
Seperti biasa keluarga vania akan mengadakan makan malam pada pukul 07 malam, Para maid telah menghidangkan makan malam yang juga di bantu Tara. Kali ini nenek juga ikut makan malam bersama karena kondisi nenek sedikit ada perubahan. Tara juga sampai saat ini belum melihat keberadaan kheno. Tunggu apakah dia merindukan lelaki itu. Tara menggeleng cepat berusaha menepis jauh pikiran itu.
Awalnya vania perna bilang jika biasa nya kheno selalu pulang di atas jam 7 atau lebih. Namun tak lama kemudian kheno telah datang bersama seorang gadis cantik yang setia menggandengkan tangannya di lengan kheno menuju ruang makan.
Melihat hal itu Tara mencoba duduk di kursi makan lalu sedikit menundukan kepalanya. Enta kenapa ia begitu was-was melihat hal itu di hadapannya.
"Malam tante vania".
sapa putri lalu memeluk vania.
Vania membalas sapaannya dan juga pelukan putri. "Malam juga putri" .
"Khen kamu bilang dong ke ibu bahwa putri akan datang kemari"
"Maaf bu, ini juga sebagian dari kejutan." Ucap kheno.
"Kejutan apa?" Tanya ibu nya.
"Kejutan bahwa putri telah sampai kemari ibu. Hahaha "
"Kenapa kau tertawa ini tidak lucu".
"Sudahlah sayang, kenapa kamu terus mempermain kan ibu mu"
"ia sayang, tetapi ibu ku itu sangatlah lucu jika dia mengambek"
Kheno mengalihkan matanya pada sosok gadis bersurai panjang yang sedari tadi sedang duduk sambil menundukan kepalanya ke bawah belum sampai 1 detik kheno telah tau siapa gadis tersebut.
"Tara? ibu kenapa dia berada di sini?" tanya kheno sinis pada ibu nya.
Sehingga membuat Tara mendongakan kepala.
"dia baru saja kehilangan tempat yang ia perna tinggali. Jadi makanya ibu membawa nya kemari untuk tinggal bersama kita di rumah ini"
"Astaga ibu bagaimana mungkin ibu memutuskan untuk membawa dia tinggal bersama kita."
__ADS_1
Putri pun angkat bicara dan membela kheno sesungguhnya putri adalah tipikal gadis yang sangat cemburuan apa lagi di saat ini ada seorang gadis yang bahkan lebih cantik darinya harus tinggal bersama keluarga ini dia sunggu tidak mau jika dia selalu berada di dekat kheno pacarnya.
''Ia tante, apa yang kheno katakan benar. Jika dia memiliki teman lalu kenapa dia tidak tinggal bersama temannya saja atau bersama keluarga nya yang lain. Tante gak seharusnya juga tante percaya dengan orang asing siapa tau dia akan memanfaatkan harta kekayaan tante". Tuduh putri
Tara mendengus kesal dengan tuduhan yang putri tumpahkan untuk nya.
Apa yang mereka katakan sepenuh nya adalah benar dan sebagian telah masuk ke dalam pikiran tara. Ia merasa bahwa diri nya adalah sebuah beban untuk keluarga ini. Tapi untuk tuduhan bahwa dia hanya memanfaatkan kekayaan tante vania justru ia salah besar. Kemudian Tara bangkit dari duduk nya.
"Maaf tante jika kehadiran ku hanya membawa sebuah beban kalau begitu malam ini aku akan keluar dari rumah tante, dan apa yang di katakan kheno benar apa adanya seharus nya aku tau diri dan lebih mencerna lagi.keputusan yang ku buat saat tante mengajak ku tinggal di sini. Dan--- Tara menatap tajam ke arah Putri. Jika kamu berpikir jika aku hanya memanfaatkan harta kekayaan tante Vania justru kamu salah besar karena aku bukan tipe orang yang gila harta kamu mengerti!"
"Hey Kenapa kamu menyalahkan pacar ku!" ujar kheno membela putri.
"Cukup kheno! ibu telah memutuskan bahwa Tara akan tetap tinggal bersama kita apapun itu resiko nya!"
"Tapi tan_"ujar Tara ingin berbicara namun di tahan oleh vania.
"Tara kamu tidak akan pergi ke mana-mana kamu akan selalu berada di rumah ini. Dan ibu akan memutuskan untuk menikahi kalian berdua Tara dan Kheno."
Mereka semua bahkan terkejut mendengar kalimat itu.
"Apa ibu sudah tidak waras! Bagaimana mungkin ibu memutuskan menikahkan aku dengan gadis ini sedangkan aku telah memiliki pacar"
"Tante benar, tante yakin kamu adalah gadis yang tepat untuk kheno."
