The Escapade

The Escapade
Episode 7


__ADS_3

Paul berusaha menetralkan emosinya yang hampir meledak, wajahnya mungkin sudah merah padam sekarang.


 


“Apa Tetua Hydra tidak bisa berbicara pada Master untuk meringankan hukuman Heaven?” Pulcra angkat bicara mewakili sahabatnya, Paul.


 


“Apa kau gila? Itu sama saja kau meminta Tetua Hydra mempermalukan dirinya sendiri!”


Pimpinan Aula Silat, Headeen Vader menggebrak meja dengan keras hingga kini telapak tangannya terasa kesemutan dan memerah.


       “Tapi walau bagaimanapun Heaven hanyalah anak berusia 15 tahun!”


Pulcra tak mau kalah, suaranya menggelegar di dalam ruang tertutup itu.


Pengharum ruangan beraroma lavender itu kalah dengan udara yang kini dipenuhi dengan hawa menegangkan.


 


Tetua Hydra bangkit dari duduknya, bahunya tetap tegak seakan tak terusik dengan kejadian barusan.


“Semuanya harap tenang.” Ucapnya dengan suara khasnya. Matanya kini terfokus pada Paul yang menunduk di kursinya.


 


“Aku akan berusaha untukmu, Amor Paul,” ucapnya dengan lembut.


 


Paul menaikkan pandanganya pada Hydra.


Tatapannya tak berdaya tapi hasrat untuk membawa anaknya kembali membawa secercah harapan di dalam manik matanya.


Ia tersenyum kecil, deru napasnya kembali normal dan hatinya tak lagi sesakit tadi.


 


Pimpinan aula silat juga ikut bangkit dari duduknya dengan kasar hingga kursinya jatuh terbalik, air mukannya masam tak bersahabat.


“Tidak, Tetua! Jika Anda melakukannya itu sama saja dengan sebuah penghinaan bagi Akademi Atas Awan dan lagi, Master Simon tidak akan pernah menarik kembali keputusannya,” dengusnya tak suka.


Tangannya bergerak dengan lincah menutup kipas hijau ditangannya hingga berbunyi dengan nyaring.


 


“Lagi pula ini semua memang salah putra bodohmu itu, selalu saja membuat kekacauan.


Memang sama saja dengan ayahnya. Sampah tetaplah sampah!” tunjuknya pada Paul dengan kipasnya.


 


“Hey, jaga ucapanmu Pak Tua!” Paul bangun dan langsung mengebrak meja, membuatnya retak hingga ke sisi seberang paul.


Emosinya sudah tak dapat lagi ditahan, ini menyangkut putranya!


Ia pasti akan membelanya meski langit menyalahkannya.


 


“Cukup! Aku masih di sini dan kalian ingin saling membunuh?!”


Semuanya beringsut diam, nyali mereka ciut di hadapan kepala akademi itu.


 


“Bagaimanapun Heaven adalah murid akademi, dia berhak mengikuti ujian itu.”

__ADS_1


 


    “Tapi, Master Simon tidak akan semudah itu membatalkan hukuman Heaven. Itu pasti akan membuat masyarakat marah.”


Headeen tetap tak ingin anak itu kembali, tapi juga tak mampu melawan keputusan apapun yang akan diambil Hydra.


Kakinya kini bergetar!


 


“Aku tidak bilang untuk membatalkan hukumanya, kita hanya perlu meminta keringanan untuk penundaan hukuman bagi Heaven Falamir. Bagaimanapun Paul sudah banyak berjasa untuk akademi ini.”


  Paul merasa ingin menangis saat ini, anaknya akan pulang?!


 


 


______________________________


... ...


 


“Sial! Susah payah aku membuatnya pergi dari sini.”


Sin Moa menggeram marah, tangannya meremukkan gelas yang dipegangnnya hingga hancur.


  “Bagaimana ini Ayah? Bagaimana jika dia memang bisa ikut ujian ini? Aku tidak akan punya kesempatan!” Putra Sin Moa meraung frustrasi menarik rambutnya sendiri.


 


“Hentikan itu, Bodoh!” Sin Moa memarahi putranya, raut kecemasan tergambar jelas di wajah ayah dan anak itu.


 


Sin Moa menyeringai, di otaknya sudah tersusun sebuah rencana jahat. Heaven pasti akan hancur!


 


 


  Sementara itu, Di dunia kaca


 


“Makhluk itu masih mengejar?” Heaven tampak khawatir, matanya memandang dengan waspada di sekitar perahu mereka.


 


“Sudah sejak tadi.”


 


“Hey, dia itu ... sebenarnya makhluk apa?”


  “Apa kau lihat ikan-ikan yang ada di aliran sungai air terjun?”


Heaven hanya mengangguk saat mengingat ikan dengan warna mata seputih bulan purnama yang dilihatnya saat itu.


 


“Itu adalah anak-anak Silphy.”


Wira terus mendayung, mata emasnya sangat indah saat terkena sinar matahari yang masuk melalui celah dahan pohon yang tumbuh lebat di kedua sisi sungai panjang yang sedang mereka arungi.


 

__ADS_1


“Jadi ada yang jantan juga ya?”


  Wira tidak dapat menahan dirinya untuk tidak tertawa saat mendengar kata-kata Heaven.


  Heaven mengerutkan keningnya, “Apa yang lucu?”


 


“Maaf-maaf. Kau jangan salah sangka, mahkluk seperti Sliphy tidak berkembang biak seperti kebanyakan makhluk hidup. Mereka itu anugerah dari alam jadi hanya alam yang memutuskan kapan mereka diciptakan.”


 


“Hah? Aku tidak paham!” ucap Heaven jujur.


      “Kau bodoh ternyata ya.”


       “Kau mengejek ku ya?”


 


Cahaya di ujung sungai mulai terlihat, Heaven tidak sabar untuk melihat akan ada keajaiban apa lagi di sana.


 


“Ini surga.”


Heaven tak bisa berkata-kata lagi saat melihat apa yang ada di depannya.


Matanya tak berkedip, tempat itu bahkan lebih indah dari negeri dongeng!


 


“Kita akan segera sampai.”


Mereka sedang berdiri di atas lapangan hijau bersama beberapa hewan ternak milik Wira.


Sapi, kambing, ayam, angsa, dan yang lainnya berada di lokasi yang berbeda. Meski tidak ada pagar pembatas, mereka tak berpencar dari kawanan seakan tahu wilayahnya masing-masing.


 


Tapi hewan di sini tampak berbeda dari biasanya. Wira menjelaskan bahwa hewan-hewan di sini dan bahkan juga buah dan sayur bukanlah bahan makanan sembarangan.


Bahan makanan yang ada di sini semuanya mengandung energi yang dapat meningkatkan kemampuan dan mempercepat penyembuhan.  


  Yang lebih gila lagi adalah, penggembala hewan ternak itu adalah makhluk aneh yang bahkan belum pernah Heaven bayangkan sama sekali!


 


“Kau ... jujurlah padaku dari mana semua makhluk aneh ini berasal? Atau jangan-jangan kau juga bukan manusia?!” Heaven menudingkan jari telunjuknya tepat di depan muka Wira.


 


Wira mendukung tangannya di balik punggung, matanya melirik ke arah pohon besar dengan rumah di atasnya.


"Tempat ini diurus olehnya.”


Wira kemudian berjalan menuju pohon rindang itu.


 


“Dia siapa?” Heaven mengekor di belakang.


 


Pintu diketuk dan keluarlah sesosok makhluk aneh lainnya.


Senyumnya mengembang saat melihat wira.

__ADS_1


 


__ADS_2