
"Rasyaa....!!ayo bangun sayang kok masih tidur aja sih ingat kamu harus sekolah lo hari ini..!!Hey Rasya ayo bangun...!!"
Putri sangat kewahalan membanguni anak semata wayangnya yang saat ini masih masih tertidur pulas.
Sementara Arga telah berdiri rapi di belakangnya dan ikut membangunkan Rasya.
"Kenapa Rasya belum juga bangun?"
"Dia pasti main game saja semalaman makanya sulit di bangunkan, ayo Rasya bangun kamu harus pergi kesekolah!"
"Eummm Ma..20 menit lagi deh aku masih ngantuk nih.."Rengek Rasya masih dalam kondisi mata memejam.
"Ih dasar anak ini, ayo buruan bangun nanti sehabis pulang sekolah kamu boleh ngelanjuti tidur lagi,"Putri berusaha semaksilmal mungkin membangunkan Rasya dengan menarik selimutnya.
"Kamu yakin gak mau sekolah hari ini Rasya kalau gak mau sekolah nanti kamu gak ketemu sama Nara loh kan nantinya Nara sekelas sama kamu!"
Rasya membulatkan mata seketika ketika papanya menyebut nama Nara, segera Rasya memposisikan dirinya untuk duduk.
"Yang bener pa, jadi nanti Nara sekelas sama aku,"
"Iya masak papa bohong,"
"Yaudah pa kalau begitu aku mau mandi dulu yah, pokoknya aku bakalalan semangat sekolah pa jika Nara sekelas dengan ku,"Ucap Rasya seraya melangkah cepat masuk ke dalam kamar mandi.
"Dasar anak itu dengan nama Kanara saja semangatnya melebihi prajurit kerajaan."
"Tanpa terasa anak kita sudah hampir remaja, jadi apa kau tidak berpikiran untuk menambah anak gitu biar Rasya ada temenya." ucap Arga dengan mesrah Arga sembari memeluk Putri dari belakang.
"Hey apaan sih kamu tuh harus tau tempat udah lepasin nanti kalau Rasya liat kan bisa bahaya!"Putri berusaha melepaskan tangan Arga yang melingkar di perutnya, akan tetapi Arga tidak melepaskan pelukannya.
"Bagaimana jika kita membuatnya di malam hari saat Rasya sudah tertidur pulas, mumpung kedua orang tua kita sedang liburan ke paris. Bukan kah ini kesempatan buat kita hmm,"
"Iya baiklah tapi lepaskan dulu ini sekarang aku tidak ingin kau bernafsu sekarang,"
"Oke baiklah aku setuju kita akan bertemput di saat malam hari, yah sayang,"
...****************...
[Hallo omma...]
__ADS_1
[Omma kapan nih pulang ke indonesia kita kangen loh sama omma betah banget liburan ke paris sama yang lainya sedangkan kita gak di ajak]
[Kayra omma kan di paris baru 2 hari kok udah kangen saja, terus mana yang lainya?]
[Mami,Papi..Kak Keano...Kanara ini ada omma nih!]
[Hallo Ibu ku tersayang bagaimana kabar mu di sana Bu?]
Tara bergelayut mesrah di pundak Kheno sembari melihat ibu mertuanya yang memvidio call dari hp Kayra.
[Ibu apa kabar?]ucap Tara.
Ibunya Tara juga ikut menongolkan diri di samping Vania.
[Tara Kheno jujur ibu sangat bosan melihat wajah kalian berdua, ayo ibu ingin melihat cucu kesayangan ibu terutama sih cantik Kanara hehe]
[Baiklah ibu mertua ku sayang kalau begitu biar adil hpnya akan aku letakan di atas tripot agar ibu dan Ibu mertua bisa melihat kami semua]
Hp pun telah di letakan di atas tripot dengan begitu ini sama halnya dengan memulai obrolan seperti pada jarak dekat.
...****************...
Karena sebelumnya dari Putri pertama di beri nama Annisa dan Putri kedua di beri nama Ashilla.
Hari ini mereka berdua sedang kedatangan tamu spesial yaitu pasangan suami istri Kheno dan Tara dan pasangan suami istri Arga dan Putri.
"Wah Gea Putri mu sangat cantik bolehkan aku mengendongnya,"
"Boleh mbak Putri,"Gea memberikan Ashila kepada Putri untuk di gendong.
"Jujur di saat sedang hamil Rasya aku sangat menginginkan bayi perempuan agar nanti kalau rambutnya panjang bisa aku kepang, tapi yang keluar malah laki-laki heheha"
"Hehe sabar saja mbak mungkin next time anak kedua bisa perempuan,"
"Tapi semalam kami telah membuatnya doakan saja semoga perempuan arrg..!!"
Arga merasakan sensasi sakit di samping perutnya penyebabnya adalah Putri sementara Kheno dan Irvan tak tahan menahan tawa karena kelakuan Arga.
"Kamu tu apaan sih sayang kok main cubit aja!"
__ADS_1
"Kamu kalau ngomong tau tempat dong bikin malu saja!"
"Kenapa harus malu selagi kamu istri aku,"
"kamu lucu sekali Arga,kalau saja aku di posisi Putri sudah pasti aku akan merasakan malu yang sama." Ucap Tara.
"Tapi ngomong-ngomong apa kau tidak ingin menambah anak sayang?" Kheno berbisik di telinga Tara tapi bisikannya itu masih terdengar oleh yang lainya.
"Tidak sudah cukup! cukup 3 anak saja aku tidak ingin menambah!"Tara menolak mentah-mentah permintaan Kheno alhasil mengundang tawa yang begitu dasyat pada mereka semua yang ada di sini.
...****************...
"Sayang ayolah malam ini saja mumpung ketiga anak kita sudah pada tidur, ayolah setelah anak ke empat telah lahir aku berjanji tidak akan meminta mu untuk membuat anak kelima,"
"Tidak aku tetap tidak mau!"
"Kalau kau tidak mau aku akan memintanya dengan paksaan!"
"Jika kau memaksa maka aku akan berteriak!"
"Ayo siapa takut!"
"Arg....!!Khen..kau menyakiti ku, tubuh mu sangat besar tidak usah menindih ku...."
"Malam ini kau milik ku istri ku sayang..."
"Yah aku akui kalah tolong bermainlah dengan pelan...!!"
"Arrg...Khen, jangan kuat-kuat....!!"
"Husst pelankan suara mu nanti anak kita dengar..."
"Dengar aku akan menuntutmu..atas pasal kekerasaan.."
"Yah kekerasan tapi kekerasan ini sangat enak dari biasanya...."
...****************...
...Tamat...
__ADS_1
Terimakasih semuanya yang udah mau baca cerita ini...