The Escapade

The Escapade
Episode 52


__ADS_3

Riander yang mendengar ini merasa jantungnya akan lepas dari tempatnya, dia terkesiap. Segalanya akan menjadi benar-benar rumit sekarang.


Dia berbalik badan sepenuhnya dan menatap Amber yang masih terus menunduk, Rian membuka mulutnya tetapi tidak ada kata-kata yang keluar dari sana, dia tidak tahu harus mengatakan apa.


Kemudian suara Oberyn terdengar di telinganya dan mengatakan, “Katakan saja yang sebenarnya, Adik.”


Rian menoleh dengan keterkejutan di matanya ke arah Oberyn yang tersenyum nakal ke arahnya.


Sejak kapan Si Brengsek ini bisa melakukan telepati? Dia sebenarnya bisa transisi suara? Oberyn mengedipkan satu matanya ke arah Riander sampai Shinrain memarahinya karena tidak fokus pada pertarungan mereka.


   “Benar,” kata Riander setelah menarik napas dalam-dalam dan membuangnya dengan perlahan.


Amber sedikit tercengang dan tidak percaya, dia dengan cepat menaikan pandangannya dan menatap Riander untuk bertanya apakah ini sungguhan? Riander hanya mengangguk sambil berkedip dan menghela napas.


Amber tidak percaya sama sekali!


Dia menggigit bibirnya agar tidak berteriak karena kegirangan yang meluap di hatinya.


Amber dengan cepat membalik badannya dan meremas kedua tangannya di depan wajah sebagai pelampiansan rasa bahagiannya.


Dia membelakangi Riander tetapi Riander tahu apa yang Amber lakukan, dia diam-diam tersenyum untuk gadisnya. Ups!


Sementara itu, Oberyn dan Shinrain berdiri tepat di bawah benda pusaka yang masih melayang di udara. Ada tatapan permusuhan di kedua mata mereka, mereka akan bersaing!


   “Aku menginginkan itu, tidak peduli jika harus membuatmu terluka,” kata Oberyn dingin sambil menyipitkan matanya menatap Shinrain.


Gadis dengan rambut oranye cerah itu hanya memiliki senyum miring di wajahnya ketika dia membalas, “Aku juga menginginkannya, mari lihat siapa yang lebih layak.”


Kemudian mereka berdua bertukar pukulan!


Baik Shinrain maupun Oberyn sama-sama mundur, tapi Oberyn hanya mendapatkan dua langkah sementara Shinrain hampir jatuh karena kehilangan keseimbangan.


   “Hehe, bagaimana?” Ada banyak kesombongan di wajahnya ketika dia bertanya pada Shinrain yang menatapnya tajam di ujung lain.


   “Berisik!”


Mereka bedua menyerbu ke arah masing-masing dan bertukar pukulan lagi dan lagi.

__ADS_1


Ada banyak percikan energi ketika kedua pukulan mereka bertemu. Oberyn memang memiliki keunggulan dalam hal fisik tetapi Shinrain juga merupakan orang yang memiliki kemampuan spesial dalam hal kekuatan tubuh.


Mereka berdua sama-sama lahir dengan kelebihan fisik yang tidak biasa, Shinrain selain memiliki kemampuan fisik yang spesial juga ahli dalam ramuan, sementara Oberyn memiliki kecepatan yang luar biasa.


Keduanya memiliki kelebihan masing-masing yang menyertai mereka.


   “Sekarang bagaimana?”


Tanya Oberyn lagi ketika mereka berdua sama-sama terpukul mundur oleh pukulan yang dilemparkan oleh masing-masing dari tinju mereka.


   “Tutup mulutmu!” Shinrain tidak menyerah.


Sekali lagi, mereka berdua melancarkan seranga-serangan yang brutal.


Setiap pukulan yang dilemparkan Shinrain lebih kuat dan mendominasi dari sebelumnya dan lebih kuat lagi. Oberyn harus mengakui bahwa sampai sekarang, hanya kakak tertuanya ini yang mampu membuatnya benar-benar merasa tersudut.


   “Jadi, sekarang bagaimana?” Kini giliran Shinrain yang melemparkan pertanyaan balik kepada Oberyn untuk mengejeknya.


Oberyn meludahkan seteguk darah dari mulutnya ketika dia bangkit untuk berdiri lagi, dia tidak marah. Sebaliknya, dia merasa sangat bersemangat.


Sangat jarang dia memiliki niat bertarung yang tinggi seperti ini, Oberyn bisa menggunakannya untuk melatih jurus itu.


