Touch Me My Docter

Touch Me My Docter
Kedatangan Arga


__ADS_3

Indonesia, sudah 8 tahun lamanya tidak menginjakan negara kelahiran ini, berada di amerika selama itu benar-benar membuat lelaki berusia 27 tahun itu merasa kan kembali sensasi hangat setelah sampai di jakarta.


ia memfoto bandara sebelum meninggalkan bandara, setelah itu ia memesan taxi untuk pulang ke rumahnya.


Arga perwira nama yang begitu pas untuk paras wajah tampannya.


tiba tiba taxi yang di tumpangin Arga mogok."kenapa pak?"


"ini mas kayaknya ban nya kempes."


Arga pun turun mengikuti sang supir yang juga turun, saat turun tanpa sengaja seseorang berhodie hitam menabraknya. sehingga membuat kamera Arga terjatuh.


"Astaga hey mbak hati-hati dong," Arga kesal karena orang itu malah pergi begitu saja tanpa memperdulikan kamera miliknya.


dia berhasil menangkap lengan seseorang berhodie hitam itu. "gak bertangung jawab banget sih, udah salah gak mau meminta maaf."


"Terus!" Wanita ini menjawab jutek.


"Terus! kamu bilang, kamu lihat gak kamera aku rusak karena kamu"


"mau aku ganti tapi sayang aku gak punya uang sepersen pun"


"aku gak butuh uang, setidaknya aku butuh maaf dari mu."


drr...drr...drr...


hp Arga berbunyi,


"iya hallo ma, iya ini aku udah sampai kok bentar lagi kayaknya bakal nyampe kerumah. mama tunggu aja yah. dah mah"


.bip.


Arga mematikan sambungan telepon dengan mamanya. dia beralih membuka kamera hpnya, memfoto wajah wanita itu.


"ih apan sih kamu!"


"foto ini akan aku simpan bahwa wajah mu akan selalu aku ingat jika kamu wanita yang tidak tau kata maaf."


"Yaah setidaknya jangan ambil foto ku kayak gitu dong, kamu gak tau apa, aku dulunya seorang model di amerika, aku ini model terkenal!"


"whats model terkenal, kira-kira agensi mana sih yang mau menjadi kan kamu seoarang model?"


"mas ini bannya udah selesai saya pakai, kita bisa lanjut perjalanan lagi" kata pak supir pada Arga.


"Aku tidak percaya jika kamu seorang model, dari tampilan mu saja compang camping,kusam dan tidak terurus seperti baru keluar dari penjara saja."


Arga melihat penampilan Wanita berhodie hitam itu dari atas sampai bawah. "beruntung kamera ku hanya leset sedikit, kalau lensanya sampai pecah maka kamu harus ganti rugi!"


"Kamera jelek aja bangga, kalau rusak tinggal beli aja yang baru!" saran wanita itu.


"Bahkan kamera ini jauh lebih beharga dari mu! sudahlah malas berdebat dengan wanita sombong!"


Arga beranjak dari sana setelah supir taxi untuk memintanya untuk segera melanjutkan perjalanan.


Wanitu itu pun berargumen."yah benar aku memang licik dan sombong, jika tidak seperti itu bukan putri namanya."


Tara masuk ke dalam kamar dan menutup pintu rapat, sebelum Kheno masuk ke dalam kamarnya.


dam. tangan Kheno menahan pintu kamar Tara agar tidak tertutup. "kenapa mau mengunci ku dari luar" tanya Kheno tiba tiba, seperti hantu saja muncul secara mendadak.


"Iyaa.." Jawab Tara dengan semangat.

__ADS_1


"Tenang sepertinya aku malam ini tidak akan tidur di sini pihak rumah sakit membutuhkan kinerja ku,jadi aku harus lembur bisa jadi aku pulang pagi."


Tara perlahan tidak jadi mengunci pintu, ia mempersilakan Kheno masuk ke kamarnya.


"aku harap kamu tidak merasa kesepian karena aku tidak menemani mu tidur." Kheno mengedip kan mata.


"Ih walau gak di temenin kamu toh aku udah biasa tidur tanpa di temanin kamu. jangan geer deh."


"oh iya nanti kamu kunci seluruh pintu yah, kan kamu di sini sendiri Gea gak ada,aku harap kamu bisa jaga diri,dan kunci rapat-rapat seluruh pintu di rumah ini, dan jika ada maling pukul aja pakai sapu"


"Ih iya-iya tanpa kamu suruh aku mampu kok!"


"Jangan sok jadi superman kamu itu wanita,wanita itu lemah."


"iyaaa paham kok, udah kan ngomelnya. kamu mau aku siapin apa?"


"tumben perhatian?"


"kamu nyebelin yah,"


"gak kok aku gak butuh apa-apa aku cuma butuh cinta kamu doang hehehe. aku udah siap, aku berangkat dulu yah. emuaach" Kheno mencium pucuk kepala Tara dengan lembut."dah sayang jaga diri yah,"


Tara terpaku, wajahnya merah padam ia pun replek memegang bekas ciuman Kheno yang belum beberapa detik. diam diam dia mengulum senyum.


"Putri ini kamu sayang, kamu akhirnya bebas juga dari penjara."


Renita mencoba memeluk putri, akan tetapi putri mendorongnya.


"apaan sih gak usah sok peduli deh, mana ada seorang babu yang bisa peluk majikan!"


