The Last Era

The Last Era
Act 1 [Beginning]


__ADS_3

"Dimana aku?",


"Tempat ini sempit dan gelap,"


"Apakah ini logam?"


"Tidak, ini tidak sekeras logam"


"Tapi, sepertinya aku masih bisa menjebolnya,"


Aku menendang-nendang kotak yang mengunciku itu hingga jebol agar aku bisa keluar dari kotak itu. Saat keluar dari situ aku menyadari bahwa aku diletakkan di suatu gudang yang besar dan berisi benda-benda aneh. Aku tidak ingat nama, asalku, dan mengapa aku memakai baju putih ini. Di saat aku sedang kebingungan, mataku tak sengaja melirik ke arah peti itu dan melihat sebuah tulisan dan syal berwarna merah, dan tulisan


'No. 4[Donny] (Power:Unknown)'.

__ADS_1


"Unknown?" 


Tulisan itu semakin membuatku bingung. Karena udara yang semakin dingin akupun menggunakan syal itu sambil mencari cara untuk keluar dari tempat itu. Setelah cukup lama berputar-putar aku menemukan sebuah tombol mencurigakan yang letaknya sangat tinggi.


"Pasti itu tombolnya, baiklah bagaiman caranya aku menekannya?"


Aku mencoba melempar lempar barang-barang ke arah tombol itu. Tapi tombol itu sangat keras seperti itu hanyalah sebuah pajangan. 


Aku kemudian mencoba mengayunkan tangan kananku lagi. Benar saja syal itu mengikuti gerakan tanganku. Saat aku menggerakkan tangan kiriku, syal itu terbagi menjadi dua dan mengikuti gerakan masing masing tanganku. 


"Bagaimana jika aku menekan tombol tadi dengan benda ini?" 


"Mungkin saja akan berhasil". Aku berlari ke tempat tombol tadi dan menekannya dengan syalku.

__ADS_1


"Berhasil!!"


kataku kegirangan.


Seketika lantai yang aku injak bergetar dan terbelah menjadi dua. Barang-barang didalam gudang itu tertarik keluar angkasa. "Loh kok?!!" Tanpa pikir panjang aku langsung menjulurkan syalku dan mengikat salah satu pilar disitu. Namun, gaya tarik keluar angkasa itu membuatku kesulitan. Saat itu juga ujung syalku yang satunya terbelah menjadi tiga. Dua diantaranya mengikat bangian bawah kakiku secara rapat, dengan membentuk tabung tak beralas pada bagian bawahnya. Selanjutnya pada telapak kakiku keluarlah api yang mendorongku kedepan.


"Dengan begini, seharusnya aku bebas membentuk sesuatu dengan syalku?"


Alhasil syalku yang terayun bebas membentuk senjata berbentuk tabung di ujung tanganku. Langsungku arahkan senjataku pada pintu keluar itu. Senjata itu kemudian bercahaya dan menembakan peluru laser dan meledakkan pintu keluar itu. Aku melepaskan syalku yang terikat pada pilar dan meluncur keluar dari tempat itu dengan roket di kakiku. 


Saat mendarat syal di kedua kakiku terlepas ikatannya dan bergabung dengan syal yang kupakai untuk mengikat tadi. Syal itu bergabung selayaknya tidak terobek dan ukurannya menjadi seperti awal. Setelah keluar dari situ, aku kemudian berlari menjauh dari gudang itu melalui lorong dengan banyak lampu-lampu.


"Sial, lain kali aku harus berhati-hati dengan benda yang mencurigakan". "Tapi, syal ini bisa menjadi senjata yang bebas bergerak dan membentuk sesuatu". "Power unknown mungkin karena syalku yang bebas membentuk sesuatu, sehingga sulit di prediksi apa kekuatanku sesungguhnya," "Dan Donny, mungkin itulah namaku," batinku sambil menyusuri lorong yang panjang dan penuh lampu itu. Mengapa aku hanya lupa nama dan asalku, dan tidak dengan bahasa? Lupakan, yang jelas aku harus tahu dimana aku sekarang dan cara keluar dari sini.

__ADS_1


__ADS_2