Shinrain mencibir, “Aku tidak peduli.”


Oberyn narik napasnya dengan kasar dan senyum tidak pernah lepas dari wajahnya, ini bukan senyuman yang biasanya dia pakai. Ini benar-benar senyum tulus yang mewakili semangat yang meledak di dalam dirinya.


   “Jangan senang dulu, pertarungan belum selesai.”


Saat Oberyn mengatakan ini, Shinrain menyipitkan matanya. Oberyn mulai dengan berkonsentrasi penuh untuk mengalirkan semua energinya ke seluruh bagian tubuhnya.


Dia benar-benar terlihat berbeda kali ini, Shinrain tahu bahwa adik keduanya ini memiliki rahasia. Dia sangat penasaran sudah sebesar apa kekuatannya sekarang.


Seberkas cahaya keemasan memancar dari tubuh Oberyn ketika seluruh energinya berhasil di transfer, kulitnya segera merubah menjadi sekuning dan seberkilau emas dan ada samar-samar bayangan cangkang kurang-kura yang menyelimuti tubuhnya.


Itu adalah darah kura-kura purba saat itu!


Semua orang yang masih sadar sangat terkejut ketika mereka melihat ini, Riander dan Amber juga tak kalah terkejut. Tetapi Shinrain tidak terlihat kaget sama sekali, dia menyipitkan matanya dan wajahnya menjadi sangat serius.

__ADS_1


Dia tahu Oberyn menyembunyikan sesuatu dari mereka, tetapi dia tidak menyangka bahwa itu ada kaitannya dengan darah kura-kura purba saat itu.


Oberyn benar-benar menyembunyikannya dengan sangat baik hingga tidak satupun dari mereka yang menyadarinya.


   “Terkejut?” Obeyrn tertawa puas ketika dia melihat hasil kerja kerasnya selama ini. Sangat enak melihat wajah-wajah syok mereka yang meremehkannya. Dia akan sangat menikmati setiap detik dari momen ini.


   “Kau menyembunyikannya dengan sangat baik, ya.”


Oberyn tertawa renyah. “Tentu saja,” katanya. Sebuah seringaian kembali hadir di bibirnya ketika matanya menatap Shinrain dan berkata, “Aku tidak boleh menjadi lemah, kan?”


Shinrain tidak mengatakan apa-apa, dia hanya berdiri dan menatap Oberyn dengan datar.


   “Ayah pasti akan sangat senang jika mengetahui ini,” kata Shinrain setelah diam beberapa saat.


Riander yang mendengarnya juga tersenyum dan mengangguk. Hydra akan menjadi sangat gila jika dia tahu bahwa Oberyn sebenarnya mampu mengalahkan enam besar akademi sendirian!


Tapi Oberyn tidak peduli, dia berdecak dengan kesal saat dia berkata dengan marah, “Orang tua sialan itu, aku tidak peduli apa yang ada di pikirannya.”


Dia kembali menatap Shinrain. “Masih ingin bertarung?” dia tersenyum mengejek dengan sombong.


   “Tentu, remahan kecil sepertimu tidak bisa menghalangiku,” katanya saat dia menginjak tanah dan melesat ke arah Oberyn.


Mereka berdua kembali terlibat adu kekuatan. Shinrain berulang kali meluncurkan serangan yang brutal ke arah Oberyn tetapi bayangan cangkang kura-kura itu terlalu kuat dan keras seperti batu yang tidak bisa terbelah.


   “Berhenti bersembunyi seperti kura-kura!”


   “Hehe, inilah gunanya cangkang kura-kura.”


Shinrain menjadi jengkel, dia kemudian menempatkan seluruh kekuatannya di tinjunya dan memukul cangkang itu dengan keras hingga bergetar. Tetapi tetap tidak terjadi apa-apa seolah-olah tidak ada yang bisa menghancurkannya.


   “Berhenti melakukan hal konyol, menyerah saja. Jika tanganmu sampai terluka dan cacat siapa yang mau menikahimu?”


Shinrain hanya berdecih, apa yang dikatakan Oberyn ada benarnya. Dia tidak bisa menghancurkan benda itu, tapi dia tetap kesal!


Si brengsek ini beraninya bicara seperti itu padanya! Dia akan memukulnya sampai pingsan setelah mereka kembali ke akademi.


   “Hah, sudah selesai? Ah, padahal seru sekali!”

__ADS_1


Suara seorang pria terdengar, sontak membuat mereka semua terkejut. Mereka menoleh ke sumber suara dan ada banyak pria berpakaian hitam di sana.


Bersambung ...


__ADS_2