The Escapade

The Escapade
Episode 40


__ADS_3

“Cepat buat dia turun!” raung Draco saat dia melihat sikap arogan Heaven yang kembali memetik buah milik klannya seperti dia tidak menganggapnya ada di sana.


Draco berbalik badan dengan cepat untuk melihat Riander dengan tatapan membunuh yang sangat jelas di matanya. Riander tidak mengatakan apa-apa tapi dia tahu semuanya akan menjadi rumit sekarang.


Awalnya dia berniat untuk melakukan beberapa negosiasi untuk bisa mendapatkan beberapa buah spirit itu, tetapi tampaknya itu tidak akan terjadi. Sudah sangat bagus jika mereka bisa keluar hidup-hidup dari saran kadal itu.


Lagipula siapa yang akan menyangka bahwa Heaven akan bertindak begitu sembrono di wilayah Klan Lizardman.


Para pejuang terampil klan Lizardman dengan segera mengepung Heaven yang masih duduk dengan santai di atas pohon dan ada banyak kemarahan di mata mereka saat mereka menatapnya.


Tapi Heaven tidak khawatir sama sekali, sebaliknya, dia melemparkan satu buah kepada salah satu dari mereka.


   “Tangkap! Cobalah untuk mencicipinya. Itu sangat enak.”


Salah satu pria Lizardman itu tidak mengatakan apa-apa saat dia menatap buah di tangannya. Buah itu bersinar dengan cahaya oranye dan memiliki kulit luar yang sangat tipis. Dia kemudian meneguk liurnya saat mengingat rasanya setengah tahun lalu.


Mereka hanya diperbolehkan makan buah itu saat musim kemarau tiba, bersamaan dengan perayaan peringatan kebangkitan kembali Klan Lizardman.


Dia sangat ingin memakannya tetapi Draco segera merampasnya dari tangannya dan berteriak dengan keras hingga telinga mereka terasa sakit.


   “Apa yang kalian tunggu? Cepat seret anak itu ke bawah!”


Wajahnya menjadi sangat merah karena amarah, dia melirik buah di tangannya dan dengan segera memasukkannya ke dalam saku bajunya.


Para pejuang klan tidak bisa berbuat apa-apa, tetapi ada kekesalan yang jelas terlihat di wajah mereka saat mereka melihat apa yang dilakukan oleh pemimpin klan.


Riander memiringkan kepalanya dan kemudian mengangguk saat dia menyadari sesuatu. Tampaknya klan Lizardman memiliki konflik internal dan tidak sepemahaman, Riander mengerti itu dengan cepat.


   “Hey bocah, cepat turun!” Salah satu dari mereka berteriak dari bawah pohon tanpa menyeberangi parit yang mengelilingi pohon besar itu.

__ADS_1


Heaven tetap duduk di tempatnya, dia menatap Paula dan yang lainnya di bawah sana dengan senyum aneh di wajahnya.


Dia tidak mengatakan apa-apa, Heaven lalu dengan santainya melemparkan beberapa buah ke setiap orang, termasuk para pejuang terampil milik klan Lizardman itu sendiri.


   “Ini sangat enak, jadi semua orang harus mencicipinya,” katanya saat semua orang sudah mendapat bagiannya.


Draco syok, semua pejuang klan manusia kadal juga sama terkejutnya saat mereka saling memandang satu sama lain dan menjadi linglung untuk beberapa saat. Tapi detik berikutnya, semua orang dikejutkan dengan teriakan Draco.


   “Kau! Beraninya kau!” teriakannya membahana di dalam goa itu.


Dia berjalan dengan terburu-buru menuju Heaven. Beraninya bajingan kecil itu mencuri buahnya! Dia tidak akan mengampuninya! Dia kan membunuhnya dan mencincangnya untuk hidangan makan malam mereka.


Semua orang menjadi waspada, Paula yang baru saja ingin menggigit buahnya dengan segera menyingkirkan keinginan itu dan bersiap dalam posisi tempurnya.


