The Escapade

The Escapade
Episode 59


__ADS_3

“Tidakkah itu terlalu sedikit?”


Amber menaikkan bahunya sambil tersenyum dan berkata, “Akademi tidak peduli soal itu, mereka hanya ingin mempertahankan siapa yang mereka anggap layak untuk dipertahankan.”


   “Mereka menetapkan standar kelayakan yang berlebihan,” kata Heaven.


“Akademi hanya memperhatikan kualitas tanpa peduli dengan kuantitas, seekor singa juga akan kalah jika dikepung oleh sekumpulan rusa,” katanya lagi.


Mereka mengangguk setuju, tapi mereka juga tidak berdaya tentang itu. Hal bagus dari itu semua yang terjadi adalah mereka__Heaven dan yang lainnya__berhasil lulus ujian dengan baik.


   “Lupakan itu, sekarang ayo bergabung dengan yang lain untuk peresmian kalian.”


Saat ini, Aula telah dipenuhi dengan banyak murid-murid akademi. Beberapa tetua ada di sana juga ada Hydra, Kepala Akademi Atas Awan.


Biasanya Hydra tidak terlalu tertarik dengan hal semacam ini, dia sudah terlalu lelah dengan semua tugas-tugasnya sebagai pemimpin. Entah angin apa yang membuatnya tiba-tiba datang untuk menghadiri pengesahan murid baru mereka.


   “Ketua, ini sebuah kejutan,” kata Tetua Their. “Anda biasanya tidak hadir tapi kali ini, Anda benar-benar datang dan akan melakukan pengesahan sendiri!”


   “Benar, ini hal yang sangat mengejutkan. Murid di tahun-tahun sebelumnya pasti akan merasa sangat iri,” kata yang lainnya.


Trioner mengangguk setuju. “Tahun ini akademi kita memiliki banyak bakat luar biasa, terutama tiga teratas dari ujian. Hal ini tentu saja Ketua akan melihatnya.”


   “Aku harus mengapesiasi mereka dengan baik, jika tidak, bakat ini mungkin akan direbut oleh akademi lain,” ungkap Hydra dengan tenang.


Itu benar. Setelah ujian pertama__Pengujian kualitas energi__selesai dilakukan, berita bahwa Akademi Atas Awan telah hadir calon jenius luar biasa langsung menyebar dengan cepat ke berbagai Akademi lainnya. Terutama dua akademi besar lainnya.


   “Ya, Aku tidak yakin mereka akan diam saja. Apalagi tahun ini adalah tahun kelima setelah terakhir kali Sumur Midly dibuka, kita punya kualifikasi yang lebih besar dari dua lainnya. Tidak mungkin bagi mereka akan menerima semuanya begitu saja.”


Suara terbahak terdengar dari mulut Hydra.


“Mereka bisa mencobanya jika mereka mampu, selama Paul ada di sini tidak akan ada orang yang berani menyentuh kita,” katanya sambil tersenyum.


Sejujurnya, ini karena sumpahnya pada wanita itu. Sangat sulit mempertahankan Paul di tengah-tengah konflik internal yang terjadi di akademi beberapa tahun lalu, tapi karena Paul sudah berjanji dengan wanitanya, Hydra bisa memanfaatkannya untuk terus menjadi tameng akademi.


   “Mulai acaranya.”


Trioner mengangkat tangannya dan drum segera ditabuh. Para pria berbadan besar berjajar rapi, tangan mereka terus memukul drum dan menimbulkan rentetan bunyi yang dinamis.


Setelah beberapa saat, Trioner mengangkat tangannya lagi dan suara drum langsung menghilang.

__ADS_1


   “Aku ucapkan selamat kepada kedua puluh delapan murid yang berhasil melewati ketiga tahap ujian yang sulit, dan juga kepada sepuluh besar Akademi karena telah berhasil membimbing junior kalian saat ujian terakhir.”


Semua orang bertepuk tangan, tepuk tangan yang sangat meriah untuk diri mereka sendiri dan rekan-rekan mereka.


Trioner mulai bicara lagi. “Hari ini adalah hari di mana kalian akan secara resmi menjadi bagian dari A3, semua tetua berharap kalian bisa mengemban tugas dengan baik dan menjalankan kewajiban dengan sepenuh hati ...”


Heaven menguap dan menggaruk kepalanya dengan jenuh. “Kapan ini selesai?”


   “Kau lapar?” Wira mengeluarkan satu kotak berisi makanan ringan miliknya dan Heaven tanpa malu-malu langsung menerimanya dengan senang hati.