"Putri keterlaluan kamu!" lelaki paru baya di atas kursi roda itu memarahi Putri semata wayangnya karena memang sudah keterlaluan kelakuan serta tabiatnya masih saja sama seperti biasanya.


Pak Bimo berusaha untuk menampar anaknya tapi istrinya melerainya."sudahlah mas, sudah biar saja."


"udahlah, hey babu cepat siapkan aku makanan enak, sudah lama aku tidak makan enak."


"Baik Putri ibu akan siapkan makanan yang enak untuk mu. kamu tunggu yah,"


Masih ingat dengan Renita yang aku bilang sebagai ibunya Tara. yaps mungkin sebagian dari ingatannya telah pulih.


Arga telah sampai di depan rumahnya, tapi kedatangannya tidak di sambut hangat oleh kedua orang tuanya. kemana mereka.


Ada sebuah mobil lain yang terparkir di depan rumah kedua orang tuanya ia yakin itu bukan mobil milik keluarganya.


"Ya ampun den Arga yah..." ujar seorang pembantu yang sangat di kenal baik oleh Arga.


"Bik Jummi yah, astaga bibik apa kabar tambah cantik aja."


"ah den Arga bisa aja ngerayu bibik, tapi sayang bibik udah ada yang punya eh udah punya suami itu mang diman. tapi den masih tampan malah tambah tampan malahan."


"mama sama papa mana bik, kok gak nyambut aku pulang."


"oh iya lupa, noh nyonya sama tuan lagi kedatangan tamu katanya sahabatnya nyonya sama tuan."


"Oh ya udah kalo gitu aku langsung masuk saja yah bik."


"baik den, ayo sini bibik bantu bawak in kopernya, tapi den oleh-oleh buat bibik gak lupa kan hehehe."


"Iya bik, bibik tenang aja ada kok"


"Nyonya tuan! den Arga udah nyampe nih."

__ADS_1


"Arga..."


"Maamaa...Paapaa..."


mereka berpelukan melepas rindu yang telah lama terpendam. "maaf yah Ar mama sama papa gak bisa jemput kamu di bandara, terus supir kita juga lagi sakit."


"iya ma gak apa apa kok, yang penting kan Aku udah selamat nyampe tujuan."


"kamu tambah tampan saja Ga, terus kira kira kamu udah punya pacar belom?" Tanya papanya Arga.


"Duh pa jangan nanyai pacar dong, Arga belom tertarik pacaran Arga masih meniti karier di dunia fotografer."


"pah wanita mana sih yang menolak pesona tampannya putra kita yang satu ini. dia tampan. oh astaga nyampe lupa, oh iya mama papa mau ngenalin kamu sama sahabat lama kita."


"siapa ma?"


"mbak Vania ini kenalin Arga Putra kami dulu."


wanita paru baya yang bernama Vania itu pun berdiri. ia tersenyum.


"Ini Arga! astaga dulu dia ini kecil banget gak nyangka sekarang dia sudah tumbuh dewasa serta tampan."


"Arga tante."


"Mungkin dulu kamu gak inget tante, jika kamu ingat dulu kamu sering main sama putra tante Kheno, bahkan dulu tante sangat ingat gimana jahilnya Kheno nempelin permen karet pada rambutmu"


"kalau inget zaman dulu rasanya malu malu gimana gitu yah mbak,"


Arga garuk garuk kepala dia seperti amnesia tidak ingat segalanya.


"sudahlah waktu itu juga usia kamu masih sangat kecil 3 tahun kayaknya jadi wajar gak inget." ucap papa Arga.


"Terus Putra tante Kheno ada di mana?"


"hmm dia lagi ada di luar kota, katanya ada tugas di sana."


"Harusnya mbak aku tu pengen banget Arga jadi Dokter kayak Kheno putra mbak,,yaah tapi apa boleh buat Arga yang keras kepala. tapi yauda lah dia udah jatuh cinta sama dunia fotografer."


"sudah biarkan saja lagian semua pekerjaan itu sama saja, lihat dia sudah sukses di dunia fotografer"


Arga tersenyum,"makasih yah tante, tapi Arga masih berharap bisa bertemu putra tante Kheno. soalnya aku mau balas dendam enak saja waktu itu dia nempelin permen karet pada rambut ku."


dan semuanya pun tertawa melihat tingkah lucu Arga.


"Kanapa rumah ini begitu sepi, apa karena aku yang merasakan kesepian karena Kheno tidak berada di sini. ah tidak mungkin mungkin karena Gea lagi pulang kampung kali yah makanya ngerasa sepi."


Tara mencoba memejamkan mata tapi bayangan Kheno selalu ada di mana mana.


"ayo dong Tara kamu harus tidur, jangan lemah akan karena lekaki itu tidak ada di sini, bukan kah kamu dulu sudah terbiasa tanpanya."


sebuah pesan masuk.


"jangan terlalu sibuk memikirkan ku, aku bahkan tau jika kamu tidak bisa tidur karena tidak di temanin oleh ku iya kan sayang."


secepat kilat Tara membalas pesan dari Kheno.


Siapa yang mikirin kamu, orang aku lagi main game kok. geer kamu.


Tara menatap layar hpnya begitu lama iya berharap Kheno cepat membalas pesanya. 5 menit,10 menit,15 menit,45 menit,1 jam kemudian.


"hooh kenapa aku jadi kayak gini sih. udah ah ngapain nungguin balesan darinya."

__ADS_1


__ADS_2