
Ini jam makan pagi di kediaman putri, di sana Putri bertingkah lagi."Pah, minta uang lagi dong"
"Baru 5 hari yang lalu papa beri kamu uang 10 juta sekarang kamu malah minta uang lagi!"
"Yaelah pah kan 10 juta itu dikit, papa pelit banget sih giliran sama pelakor aja gak pelit," Putri melirik ibu tirinya Renita dengan rasa ketidak sukaan.
"Kamu itu harus tetap berhemat, keuangan kita semakin menipis jangan terlalu poya-poya!"
Brakk. Putri memukul meja dengan tanganya."Gini yah pak tua kalau gak kerja, mau jadi apa kalau bisa nya hanya mengandalkan uang pensiunan saja!" Kata kata Putri nyaris membuat pak Bima kumat lagi, yah pak Bima punya riwayat penyakit jantung.
Renita menenangkan suaminya."Sudahlah mas, sabar!"
"Berulang kali kamu berbicara seperti itu,tapi mana buktinya Putri masih saja seperti itu keras kepala. Andai aku tidak lumpuh" Lelaki itu pun menangis menyesalin ke adaanya.
"Sudahlah mas ini sudah takdir, lagian kita masih punya butik untuk menghasilkan uang."
Pak Bima mulai menstabilkan nafasnya. Sakit yah tentu apa ini adalah balasan dosa yang pernah ia buat di waktu dulu.
Tara membuka matanya perlahan ketika melihat pantulan sinal matahari yang masuk lewat ventilasi jendela.Di lihatnya sosok lalaki yang masih tertidur pulas sambil memeluk dirinya. Coba aja awal menikah seperti ini. Tara pun tersadar ia segera mengambil hp miliknya di atas meja.
"Khen, khen ayo buruan bangun kita kesiangan! Aaduuh gawat mana aku belum buat sarapan lagi, khen ayo buruan bangun!" Tara menggoyang goyangkan tubuh Kheno agar cepat bangun.
"Bentar, masih capek nih habis semalem."Kheno berucap dengan mata yang masih terpejam tidak lama dengkuran kecil yang itu muncul lagi.
"Astaga kamu tuh yah bisa bisanya ngorok lagi! tau ah pusing aku ngurusin kamu!" Tara yang kesal pun segera beranjak dari tempat tidur, tapi sebelum itu ia kembali memakai seluruh pakaiannya yang tergeletak di mana mana karena ulah Kheno suaminya.
__ADS_1
Tara mandi terburu-buru, tapi sehabis mandi ia pun masuk ke dalam kamar kedua anaknya, di dapati mereka juga masih tertidur pulas. Di sana Tara langsung membuka tirai jendela.
"Morning! All ayo bangun saatnya sekolah!"
Kayra menutupi wajahnya dengan selimut ketika pancaran matahari terasa menyilau matanya.
"Mi tutup dong tirainya," Alhasil Tara langsung menarik selimut yang menutupi wajah Kayra.
"Udah pagi buruan sekolah nanti telat."
Di sana Keano juga berkomentar."Mi apa ada orang orang bersekolah ketika tanggal merah?"
"What! Tanggal merah?"
sontak Tara pun melihat tanggalan bewarna pink kotak tidak jauh dari meja belajar Kayra.
Di sana terterah tanggal 25 di bulatkan menjadi tanggal merah.
"Astaga ya ampun mami lupa!" Terlihat Tara hanya menampakan senyum rasa bersalah. Ia pun melihat kedua anaknya yang melanjutkan lagi tidur mereka.
"Yaudah kalau gitu kalian lanjut tidur lagi aja yah, tapi ingat jam 8 harus segera bangun paham gak?"
"Iya paham mi."
Tara kembali ke kamarnya ia memastikan apakah suaminya masih tidur apa enggak! Saat ia membuka kamar ia juga melihat Kheno keluar dari kamar miliknya, Kheno nampak terburu buru.
__ADS_1
"Kok buru buru mau kemana?" Tara bertanya ketika Kheno ingin mengambil handuk.
"Aku lupa, jika aku ternyata punya jadwal mengoprasi 2 pasien di rumah sakit dan kemungkinan aku akan pulang larut kamu harus jaga rumah jangan kemana-mana dulu, aku tidak punya waktu kalau begitu aku mandi dulu."
Tara hanya mengangguk mencoba memahamin, ia paham suaminya adalah dokter jadi pekerjaan dokter memang lah selalu begitu.
Hijau,kuning,Biru,merah nampak menghiasi warna warni yang ada di sebuah club yang saat ini Arga kunjungin, bahkan nyaring nya suara music dan wangi nya aroma alkohol turut berpartisipasi di dalam club ini.
Wanita yang belum lama ini keluar dari penjara ia juga terlihat menikmati alunan musik bahkan ia sudah menghabiskan 6 gelas vodka kali ini yang ke 7
"Aku tidak berguna kalau belum menuntaskan dendam. Tara Kheno," Ujarnya sambil memandang gelas berisi vodka tersebut." aku akan balas dendam, kalian semua harus mendirita, miskin sama kayak aku hehehe" Putri mulai bicara yang tak karuan.
Saat ingin meminum gelas yang ke 7 sebuah tangan merebut alkohol miliknya begitu saja.
"Selain berkeliaran di luar, ternyata suka juga yah mampir di tempat seperti ini. Hahaha sudah aku duga kamu buat wanita baik-baik!"
"Kamuu lagi, kamuu lagi! Kenapa kamu selalu muncul di saat tidak aku inginkan! Kembali kan minuman ku brengsek!"
Putri berusaha merebut kembali minuman nya pada lelaki tinggi yang sangat tidak di sukai nya ini.
"Kira-kira siapa orang yang ingin kamu targetkan untuk sebuah dendam?" Tanya Arga penasaran.
"Bukan urusan kamu!" Plakk Putri menampar Arga untuk yang kedua kalinya. Kali ini emosi Arga tidak dapat di tahan lagi. Iya pun segera membopong Putri yang tenga mabuk ke suatu tempat.
"Woy mau apa kamu! Lepaskan aku!"
__ADS_1