Sedangkan putri hanya bisa bergetar dan menangis putri menggenggam erat tangan kheno berharap kheno tak akan melepaskan nya.
"Apa yang ibu katakan aku mencintai putri ibu aku tidak akan menikahi gadis lain selain darinya"
"Jika kau lebih memilih keputusan mu sendiri maka persiapkan saja diri mu untuk ibu keluarkan dari dalam kartu keluarga, mencoreng nama baik mu sebagai dokter, dan mengusir mu keluar dari rumah ini tanpa satu aset harta pun dan semuanya akan ibu sita"
Tara tercengang mendengar ancaman yang ibu kheno ungkapkan pada kheno.
Putri semakin tidak bisa menahan air matanya. Ia memutuskan untuk berlari meninggalkan rumah itu.
Kheno juga bangkit dari duduknya dan berniat mengejar putri. Tapi sebelum itu ia menatap sengit Tara layaknya seperti iblis yang siap menerkam.
"Semua ini berawal dari kamu wanita Murahan! Jika bukan karena kamu yang datang ke dalam kehidupan ku maka semua nya tak akan seperti ini, Sampai kapan pun aku tidak akan sudih menikah dengan mu" Setelah mengatakan kalimat itu kheno berlari keluar rumah untuk mengejar putri.
__ADS_1
Jantung Tara memanas kata kata ****** sangat tepat untuk wanita sepertinya.
kenapa Tara mengirah jika dari awal lelaki itu adalah lelaki yang polos baik dan lemah lembut tapi dugaannya salah malah ia terlihat seperti iblis saat marah.
Tara menatap sendu pada vania. Apakah vania tidak memikirkan bagaimana perasaan putranya. Saat dirinya memutuskan Kheno untuk menikah dengan Tara. Padahal prinsip tara ia paling tidak suka mengganggu hubungan orang lain.apa lagi jika memutuskan untuk menjadi calon istri seseorang yang sudah memiliki pacar.
"Tante bersungguh-sungguh dengan keputusan tante."
" Tante rasa tante telah memilihkan wanita yang tepat untuk kheno, tolong kabulkan lah keinginan tante ini Tara. Tante berjanji tak akan mengecewakan mu Dan sekarang tolong persiapkan lah diri mu untuk siap mendapingi ke hidupan kheno hemm. Kalau begitu tante ke kamar dulu. kamu sebaiknya kembali lah ke kamar mu Dan jangan terlalu di pikirkan ok"
"Apa yang kamu pikirkan khen, itu adalah keputusan ibu mu hiks hiks hkks "
"sayang tolong jangan menangis aku tidak akan menerima keputusan ibuku. Aku mencintai mu dan akan menikah dengan mu "
"apa kamu siap menikah dengan ku dengan ancaman seperti tadi. kamu ingat ibu mengatakan jika dia akan mengambil seluru aset mu dan mencoreng nama baik mu jika sampai kau tidak menikah dengan nya. Lalu apa yang akan kamu katakan kepada keluargaku jika kamu akan menikahi ku tanpa sepersen pun harta. Orang tua ku pasti tidak akan setuju khen."
''Lalu apa yang harus aku lakukan? tanya Kheno bingung.
"Menikahlah dengan wanita itu untuk menyelamatkan nama baik mu".
"apa! kenapa kamu malah memutuskan menyuruhku untuk menikahi dia." Ucap Khano tak menyangkah.
" Kamu ingin menikahi ku bukan? Maka lakukan saja itu. Kamu hanya perlu manikahi nya tapi kamu tidak boleh melakukan malam pertama dengannya. Atau bila perlu sebelum kalian menikah kamu dan dia harus diam-diam membuat sebuah kontrak tanpa sepengetahuan tante vania. Dan setelah tugas mu selesai kamu bebas ceraikan dia"
"tidak, itu tidak mungkin. kita bisa mencari jalan keluarnya aku tidak ingin menikahi ****** itu, coba lah cara lain"
"tidak ada khen cuma itu jalan satu-satunya, percayalah pada ku kamu pasti bisa. menikah lalu ceraikan dia!"
"Apa itu adalah keputusan yang tepat. Jika aku menikah dengannya lalu bagaimana dengan hubungan kita sayang. Dan apa setelah kami menikah apa boleh aku selalu bertemu dengan mu"
"Hemm tentu saja sayang. Hubungan kita masih akan tetap berlanjut melalui kontrak yang kau buat"
"ayolah sayang,ini demi hubungan kita," Putri menyakinkan Kheno. dengan berat hati Kheno mengiyakan rencana itu.
"oke baiklah."
Chup
__ADS_1
"kheno mengecup bibir putri sekilas, kau benar-benar cerdik sayang"
"Tentu saja aku kan pacar mu yang hebat dan ****** itu tidak ada apa-apa nya di banding dengan ku"