   “Kau yang paling mengerti aku, Wira,” kata Heaven dengan mulut penuh kukis.


Paula yang berdiri di sampingnya mengambil satu, dia langsung memasukannya ke dalam mulutnya sebelum Heaven sempat memprotes.


   “Jangan pelit!” cemooh Paula.


Heaven ingin membalas tetapi suara drum terdengar lagi, bersamaan dengan munculnya Hydra dan tetua lainnya, juga beberapa pelayan wanita yang membawa nampan berisi lencana.


   “Wah, itu Kepala Akademi!” Paula menjerit histeris sambil mengguncang tubuh Heaven hingga kukis di mututnya hampir jatuh.


   “Sepertinya tahun ini sangat spesial di mata Kepala Akademi sampai-sampai beliau sendiri yang akan meresmikan kalian.” Itu Riander, dia datang bersama Amber dan Oberyn.


Riander mengangguk, meski dia merasa agak kurang tepat. Bukankah Wira yang menyelamatkan mereka? Walaupun mereka telah berhasil menghabisi monster naga tingkat purba saat itu, mereka pasti mati setelahnya jika bukan pil permberian Wira sebelumnya.


   “Perhatikan semuanya!” Trioner mengangkat tangannya lagi.


   “Datang dan ambil lencana kalian, Kepala Akademi sendiri yang akan memakaikannya untuk kalian. Apa kalian senang?”


   “Ya!” jawab mereka bersamaan.


Aula menjadi sangat riuh dan meriah.


Kedua puluh delapan murid sekarang menjadi lebih bersemangat lagi dari sebelumnya. Satu persatu nama dipanggil dan Hydra Jogmungandr memberikan lencana kecil berlambang naga kepada setiap murid.


Dengan itu, mereka telah secara sah menjadi murid Akademi Atas Awan.


Salah satu murid berteriak memecah keributan. “Bagaimana dengan hadiahnya? Bukankah ada hadiah bagi murid dengan poin tertinggi?”


   “Iya, benar! Hadiah apa yang kalian persiapkan?”

__ADS_1


   “Bukan itu intinya, siapa murid yang berhasil mengumpulkan paling banyak poin dan seberapa banyak itu?”


Hydra melambaikan tangannya sambil tertawa dan berkata, “Tenang semuanya, kami akan mengumumkannya. Perhatikan ini.”


Hydra kemudian mengangguk pada yang lain, lalu sebuah layar biru muncul di depan mereka. Menampilkan poin dari dua puluh delapan murid.


Sekelompok murid itu langsung menjadi heboh.


   “Haha, poinmu masih di bawah ku!” ejeknya pada temannya di sebelahnya.


   “Kau juga jauh di bawahku,” kata yang lain, membuatnya cemberut.


Paula dan Bella juga tak kalah ributnya, mereka berdua saling memeluk dan melompat-lompat seperti kelinci.


   “Siapa yang paling tinggi?”


   “Tidak muncul, hanya ada peringkat dua ke bawah.”


Paula mendelik saat melihat siapa peringkat nomor dua, dia menoleh pada Heaven yang masih sibuk mengunyah camilannya dan tampak tidak peduli sama sekali.


   “Hey, bodoh! Lihat namamu ada di peringkat berapa.”


   “Tidak peduli,” kata Heaven dengan mulut yang masih sibuk mengunyah.


Paula mencibirnya, tapi dia juga sedikit kesal. Bagaimana bisa Heaven berada di posisi kedua sementara dia satu tingkat di bawahnya. Tapi apapun itu, Paula senang Heaven telah membuat kemajuan yang baik.


   “Peringkat pertama ... siapa?” Bella memiringkan kepalanya dengan bingung, matanya masih menatap layar biru di depan mereka.


Hydra berdehem sebentar sebelum akhirnya berkata, “Coba tebak,” dengan nada bercanda.


Mereka yang berada di sana, bukan hanya kedua puluh delapan murid tetapi semua orang, terlihat saling menatap, bertanya dan bergumam untuk menebak siapa peringkat satu ujian.


Tapi tiba-tiba seseorang berteriak di tengah kerumunan. Itu Riander. Matanya berbinar cerah dan terlihat cukup terkejut juga saat menyadari siapa itu.


   “Itu Wira,” ulangnya lagi untuk memperjelas ucapannya.


   “Benar! Selamat untuk peringkat satu ujian tahun ini,” katanya disambut tepuk tangan meriah dari semua orang.


Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2