
"kalau begitu selamat yah Mely mulai hari ini ibu resmi di terima menjad wali kelas dua"
"Sama-sama Bu Farah atas kesempatan untuk saya, saya berjanji akan membuat murid-murid yang akan saya ajarkan menjadi lebih pintar."
Bu farah selaku kepala sekolah di sd internasional tempat Keano dan Kayra bersekolah kini beliau menyempatkan diri untuk berjabat tangan dangan seorang wanita yang bernama Mely karena mulai hari ini wanita berambut pendek sebahu itu sudah di bolehkan mengajar.
Kini wanita yang di sebut sebagai bu mely itu pun kini sudah berjalan ke arah kelas dua ia tersenym sembari membenarkan kacamatanya yang hampir melorot.
Bug..
Arrg...
Namun saat tidak fokus ke jalan bu mely menabrak seseorang yang lewat begitu saja di depanya. Wanita ingin sempat berdumel dan ingin marah terhadap orang yang telah menanbraknya.
"Das...
"Maaf kan saya mbak..."
Seketika mulut wanita itu tercekat tak mampu melanjutkan ucapannya, sedangkan sih laki-laki sudah meminta maaf. Saat ini wanita itu membuang muka kesamping tidak sanggup lebih lama melihat laki-laki ini bisa-bisa penyamarannya akan gagal total.
"Mbak,mbak hallow, kok diem mbak gak apa apa kan?" Tanya laki-laki itu yang hendak menyentuh lengan Wanita itu.
__ADS_1
"Sial kenapa harus ketemu laki-laki ini lagi sih!" Gumam wanita itu.
"Woy mbak, di tanya kok diem!" tanya lelaki itu sekali lagi.
"Loh mas Arga ngapain bengong di sini, ayo mas anak-anak kelas 6 sudah pada siap d foto."
"Oh iya pak, saya akan kesana sekarang juga."
ketika lelaki itu telah lenyap dari pandangannya sungguh ini membuat perasaan Putri yang saat ini sedang menyamar sebagai guru Mely nyaris terancam.
Sedangkan Arga telah di minta kepala sekolah untuk memfoto anak-anak kelas 6.
"Pagi anak-anak pintar!"
"Pagi juga ibu guru!" Ucap anak-anak itu secara serempak.
"Tepat nya hari ini kalian akan mendapatkan ibu guru baru pasti kalian akan suka,"
"Mana bu, ibu gurunya?"Tanya salah satu anak bertanya.
Bu yunita memberi kode pada bu Mely untuk segera memasiki kelas.
__ADS_1
"Ini loh anak-anak gur barunya."
Kelas yang tadinya hening kini menjadi tawa hahahaha semua anak-anak di kelas itu tertawa karena sebuah hal yang membuat mereka jadi tertawa.
"Hey anak-anak stop apa yang sedang kalian tertawa kan?" Tanya bu Yunita kepada semua murid ke kelas ini, namun menurut pandangan bu yunita hanya dua anak yang nampak diam dan tidak tertawa yah Keano dan Kayra.
"Bu, habisnya gurunya lucu masak tahi lalat di di pipi nya gede banget!"
"Ibu ibu gurunya juga lucu, ibu itu gigi kelinci asli atau palsu!"
"Sabar-sabar kalau seandainya ibu yuni ini tidak ada di samping ku sudah akan aku pastikan, akan aku cubit para murid yang tidak tau etika itu,"Gumam Putri dalam hati sementara senyuman Putri mengembang ketika mendapati dua anak kembar yang sedang datar melihat ke arahnya.
"Ibu Mely tolong maafkan tingkah anak-anak ini yah."
"Oh gak apa-apa bu, namanya juga anak-anak jadi harap maklum.,"
"Oh syukurlah kalau gitu bu, gimana ibu udah siap mengajar kan?"
"ah sudah siap kok buk."
"Yaudah kalau begitu saya tinggal dulu yah bu,permisi."
__ADS_1