The Last Era

The Last Era
Act 54 [Air yang Beriak]


__ADS_3

Kepulan asap mengepul disekitar mulut samurai merah. Pedang lavanya yang panjang dan tajam berdiri kokoh menghadap lawannya.


Cthulhu raksasa mengadahkan tangannya kelangit. Kemudian sebuah petir besar menyambar di tangan itu. Tak lama kemudian, tangan cthulhu itu memegang pedang petir raksasa yang bersinar sangat terang.


Keduanya pun berduel dengan senjata mereka. Gerakan raksasa lava hampir mirip dengan teknik bermain pedang samurai. Membuat cthulhu air kewalahan untuk menangkis serangannya.


Serangan raksasa lava semakin agresif, puncaknya ketika ia berhasil menjatuhkan raksasa cthulhu dan menebasnya. Untunglah Ramko bergerak cepat dengan mengendalikan tangan cthulhu.


Secara diam diam, Ramko membuat tulang petir didalam tubuh cthulhu untuk mengendalikannya apabila sedang terjepit. Cthulhu membentuk satu pedang lagi ditangan kirinya. Selanjutnya ia mengunci pedang raksasa lava dengan guntingan menyilang berbentuk huruf X.


Cthulhu air kemudian menendang perut raksasa lava hingga ia terlepas dari pedangnya yang terjepit. Pedang itu nyaris saja menusuk kepala cthulhu yang berisikan Ramko dan Mabel.


Raksasa lava ìtu terjatuh secara tengkurap ketanah. Begitu ia hendak bangun, cthulhu langusung saja menarik tangannya dan membantingnya ketanah dengan brutal. Raksasa lava tak tinggal diam, ia menarik membuat tingkat lava ketika dirinya sedang melayang dilangit.


Selanjutnya ia menekuk tubuhnya dan menusuk cthulhu tepat pada bagian lengan kanannya. Tusukan itu menembus hingga mengenai tulang petir milik Ramko. Reaksi panas berlebih itu menghasilkan ledakan yang membuat pundak kanan cthulhu remuk.


Ledakan itu juga memutus lengan kanannya dan membuat rusak zirah tangan raksasa lava. Raksasa lava menyiapkan tongkatnya lagi dan mendak menuruh bagian kepala cthulhu. Namun, chulhu memanggil pedang petirnya dan melemparnya kebagian leher raksasa lava.


Terjadilah ledakan yang luar biasa hingga membuat langit terang seketika. Arina yang berada dibawah menyaksikan sambil menaiki monster esnya.


Ledakan itu menghancurkan kepala dan pundak kanan raksasa lava. Membuatnya tidak bisa bergerak. Cthulhu air melompat menerjang raksasa lava secepat kita. Ia menjejel tubuh raksasa lava pasir hingga ke tengah tengah markas musuh.


Dengan penuh amarah, Mabel menggerakkan gurita besar itu untuk menghabisinya sebelum tubuhnya pulih. Pada pukulan terakhir, tangan raksasa cthulhu ditahan oleh sebuah tangan raksasa yang terbuat dari batu hitam.


Kepala raksasa lava tiba-tiba tumbuh dengan cepat. Sekujur tubuhnya lantas ditumbuhi batuan obsidian hitam yang menjadi baju tempur bagi monster merah didalamnya.


Cthulhu menarik tangannya kemudian menusuk dada raksasa lava itu dengan pedang petirnya. Namun, pedang itu seketika patah karena tidak mampu menandingi kepadatan zirah batu.

__ADS_1


Para tentara di markas itu bergerak menyerang cthulhu air. Beberapa diantaranya mencoba melarikan diri dengan pesawat mereka. Angin gurun yang berhembus tiba-tiba digantikan oleh angin topan. Angin ini selanjutnya menenyedot semua pesawat, bom, senjata, hingga puing puing markas disana dan terbang kearah cthulhu air.


Cthulhu sontak menutupi wajahnya dengan kedua tangannya. Melihatnya musuhnya yang terjepit, raksasa lava sontak melompat dan menghantam wajah cthulhu dengan kepalan tangannya.


Hantaman itu begitu kuat hingga membuat raksasa air itu terbang cukup jauh. Pukulan itu menghasilkan suara dentuman yang luar biasa seperti sonic boom.


Cthulhu membentuk tanah cukup keras, lalu bergeling hingga menghancurkan beberapa pengunungan disana. Akibat hantaman tadi, sekarang cthulhu terdampar di pegunungan padang rumput berwarna oranye.


Ramko memegang kepalanya yang terasa pening. Tiba-tiba raksasa lava tadi mendarat didepan cthulhu air. Pada dada raksasa lava tampak Donny yang tersengal-sengal. Sementara di sebelah kanannya datang seorang pria yang hampir 3 meter tingginya.


