The Last Era

The Last Era
Act 7 [Teman Baru 2]


__ADS_3

"Afton ternyata kau sudah bangun?", tanyaku. "Ya begitulah", balasnya sambil tertawa. "SEMUANYA BANGUN, ADA TEMEN BARU", teriaknya. Hal itu sontak membuat Arian, Nadia, bahkan Shina ikut terbangun. "Perkenalkan namaku Mabel, SALAM KENAL!!", teriak Mabel.


"Salam kenal namaku Linda, dan laki-laki payah ini namanya Ramko", kata Linda dengan cemberut.


"Dia kenapa?" tanya Nadia. "Ah tidak dia cuma berpose ... "


"Berpose jangan salah ya kau tadi ... "


"Diamlah aku sedang bicara!", bentaknya sambil menjitak kepala Ramko. Tiba-tiba Afton bertanya, "Ngomong-ngomong berapa tinggimu?". 'Seharusnya dia tak mengatakan itu' batinku, Ramko dan Mabel.


Kami bertiga mengalihkan pengalihkan pendangan. Linda datang ke arah Afton yang kebingungan dengan langkah diberatkan. Linda kemudian bertanya, "Apa tubuhmu sudah sehat?". "Sangat sehat, seperti biasanya, memang kenapa?", tanyanya keheranan. "Bukan apa-apa, cuma ... ".

__ADS_1


Tiba-tiba Linda menarik tangan Afton, mengangkatnya kelangit dan membantingnya ke lantai. Seisi ruangan berguncang seperti gempa. Afton kebingungan lalu berkata, "Kenapa?". Nadia dan Arina menutup mulutnya karena ketakutan. Shina justru berkata, "Keren". "Apa katamu?", tanya Linda ke Shina. "Bukan maksudku keren tanah ini bisa berguncang ternyata". Terdengar suara orang berlari dari bawah.


Terlihat sebuat robot tiba-tiba membuka pintu dan berkata, "Gempa bumi, gempa bumi!". Semuanya melihat ke arah robot itu. Aku, Shina, Afton, Arina dan Nadia justru bersiap menyerang robot itu. "Tahan dulu serangan kalian, itu robot ciptaanku", kata seorang lelaki paruh baya dari belakang pintu itu. Kami satu persatu menurunkan serangan kami.


Robot itu berlari dan bersembunyi di belakang lansia itu. "Sepertinya aku belum memperkenalkan diri", "Namaku Dokter Jassen", katanya dengan hati gembira. "Bagaimana aku menunjukkan kamar bagi kalian? Sekaligus berkeliling", tawarnya. "Wah terima kasih pak", kata Arina.


"Ah tidak apa, ngomong ngomong bagaimana dengan tanganmu Donny?", tanyanya. "Bagaimana anda bisa tahu namaku?", tanyaku balik. "Mudah saja karena akulah yang memutasikan kalian", jawabnya sambil tertawa. "Mutasi? Apa itu?", tanya Shina. "Mudahnya akulah yang telah menaruh unsur penggerak suatu elemen di tubuh kalian". "Kalian sekarang ikutlah denganku".


Canggih sekali, hanya dengan selembar kain, bisa membentuk jaket bahkan syalku tak terpengaruh olehnya. Setelah itu kami disuruh menuju ruang pertemuan untuk makan dan membicarakan sesuatu yang penting. Disana kami melihat ruangan yang terang, berdinding putih dan bersih. Juga tentunya dengan meja makan.


Terlihat Afton memakai baju berwarna coklat sesuai dengan warna tanah. Shina berwarna kuning oranye sesuai dengan api. Ramko berwarna kuning sesuai dengan kilatan petir. Mabel dengan baju berwarna biru dengan rambut coklat ponytailnya.

__ADS_1


Vanadia berwarna hijau menyesuaikan warna daun dengan rambut panjangnya. Linda dengan baju biru tua dengan rambut kepang dua. Dan Arina dengan baju abu-abu terang dengan rambutnya yang putih. Sementara bajuku berwarna hitam merah menyesuaikan dengan warna syalku.


"Arina kenapa rambutmu bisa putih, dan rambitmu bisa coklat Mabel?" tanya Afton. "Pasti karena warna keratinnya", jawab Dr Jassen. "Rambutmu juga akan berwarna coklat Afton", sambungnya. "Keren". "Kalian makanlah dulu, robot-robot akan segera membawa makanan kemari".


Baru juga Dr Jassen selesai bicara robot-robot itu dakan membawa makanan yang banyak. "Wah terima kasih dokter", kata kami semua. "Iya sama-sama". Saat Arina melihat ke arah lansia itu, Ia memalingkan pandangannya dan senyumnya seketika hilang. Arina keheranan dengan hal itu.


Aku yang menyadari hal itu lantas mengalihkan perhatiannya. "Arina kamu mau ikan?", tanyaku.


"Aku nggak terlalu suka ikan, tapi aku lebih suka daging sapi".


"Begitu ya?"

__ADS_1


"Sambil makan kalian bisa mendengarkanku, kisah ini kisahku yang sudah sangat lama", ucap Dr Jessen itu dengan tatapan serius. "Aku akan ceritakan siapa kita sebenarnya, dan misi kita selanjutnya".


__ADS_2