The Last Era

The Last Era
Act 49 [Musuh Sepadan]


__ADS_3

Erkan dengan cepat menarik tubuh miliknya kearahnya dengan telekinesis. Creatura marah lalu melempar Yuki ditangannya kearah Erkan sambil menyemburkan nafas apinya.


Erkan segera menangkap tubuh Yuki sambil menyentuh tubuhnya sendiri. Selanjutnya ia berteleportasi kebelakang creatura sambil membawa kedua tubuh itu.


Tu San yang saat itu lepas dari raga menyembuhkan sebagian dari tubuh Erkan. Selanjutnya ia merasuki tubuh milik Erkan. Selama Tu San menyembuhkan tubuhnya, Erkan memancing perhatian creatura dengan melompat ke antara tabung-tabung plasma.


Setelah merasuki tubuh Erkan, sesuai rencana mereka Tu San segera berteleportasi keluar sambil membawa tubuh Yuki. Namun rencana tak berjalan sesuai rencana karena ternyata tidak bisa berteleportasi.


"Tu San apa yang kamu tunggu, benpindahlah keluar!!", perintah Erkan sambil terus menghindari cakaran dan pukulan creatura.


"Tidak bisa, aku bisa berteleportasi di daerah ini, tapi tidak diluar ini!!"


"Ingatlah posisi kita saat dilorong, berpindahlah kesana!!"


Tu San masih tidak bisa berteleportasi. Disaat itu Tu San menyadari sesuatu yang janggal saat ditikungan. Ia teringat saat Erkan ragu untuk menjawab arah belokannya. Jika dia sudah tahu pasti posisinya, seharusnya dia menjawabnya dengan benar.


'Jangan-jangan, saat ditikungan terakhir kami dijebak dengan portal yang terhubung langsung ke markas yang lain?!',


'Itu masuk akal jika aku tidak bisa berteleportasi, karena aku tidak tahu pasti posisi lorong di tempat baru ini, sialan kalian!!', batin Tu San.


Erkan mendengar suara bisikan hati Tu San. Ia mulai frustasi dan membuat rencana dadakan. Erkan membanting tubuh Creatura kelantai sekuat-kuatnya, ia juga mengunci pergerakan sehingga Creatura tidak bisa bergerak.


Creatura tak kehabisan akal, ia memakai ekornya dan menebas salah satu tabung plasma. Tabung itu meledak dan terbakar, untunglah ledakannya tidak begitu besar.


Tu San merasakan niat buruk dari Creatura. Ia membantu Erkan dengan mengunci ekornya dengan telekinenesis. Creatura yang saat itu sudah terjepit menyemyemburkan api dari mulutnya. Ia juga menumbuhkan sayap burung yang saat dikibaskan terlempar ribuan bulu tajam dan keras kesegala arah.


Bulu-bulu tajam itu berhasil ditahan oleh mereka berdua. Namun, bulu-bulu itu memecahkan tiga tabung plasma yang lain. Pecahnya keempat tabung itu membuat suhu ruangan naik signifikat.


"Kalian sidah masuk perangkapku! Suhu panas ini aku yakin akan membunuh kalian semua yang punya tubuh lemah!", ejek Creatura.


Erkan dan Tu San merasa sangat kepanasan. Ruangan itu juga memuai seperti balon akibat suhu yang terlalu panas.


Akhirnya karena Erkan tak sanggup lagi menahannya. Ia mendorong atap ruangan itu keatas sekuat-kuatnya. Terfokusnya dorongan itu membuat telekinesis yang mengikat tubuh Creatura terlepas.


Ruangan itu kemudian meledak dan membuka lubang besar diruangan itu. Erkan segera bertelportasi kelangit untuk mencari tempat aman untuk memindahkan Tu San dan Yuki. Selagi dilangit, Erkan dilempari bulu-bulu tajam yang kemudian menancap di seluruh tubuhnya.


"PAK ERKAN!!", pekik Tu San.


Erkan tidak bisa menggerakkan tubuhnya. Meski tidak merasakan rasa sakit, namun dia tetap tidak bisa menggerakkan tubuhnya. Tu San berteleportasi kelangit sambil menggendong Yuki dipunggungnya.