Wajahnya mengerikan, banyak luka jahit di sana. Giginya lancip seperti hiu, kulitnya sedikit kehijauan, dan rambutnya hampir botak seperti terbakar. Berjubah warna hitam legam dengan tangan kanannya memegang kapak yang terbuat dari kayu.


"Dia, dia memiliki kekuatan kayu dan batu?", gumam Mabel.


"Tampaknya dia mahkluk hybrid lagi".


Seekor naga kristal muncul dari tanah. Mahkluk itu menggigit kepala cthlhu sangat kuat hingga hampir menyentuh tubuh Ramko dan Mabel. Ramko memanggil petirnya dari langit. Seketika tercabiklah naga kristal itu oleh sambaran petir raksasa.


Karena kerasnya zirah raksasa lava itu. Tangan kanan cthulhu pecah seperti balon air. Raksasa lava sontak menyerang cthulhu di bagian dagunya. Cthulhu langsung kembali menyerangnya dengan tinju kanannya kearah wajah. Namun, dengan sigap raksasa lava mengangkat tameng batunya.


Selanjutnya raksasa lava menyerang secara beruntun dan agresif hingga cthulhu air kehilangan bagian kanan kepalanya dan kedua tangannya.


Pukulan terakhir dilancarkan oleh rasasa lava. Disaat yang sama jutaan peluru mengarah ketangan itu. Rupanya bala bantuan Aquopora datang disaat yang tepat.


Jutaan pesawat menembaki raksasa lava bertubi-tubi. Ia terdorong hingga terombak oleh ledakan rudal-rudal. Bantuan yang tepat waktu itu membuat senang Ramko dan Mabel.


Namun, harapan itu seketika sirna tatkala angin besar mendorong pesawat-pesawat kawan hingga bertabrakan satu sama lain. Sementara yang tersisa habis diremas habis oleh kayu raksasa yang tumbuh dari tanah.

__ADS_1


"Ramko", Mabel memanggil Ramko tegas.


"Kenapa?"


"Aku akan memakai seluruh tubuhku untuk melawannya".


"M-maksudmu?", ucap Ramko panik.


Mabel membalikkan tubuhnya yang terlihat samar. Tubuhnya juga perlahan berubah menjadi debu, mulai menyisakan kepala dan tubuh sebelah kiri. Ramko langsung mengeluarkan pedang petirnya dan memotong bola air yang melindunginya.


"Terima kasih", ucapnya sambil tersenyum bahagia.


"Tunggu! Mabel! MABEL!!"


Ramko mengeluarkan pedangnya dan menyerang bola es yang melindunginya. Cthulhu air segera memegang kaki Ramko dan menariknya keluar dari kepalanya. Tak lupa ia membeli bola pelindung berlapis kepada Ramko.


Mabel mengeluarkan kekuatan penuhnya. Tubuhnya sontak kembali utuh bersama cthulhu air. Cthulhu air juga mengeluarkan trisula air di tanga kanannya dan bersiap menyerang. Dihadapannya raksasa lava meregenerasi zirah batunya. Dipunggungnya muncul ular kayu yang bersiap mematuk cthulhu.


Tiba-tiba langit menjadi gelap, lalu munculah hujan deras. Hujan itu bukanlah hujan normal, melainkan hujan tombak air dan hanya tertuju pada raksasa lava. Tentu saja hujan itu tak begitu berpengaruh kepada mahkluk merah panas itu.


Tiba-tiba terdengar suara burung-burung beterbangan menjauhi arah bintang terbit. Kemudian terdengar suara gemuruh dari arah sana. Suara gemuruh itu semakin dekat hingga tampaklah papan biru yang menjulang dan selebar cakrawala mendekat kemari.


Semakin dekat semakin tampak, jika papan itu memiliki buih di depannya. Buih-buih itu semakin massif dan bergerak semakin cepat. Hingga tersadarlah raksasa lava, bahwa yang ada disana adalah sebuah ombak raksasa.


Ia mulai berlari dan mencoba melompat. Namun, tangan dan kakinya ditahan oleh tali air besar yang muncul dari tanah. Sementara Mabel yang memanggil ombak besar itu tak bergerak seincipun dari posisi awal.


Karena tak mungkin bergerak. Raksasa lava membuat dinding berlapis di kirinya atau dari arah datangnya ombak. Lapisan bertama dinding itu adalah kristal lalu batu dan kayu. Ombak itu datang dan dengan mudahnya merusak dinding kokoh itu.

__ADS_1


Karena dindingnya hancur, orang didalam raksasa lava membuat angin masif yang mampu memotong ombak setinggi lebih dari dua kali tubuhnya. Meski mencoba sekuat tenaga angin itu akhirnya kalah oleh tekanan air yang luar biasa dan menenggelamkan raksasa lava itu.


Semenatara itu Ramko terombang ambing diatas lautan ombak. Lalu cthulhu dan Mabel menyatu bersama ombak itu.


__ADS_2