
Karena itu pesawat pribadi jadi Kheno bisa santay kapan pun ia ingin berangkat ke jakarta. Ia begitu lelah ini pertama bagi Kheno berbelanja bersama keluarga kecilnya. Ia sangat bahagia.
Jadwal kepulangan akan di pastikan besok siang, hal ini membuat Tara begitu santay mengemasi barang.
Tara menguap ia mengantuk."Tidurlah biar aku yang melanjutkan mengemasi pakaian pakaian ini,"
Tara mengangguk diam diam Tara tersenyum , coba aja dari kemarin kemarin jiwa kebapaan Kheno hadir pasti ia tidak akan repot membersihkan rumah sendiri.
"Aku tidur bentar yah,"
"Oke,"
"Aaaarg!!! dasar lelaki brengse*! berani sekali dia meniduri ku begitu saja emang nya dia pikir aku wanita malam!" Putri meremas cek 25 juta itu dengan remukan yang sangat kecil kemudian ia membuangnya di kotak sampah di dalam kamar mandinya.
Mungkin suara teriakan nya tidak akan terdengar di luar sana karena kamar Putri memilik desain kedap suara, terlebih dari dalam kamar mandi miliknya.
Shower air hangat terus mengalir di tubuh telanjangnya. Putri menangis meratapi nasipnya yang di kira wanita bayaran. Ia membasuh dengan cara kasar seluruh tubuhnya. Bercak tanda kemerahan terdapat di bagian dada, dan juga perut dan ia juga merasakan sensasi perih di bawah sana.
__ADS_1
Arga! Lelaki itu benar benar keterluan.
di sisi lain mama Arga bertanya ke pada Arga yang baru pulang siang ini. Bahkan menu makan siang siang sudah tertata rapi di atas meja makan.
"Baru pulang ga?" Tanya mama nya Arga.
Arga menunjukan kamera yang ia gantungkan di lehernya. "sorry ma aku semalem gak pulang cuma pengen cari inspirasi foto saja dan siangnya aku tidur di tempat temen aku,"
Papa juga ikut berkomentar."Anak kita ini sudah dewasa ma, dia pasti sedang mencari inspirasi wanita juga di luaran sana!"
"Lihatlah pa bahkan anak kita sudah pintar menyombongkan diri."
"Bukan menyombongkan diri ma tapi itu emang kenyataan. Iya kan pa!"
Papa hanya mengacungkan jempol."Betul kalau bisa kamu harus cari wanita yang beretika baik, itu terpenting.
Kepulangan mereka ke jakarta akan berlangsung beberapa menit lagi, Tara memandangi rumah serta toko kuenya dengan rasa sedih.
__ADS_1
Tak lama bulir bening kepedihan meluncul begitu saja dari matanya. Bagaiman mungkin tidak bersedih bahman rumah ini telah menjadi saksi bisu perjalanan pahitnya, serta toko kue itu adalah jalan ninja bagi Tara untuk mencari nafkah.
Andai rumah dan toko kue miliknya bisa di angkat maka Tara bersedia membawanya hingge ke jakarta, Tara membuyarkan imajinasinya bagaimana pun iya bukan harry potter sang penyihir jenius yang bisa segalanya.
"Bersabarlah semua pasti akan ada baik-baik saja."
"Ayo taxi sudah menunggu kita," Kheno merangkul Tara menuju taxi sedangkan barang barang mereka bawak di bawak dengan mobil pick up yang tertutup.
"Keano Kayra bagaimana apakah kalian berdua tidak merasa ke tinggalan sesuatu?"tanya Kheno.
Mereka berdua pun menggeleng." gak ada pa semuanya lengkap kok!"
"Tunggu gimana dengan motor milik ku?" Tara jadi melupakan sesuatu."Tv,kulkas,kipas angin,kasur,strika, panci, gas alat penggorengan apakah tidak di bawak?"
"lupakan soal motor mu itu, nanti di rumah sudah ada mobil pribadi kamu bisa memakai nya bebas. Dan lupakam barang - barang seperti panci,tv, dan bla bla, apa kamu pikir di rumah ku tidak ada benda seperti itu!"
Lagi lagi Tara menghela nafas barat. Ia hanya pasrah dan menuruti saja ke hendak suaminya itu.
__ADS_1