Tu San menyentuh tubuh Erkan untuk menyembuhkannya sekaligus menukar jiwanya kembali kepemiliknya masing-masing.


Creatura berhenti menembak. Tubuhnya mengecil berubah menjadi seukuran manusia dengan sayap dan pedang tulang ditangannya.


"Tu San pegang Yuki!", "Carilah tempat aman sege-", belum sempat ia menyelesaikan kalimatnya, Erkan sudah menghindari tebasan Creatura.

__ADS_1


"SEKARANG!!", bentaknya lagi.


Tu San berteleportasi sambil membawa tubuh Yuki berlari kehutan malam.


"Tidak semudah itu, pleton lima tandai target!!", tepis Creatura.


Tak lama kemudian puluhan rudal beterbangan mengejar Tu San didalam hutan. Tu San yang menyadari itu segera berlari lebih cepat sambil berteleportasi menghindari hujan rudal kepadanya.


Sementara itu Erkan bertarung dengan tangan kosong melawab Creatura. Ia menangkis tebasan tulang Creatura dengan lengannya. Mereka betarung imbang dan sengit.


Erkan akhirnya berhasil fokus pada pedang milik Creatura. Erkan berhasil mengunci pergerakan pedang ditangan Creatura yang membuat pedang itu kaku disatu tempat. Erkan lalu merebutnya dengan menariknya secara paksa.


Erkan kemudian melemparkan pedang yang menganggunya dari tadi lalu mengunci tubuh Creatura dengan meremasnya seperti saat dia meremas pintu lorong.


"Tarik rudal terakhir dari anak itu dan kunci keorang ini, CEPAT!!", bentak Creatura marah.


Tu San yang sudah kehabisan tempat untuk bersembunyi. Terselamatkan karena rudal terakhir yang mengejarnya berbalik mengejar Erkan. Kebetulan saat itu tubuh Yuki tak sengaja terpulihkan oleh kekuatan Tu San dan mengembalikan kesadarannya.


Erkan yang mendengar, itu menahan efek ledakan rudal yang berada didekatnya. Disaat itu Creatura memakai asap ledakan untuk menghilang.


SLING SKRAKK


Disaat Erkan mengamati area sekitar mencari posisi Creatura. Tiba-tiba pandangannya menghitam, Erkan tak bisa melihat apa-apa lagi. Ia merasa jiwanya terlepas dan tidak bisa kembali lagi.


Creatura ternyata menggunakan kuku tajamnya untuk menusuk kepala Erkan dari belakang. Erkan tewas seketika. Creatura melepas tusukannya dan membiarkan tubuh Erkan jatuh tak berdaya.


"Aku menang kali ini", gumam Creatura.


Tepat sebelum bulu-bulu tajam itu mengenai Tu San, ia menghilang menjadi debu kuning.


"Dia menghilang?", "Dimana? Dimana dia berteleportasi?", Creatura kebingungan menyerangnya.


Tu San berhasil mendapatkan tubuh Erkan. Ia menyandarkannya disebuah pohon. Lokasinya ada dihutan yang sangat jauh.


"Terima kasih atas bimbingannya, Pak..", ucapnya sambil berderai air mata.


Selanjutnya Tu San kembali lagi ke posisi Creatura untuk melawannya.


"Dimana kamu mayat hidup?"


"DISINI!!", pekik Tu San sembari menghujamkan tinju telekinesisnya kewajah Creatura.


Creatura menghantam tanah dengan sangat keras hingga tanah-tanah disekelilingnya terombak. Tu San langsung berpindah kesana kemudian mendorongnya dengan telekinesis kuat yang membuat Creatura menjejeli pohon-pohon dihutan.


Tubuh Creatura seketika memulih dan mencakarnya. Tu San seketika menghilang dan melemparnya kelangit. Dari bawah Tu San menarik pohon-pohon disekitar dari akarnya lalu melemparkan mereka kearah Creatura satu persatu.

__ADS_1


Creatura memperkuat cakarnya lalu merombak semua batang pohon yang berdatangan kearahnya. Setelah semua pohon habis, langsung saja ia banting kembali ketanah. Selanjutnya ia ditinju ketanah sebanyak mungkin dan secepat mungkin.


