The Last Era

The Last Era
Act 53 [Air dan Lava]


__ADS_3

Ramko, Donny dan Mabel terjatuh ke sebuah goa yang sangat dalam. Goa itu diterangi oleh cahaya dari magma mendidih dipandukan dengan suhu yang sangat panas.


Tubuh Mabel dan Donny hancur ketika membentur tanah. Keduanya berubah menjadi air dan lava yang selanjutnya menyatu membentuk tubuh utuh. Sementara Ramko menusukkan trisula pada dinding lubang untuk mengurangi kecepatan jatuh ketika melihat dasar goa.


Tubuh Mabel terbentuk lebih cepat, sehingga ia langsung saja menyemburkan air dari tangannya kearah Donny. Semburan air itu membuat tubuh Donny yang masih terbentuk berubah menjadi batu.


Namun, Donny tak kalah semudah itu. Lantai yang Mabel pijak tiba-tiba merekah dan dialiri oleh magma. Ramko langsung terjun ke dasar goa lalu memggendong Mabel ketempat yang aman.


Selanjutnya dari rekahan magma tanah itu. Ratusan anak panah lava muncul dan mengejar Ramko. Ramko berlari dengan cepat secara zig zag dan acak untuk menghindari anak panah.


Beberapa anak panah yang tertancap di dinding goa menyatu dan membentuk tubuh Donny. Pada langit langit goa muncul rantai rantai lava pendek yang bergelantungan. Mabel yang masih di gendong oleh Ramko menembakkan bola air kearah Donny.


Donny membuat bola magma dan melemparkannya kearah bola air. Serangan balasan itu menghasilkan uap air yang mengurangi jarak pandang. Anak panah benhenti mengejar Ramko. Mereka berhenti sebentar untuk menunggu uap air mereda mencari posisi Donny. Ketika uap air mulai reda Donny muncul dengan tinju lavanya yang besar.


Ramko langsung mengindar ke dasar goa. Namun ia tersandung dan menjatuhkan Mabel. Donny langsung melompat dan menghantamkan tinjunya kearah Ramko. Mabel langsung bangkit dan membentuk tinju yang sama ukurannya dengan elemen air. Mereka berdua beradu tinju dan menghasilkan gelombang getaran yang sangat kuat.


Getaran itu bahkan membuat mereka berdua terpental dan membuat sebagian langit-langit goa runtuh. Donny terpental menghantam dinding, sementara Mabel berguling hingga hampir tercebut ke kolam magma.


Mabel merasa ada yang aneh dengan tangan airnya. Ternyata tangan Mabel perlahan mulai menguap karena suhu yang panas. Mabel mengubah tangannya menjadi tangan biasa dan membentuk tongkat dari air. Ramko bangkit dan berpindah ke tempat Mabel.


"Aku mengerti sekarang", ucap Ramko.


"Apa itu?"


Ramko memegang tongkat air Mabel lalu mengalirkan listrik biru ketongkat itu. Selanjutnya Ramko meminta tongkat air itu dari tangan Mabel. Sekaligus ia menambahkan mata trisula petir pada bagian ujungnya.


Donny mengeluarkan dua pedang lava di tangan kanan dan kirinya. Selanjutnya Ramko dan Donny bertarung satu sama lain. Ketika Mabel hendak memasuki area pertarungan Ramko mendorongnya dengan listrik kembali ketempatnya.


Keduanya bertarung dengan sangat sengit. Ketika Ramko mengadukan trisulanya dengan pedang milik Ramko, tiba-tiba muncul ledakan kecil yang memberikan dorongan balik. Ledakan itu terus terjadi berulang ulang seperti kembang api karena mereka berdua sama-sama bersikeras menghabisi satu sama lain.


Mereka bertarung berpindah pindah tempat dengan cepat. Sehingga Mabel tak mampu mengejar mereka berdua.


Mereka berdua semakin lama semakin melambat. Tenaga mereka perlahan mulai habis karena banyaknya serangan yang mereka lakukan. Mabel melihat peluang ini dan ikut membantu Ramko.


Mabel sudah lama tidak bertarung. Sehingga banyak serangannya yang lemah dan mudah dibaca. Begitu melihat celah Donny mengangkat kakinya lalu menendang Mabel cukup jauh.

__ADS_1


"MABEL!!"


"Jika kita terus melajutkan ini, maka kalian bisa tewas!", ucap Donny.


"Omong kosong!!", bentak Ramko marah.


Ramko yang sangat besar dan menyerang lebih agresif. Ia menghilangkan ujung trisula petirnya dan menyisakan batang tongkat air milik Mabel. Selanjutnya ia mehilangkan efek listrik pada batang tongkat itu lalu menebaskannya pada Donny berulang kali.


Serangan tongkat air itu membuat pedang lava Donny terbelah dua. Kemudian Ramko menyambarkan listrik kearah Donny hingga menciptakan ledakan besar.


Ramko terpental jauh namun ia bisa mendarat dengan selamat. Rantai lava yang bergelantungan dilangit-langit memanjang dan mengejar Ramko. Ramko langsung memotong semua rantai yang mendekatinya sambil menghindari semua serangan.


Ketika Ramko terpojok. Potongan rantai itu menyatu dan membentuk tubuh Donny. Dalam keadaan tubuh yang belum sempurna ia menyerang Ramko dengan tangan lava besarnya. Ramko sontak menghindar kesamping, sehingga serangan Donny melesat dan menghantam dinding.


