riander. Bagaimana bisa anak manusia sepertinya tahu tentang hal itu? Apakah itu yang membawa mereka hingga berani datang ke sarang Lizardman?
Apapun itu, mereka bisa bermimpi untuk membawa pergi harta mereka! Tetapi Riander tetap tenang dan tersenyum saat dia mengangkat pandangannya untuk melihat Draco.
“Apa yang kamu inginkan?” Draco tahu bahwa Riander tidak sesederhana kelihatannya. Tetapi jika niat mereka buruk, maka dia juga tidak perlu sopan lagi.
Riander kemudian berdiri dan orang-orang klan Lizardman juga ikut waspada dan semakin mendekatkan senjata mereka untuk menyerangnya.
Tetapi Riander dengan tenang menggeser salah satu tombak runcing di depannya kemudian menatap Draco dan berkata, “Aku ingin melihatnya”
“Lihat apa?” Heaven tidak tahan untuk tidak pertanya. Dia tidak mengerti sama sekali apa yang sedang mereka bicarakan, dia merasa atmostif semakin berat dan membuatnya tidak bisa bernapas dengan baik.
__ADS_1
“Harta karun,” kata Riander berbisik pada Heaven dan yang lainnya, membuat mata mereka berbinar. Meski tidak tahu pasti apa yang dibicarakan oleh Riander, tapi Heaven tahu itu pasti benda berharga.
Semua orang segera menjadi bersemangat.
Draco tidak tahan lagi, dia berbalik untuk pergi. Dia melambaikan tangannya pada anggota klan Lizardman untuk menurunkan senjata mereka.
Tapi salah satu dari mereka mengikutinya dan berbisik, “Tuan, kita tidak bisa membiarkan mereka seenaknya di rumah kita. Saya akan menyuruh anggota terbaik klan kita untuk berjaga-jaga.”
Draco mengangguk setuju saat dia meliriknya. “Bagus, Joe. Lakukanlah.” Joe mengangguk dan segera berbalik untuk memanggil pejuang mereka yang lebih terampil sementara Draco membawa mereka.
Riander bilang ingin melihatnya, jadi dia hanya akan menunjukkannya pada mereka, tidak lebih. Joe sedang mengumpulkan pejuang mereka yang paling terampil jadi dia tidak perlu terlalu cemas.
Setelah beberapa lama, Draco berhenti di depan sebuah goa yang mulutnya tertutup batu dengan sebuah simbol aneh di sana. Dia kemudian memejamkam matanya dan meletakkan telapak tangannya di depan pintu goa sambil membisikan sesuatu.
Itu sebuah mantra!
Itu tampak hanya seperti sebuah ruang kosong, tetapi saat mereka masuk mereka dapat merasakan jantung mereka berdetak lebih cepat. Sebuah pohon besar dengan banyak cabang dan buah berwarna oranye cerah, di bawahnya terdapat parit-parit kecil yang mengelilinginya.
“Kalian sudah melihatnya kan? Kalian bisa pergi sekarang,” usir Draco saat dia berbalik untuk melihat mereka.
Tetapi Riander terus berjalan maju untuk melihat lebih dekat seolah-olah dia tidak mendengarkan apapun yang diucapkan oleh kepala klan Lizardman. Tapi dia tidak membiarkannya, Draco dengan cepat menghadangnya dan tidak membiarkannya semakin mendekati pohon itu.
Dia menatap tajam Riander dan ada aura pembunuhan dimatanya saat dia berkata dengan nada mengancam, “Pergilah anak muda!”
“Baiklah-baiklah.” Dia mundur beberapa langkah saat Kepala Klan Lizardman itu terus mendesaknya keluar.
Riander adalah tipe orang yang sangat menghormati orang tua, dia selalu melayani orang-orang seperti mereka dengan sangat baik. Tetapi sikap antisipasi kadal tua di depannya membuatnya semakin penasaran.
__ADS_1
Sejak pertama kali mereka tiba di desa Lizardman, Riander sudah bisa merasakan hawa yang sangat kuat dari tempat ini. Dia tidak menyangka itu berasal dari sebuah pohon tua yang sangat besar.
Riande ingin mengatakan sesuatu tapi kemudian dia mendengar suara kecapan, bukan hanya dia. Semua orang mendengarnya, itu suara mengecap yang sangat jelas.
Atensi mereka semua kemudian beralih ke pohon itu, Draco berbalik dengan cepat saat dia menyadari sesuatu.
Saat Drako menaikan pandangannya, Hati Draco seperti runtuh dan tenggelam ke dasar lautan saat dia melihat ke atas pohon, seseorang memakan buahnya!
Heaven sedang duduk di salah satu cabang pohon sambil menikmati buah yang baru saja di petiknya, ada juga beberapa buah yang sudah dipetik di dalam bajunya.
Dia makan dengan sangat cepat dan menghabiskan banyak buah di cabang itu. Dia terlihat seperti seekor monyet yang kelapaaran. Padahal mereka baru saja makan beberapa menit lalu.
Riander tercengang, dia bahkan tidak bisa mendekati pohon itu dalam jarak lima meter. Tapi Heaven bukan hanya sangat dekat tetapi juga sudah makan banyak buahnya!
Dia kemudian menoleh untuk melihat ekspresi yang ada di wajah kepala klan, itu sangat buruk dan buruk. Riander diam-diam tersenyum geli saat dia melihatnya.
Tepat saat itu, Joe datang bersama para pejuang paling terampil klan Lizardman dan langsung mengepung mereka.
“Bajingan, beraninya kau makan buah itu!”
Saat para pejuang klan melihat ke arah pandang ketua klan mereka, mereka semua merasa jantung mereka berhenti sejenak. seorang anak manusia yang sebelumnya mereka jamu dengan makanan enak sekarang sedang makan buah milik klan!
Itu adalah harta yang paling berharga milik klan Lizardman!
Heaven menurunkan pandangannya dan melihat betapa marahnya Draco. Tetapi dia hanya tersenyum malu-malu saat dia berkata dengan santai, “Ketua kadal, eh maksutku Ketua Lizardman. Bukankah tamu adalah raja? Biarkan raja ini menikmati sedikit buah yang enak ini.”
Heaven kembali memetik satu buah dan menggigitnya hingga banyak jus buah yang berjatuhan dari mulutnya.
Semua teman-temannya menelan ludah mereka, terutama Paula. Dia kesal, bajingan itu makan sendiri dan tidak memiliki niat berbagi dengan yang lainnya sama sekali, dia sangat rakus!
__ADS_1
Bersambung ...