Alasan Creatura tidak melawan adalah ia tidak bisa melihat Tu San. Ia mampu merasakan pukulan, namun tidak mampu menemukan pemukulnya. Creatura semakin marah, tulang-tulang rusuknya memanjang dan menyebar kesegala arah.


Salah satu tulang rusuknya berhasil menusuk dada Tu San dan menghuncinya dipohon. Tusukan itu menghilangkan kekuatan tembus pandangnya dan membuatnya tidak bisa berteleportasi.


"Disitu kamu rupanya!! TERIMA INI!!"


Creatura mematahkan tulang rusuknya lalu melemparkannya kearah Tu San bersamaan dengan bulu-bulu tajamnya.


Tiba-tiba muncul Yuki yang menghadang benda-benda yang mengarah ke Tu San dengan tameng cangkang kepiting ditangan kanannya.


"Terima kasih", ucap Tu San.


Tu San meremas tulang didepannya dan mematakannya karena masih terhubung ke Creatura. Ia kemudian menarik sisa tulang yang menancap ditubuhnya tampa rasa sakit sedikitpun.


Disaat yang sama Yuki mencoba untuk menyembuhkan Tu San. Anehnya tubuh Tu San ridak bisa beregenerasi. Yuki juga keheranan karena Tu San menarik tulang itu dari dadanya tanpa rasa sakit sedikitpun.


Tu San mulai kehabisan energi karena terlalu banyak berteleportasi. Matanya mulai berubah kuning menyala, sama seperti milik Erkan.


"Kamu larilah! Aku akan menghabisinya sekarang!", perintah Tu San.


"Tidak bisa!", balas Yuki.


Karena perhatian mereka teralihkan. Creatura merubah tangan kirinya menjadi tulang panjang mirip seperti turang. Ia melompat dan menampar Yuki dengan kanannya. Tameng Yuki jebol dan dia terlempar membentuk beberapa pohon disebelah kiri.


Selanjutnya Creatura menusuk dada Erkan dengan tangan kirinya lalu mengangkatnya ke langit. Tu San tak tinggal diam ia menekan Creatura ketanah sekuat-kuatnya.


Tulang yang tertancap didada Tu San tidak bisa dikeluarkan karena Creatura ternyata sudah menyebarkannya keseluruh tubuh bagian atas Tu San. Jika dia memaksa mencabutnya, tubuhnya akan terombak seluruhnya.


Creatura menumbuhkan tangan baru ditubuh bagian kanannya. Jari tangan itu memiliki kuku tajam dan kuat seperti yang dipakainya untuk menusuk kepala Erkan. Tangan ini tidak terpengaruh telekinesis Tu San karena objek baru yang belum ia fokuskan.


Tu San mengeluarkan seluruh tenanganya. Ia menekan seluruh permukaan tanah kebawah sekuat-kuatnya.


KRAKK


Tanah yang mereka injak seketika runtuh membentuk sebuah kawah besar dan cukup dalam. Sayangnya kekuatan besar itu tak membuatnya lepas dari tusukan kuku Creatura. Sebab batang kayu yang menancap padanya masih ada dan kokoh.


Bagian putih mata Tu San berubah hitam pekat, meninggalkan titik cahaya kuning menyala di tengahnya. Tandanya dia sudah memakai energi kehidupannya untuk bertahan hidup. Jika dia kehabisan energi itu, Tu San akan mati seketika.


Creatura yang ikut tertekan kebawah mengalami patah tulang hebat. Namun, ia dengan mudah meregenerasi diri dan pulih seperti semula. Efek telekinesis Tu San seketika lepas, bersamaan saat dia membuat kawah tanah.


Creatura mematahkan kuku yang menancap pada pohon itu supaya bisa bergerak leluasa.


"Ini selesai sekarang... kau pikir semudah itu bisa mengalahkan mahkluk sempurna sepertiku?",

__ADS_1


"Heh, Tuan Kreza pasti akan bangga denganku!!", ucapnya sambil menebaskan kuku ditangan barunya.


"Cih, Sial!"


__ADS_2