Serangan rantai berhenti, tapi Donny tak kehilangan akal. Ia sebetulnya memancing Ramko hingga berasa dipojokan. Kemudian membentuk dinding lava yang tinggi untuk mencegah Ramko kembali ketengah goa.


Selanjutnya ia menyerang dinding yang akan meruntuhkan langit-langit goa. Runtuhan itu akan mengubur mereka berdua.


Mabel memanjangkan tangannya menembus dinding lava. Ia kemudian mencengkram Ramko lalu membungkusnya dengan gelembung air. Selanjutnya ia menarik Ramko keluar sebelum tangannya menguap.


Runtuhan batuan didepan mereka tiba-tiba berubah menjadi lava cair. Benda itu menyatu, berkumpul dan membentuk monster lava besar. Berwarna oranye menyala dan berbentuk ular raksasa dengan taring tajam dan mata hitam legam.


Disampingnya muncul Donny yang tampil dengan wujud kulit oranye lavanya. Untuk terakhir kalinya ia mengingatkan kepada Ramko dan Mabel.


"Aku ingin kalian mengikirkannya lagi, jika kalian seperti itu, kalian tidak akan pernah mendapatkan hak kalian!"


"Kita diciptakan untuk melakukan ini dan patuh pada perintah, apapun itu!"


"Jauh di lubuk hati kalian", "Sebenarnya kalian membenarkan ucapanku bukan?"


"Cih..", Mabel menyangkal ucapan Donny.


"Aku tahu itu, karena kita ini sama", "Kita bukanlah alat!", "Dan dengan kekuatan ini kita bisa mendapatkan apa yang kita impikan".


"Mabel.. Jangan dengarkan dia..", ucap Ramko yang tengah sekarat.

__ADS_1


Mabel menganggukkan kepalanya.


"Donny.. Maafkan aku", "Tapi aku harus membunuhmu disini!", ucap Mabel dengan serius.


"Dengan ini, hubungan kita sebagai keluarga telah berakhir.."


Donny membentuk zirahnya. Bersamaan dengan ular lava itu yang meloncang menerjang Ramko dan Mabel.


Terjangan ular itu ditahan oleh tiga tentakel air raksasa yang tiba-tiba muncul dari bawah tanah. Mabel menari-narikan tangannya menggerakkan tentakel itu membantingkan ular Donny ke tanah.


Tak mau kalah, Donny maju sendiri ke menyerang Mabel dengan tangan lavanya yang besar. Tanah mereka memancarkan sebuah air yang membentuk tangan raksasa.


Tangan itu mencengkram Donny yang tampak kecil baginya. Mabel memejamkan matanya, ia mengumpulkan gelembung air yang muncul dari bawah tanah. Gelembung itu bersatu dan membentuk gelembung yang lebih besar.


Bola air biru itu kemudian membungkus Mabel dan Ramko. Selanjutnya dari bawah tanah muncul wajah gurita dengan mata putih menyala dengan tantakel yang masih mencengkram ular Donny. Gurita itu memasukkan bola air Mabel dan Ramko kedalam tubuhnya.


Lava di lantai tiba-tiba bergelombang. Gelombang itu semakin kuat hingga akhirnya membentuk ombak besar yang memenuhi ruangan. Ombak lava itu kemudian menghantam tubuh gurita air Mabel dengan sangat keras. Benturan itu mengakibatkan seisi goa runtuh.


Donny berubah menjadi lava cair. Tak lama kemudian berkumpulah semua lava di satu tempat. Lava itu menumpuk dan membentuk raksasa lava dengan cepat. Raksasa itu bangkit dari dasar tanah ke permukaan dengan wujud samurai. Lengkap dengan pedang dan zirahnya.


Tiba tiba dari seluruh arah mata angin. Meluncur semburan air yang bersatu di arah goa bawah tanah. Donny tahu jika Mabel sedang mengumpulkan kekuatannya. Sehingga ia menginjakkan kaki kanan raksasa samurainya kearah goa itu dengan sekuat tenaga.


Sayangnya Donny terlambat. Tapak kaki raksasa samurai ditahan oleh tangan air yang muncul dari dasar goa. Tangan itu kemudian melemparkan raksasa samurai Donny hingga terjatuh ke tanah.


Tiba-tiba langit menjadi mendung. Badai petir dahsyat muncul menerjang padang pasir yang kering itu. Badai itu sekaligus menghentikan semburan air yang berkumpul ke dalam goa.


Raksasa samurai kembali bangkit. Ia kemudian menghunuskan pedang lavanya, bersiap untuk bertempur. Dari balik kabut muncul sosok mengerikan dengan perawakan manusia dan kepala gurita.


Warnanya biru tua karena air yang memadat. Bermata biru menyala dan berukuran sama dengan raksasa samurai milik Donny. Monster yang dibentuk Mabel ini bernama cthulhu.



Arina yang berada didekat sana terlindungi oleh bola air yang mengelilinginya. Didepannya tampak kedua sosok raksasa yang saling berhadapan dengan elemen yang berlawanan dan warna yang berkebalikan.


Arina tercengang bukan karena memikirkan kekuatan kedua monster itu. Namun, sebetulnya karena ia belum pernah melihat Mabel seserius ini.

__ADS_1


__ADS_2