Sementara itu, Heaven yang mendengar teriakan marah pemimpin klan segera turun dari tempatnya dan dengan cepat bersembunyi di balik akar-akar pohon yang besar dan sesekali mengintip dari balik celahnya.


Draco menjadi semakin berang saat dia semakin dekat dengan jarak Heaven, dia mengangkat tongkatnya untuk memukuli anak itu saat mereka saling mengejar mengelilingi pohon.


Heaven mengejeknya!


Dia ingin bilang bahwa Draco adalah seseorang yang tua yang seharusnya tidak banyak bergerak dan tetap ditempat tidur untuk menjaga nyawanya.


Draco tidak tahan lagi. Dia menoleh ke para pejuang miliknya dengan wajah yang gelap kemudian berteriak, “Apa yang kalian lihat? Tangkap bocah liar itu!”


Joe segera mengangguk tetapi para pejuang lainnya tampak ragu-ragu saat mereka saling melirik satu sama lain.


   “Apa lagi? Apa kalian ingin membangkang?!” kata Draco lagi dengan terengah-engah ketika mereka tidak bergerak. Dia mengutuk dalam hatinya saat mereka tidak bergerak sama sekali dari tempatnya.


Dia menjadi semakin tidak sabar dan mulai berteriak lagi dengan gila sambil menunjuk para pejuang terampil klan dengan tongkatnya. Satu tangan lainnya memegangi pinggangnya yang rapuh.

__ADS_1


   “Joe! Darimana kamu mendapatkan para sampah tidak berguna ini?”


Joe tidak menjawab, dia mengalihkan pandangannya untuk melihat para pejuang klan dan mereka juga menatapnya. Mereka saling memandang untuk beberapa saat tanpa bicara.


Joe mengerti, dia tahu apa yang diinginkan oleh mereka. Dia juga sudah sangat sering mendengar bagaimana para penduduk klan dan bahkan dia sendiri mengeluh untuk satu hal.


   “Heh, ada apa? Cepat tangkap bocah itu atau kalian akan menanggung akibatnya!” Raungan Draco sekali lagi bergema di dalam goa.


Semua orang menatapnya, kemudian para pejuang bergerak menuju ke tempatnya berada. Draco tersenyum menghina saat melihat mereka bergerak karena ancamannya, ada banyak penghinaan di wajahnya yang tidak ditutupi sama sekali saat dia menatap mereka.


Paula dan yang lainnya juga ingin bergerak saat melihat para pejuang klan manusia kadal mulai mengambil langkah menuju pohon di mana Heaven dan pemimpin klan berada, tetapi Riander segera merentangkan tangannya untuk menghalangi mereka.


Dia menyipitkan matanya saat dia berkata,


“Mereka datang bukan untuk Heaven.”


Paula yang mendengarnya mengerjapkan matanya dua kali, dia ingin bertanya tetapi saat dia mendengar teriakan marah dari arah pohon dia langsung paham.


Paula adalah gadis yang cerdas, dia segera mengerti apa yang sebenarnya terjadi saat melihat wajah-wajah pejuang klan Lizardman yang sangat gelap saat mereka menangkap pemimpin mereka dan mengangkatnya sampai kakinya tidak lagi menginjak tanah.


   “Hey, apa yang kalian lakukan? Apa kalian ingin mati?” teriak Draco saat dia mencoba berontak dari cengkeraman mereka.


   “Joe! Hentikan mereka! Mereka ingin membawaku kemana?


Tapi Joe mengangkat bahunya dengan pasrah kemudian berkata dengan nada polos, “Aku tidak punya kemampuan sehebat itu untuk melawan semua pejuang terampil kita.”


Draco merasa frustrasi saat dia terus berontak dan ingin membebaskan diri dari mereka tetapi cengkeraman mereka pada kedua lengannya semakin kuat. Itu sangat kuat hinga rasanya itu bisa mematahkan tulangnya yang sudah tua.


   “Dasar bodoh! Apa kalian ingin membuatku mati? Lepaskan aku!”

__ADS_1


Dia terus berteriak hingga membuat semua penduduk klan berkumpul di depan pintu goa.


Bersambung ...


__ADS_2