
Sehabis dari kantor Tara ingin pulang menuju apartemen. Tara terpaksa pulang malam karena ada jadwal lembur. jam masih menunjukan pukul sepuluh malam Tara masih menunggu taxi yang lewat. Dia ingin menelpon kheno Tapi sayangnya batre hp nya lobet.Taxi tepat datang pada jam setenga sebelas malam.
Tara telah duduk di belakang bagian penumpang ia meminta supir Taxi itu untuk mengantarkannya menuju Ross max apartemen. Supir tersebut mengiyakan tanpa ada tambahan kata lain. Tara merasa ada perasaan aneh saat di dalam taxi ini.
Biasanya supir taxi akan lebih banyak bertanya atau bercanda-canda tidak dengan supir taxi yang satu ini.
Supir itu nampak diam saja dari tadi namun kini Tara mencoba menepis pikiran itu, mungkin saja supir taxi itu memang mempunyai sifat yang pendiam.
Entah kenapa Tara mengalamin kantuk yang luar biasa saat di dalam taxi. Ia menguap berkali-kali, ia mengucek-ucek matanya.
"Pak, jika sudah sampai di apartemen saya. Tolong bangunkan saya yah."
"baik.."
Setelah mengatakan kalimat itu, Tara tiba-tiba tertidur pulas.
Saat merasa penumpangnya atau targetnya telah tidak sadarkan diri supir tersebut memutar mobilnya menuju lokasi yang di tuju.
Tara telah berada di sebuah kamar entah itu kamar siapa. Yang kini supir
Itu telah membawa tubuh Tara di hadapan seorang wanita bertubuh sexy
"Bagus kamu telah berhasil melakukan tugas mu dengan baik! sekarang cepat rebah kan wanita itu di atas ranjang." Tekas wanita itu memerintah.
tubuh Tara telah berada di atas ranjang. wanita itu juga memerintahkan agar supir itu membuka seluru baju atas Tara. Dan akhirnya Tara telanjang setenga badan. Sungguh ironis wanita itu, dia juga meminta supir tersebut untuk berpose berdua di samping tubuh telanjang Tara. Dengan senang hati juga sang supir memeluk, mencium pipi kanan Tara.
Akhirnya foto yang di inginkannya berhasil ia dapati. Dia tersenyum penuh kemenangan.
Dia menghampiri Tara. Kemudian menyentu wajah itu.
"Apa menurutmu kamu terlalu pintar pintar hm. Kamu pikir, kamu bisa mengalahkan aku, tapi aku rasa kamu tidak akan pernah bisa merebut Kheno dari ku, bahkan aku yang akan membuat kheno dan keluarganya membenci mu lalu kemudian mengusirmu, Tugas mu telah selesai cepat antar wanita murahan ini ke apartemen nya"
"Baik boss!"
pasti kalian sudah menebak bahwa wanita licik itu adalah putri yah tebakan kalian benar. Dan tentu saja supir yang Tara tumpangi adalah bagian dari rencana putri.
Kheno sibuk mencari keberadaan Tara yang tak kunjung pulang dari kantornya. Dia sudah beberapa kali menghubunginya tapi, handphone Tara tidak aktif. Lelaki itu kini telah berada di depan halaman kantor Tempat Tara bekerja. seorang penjaga di kantor pun segera menghampiri kheno.
Kheno bertanya kepada sang penjaga.
Apakah semua orang di dalam kantor telah pulang. Penjaga lalu menjawab. Semua orang telah banyak yang pulang. Seketika itu Kheno merasa kebingungan di mana istrinya itu berada.
Sungguh pintar trik yang mereka buat. Tara duduk di belakang kemudi seperti semula.
Setelah sampai di apartemen.
Supir tersebut. Segera meminta Tara untuk bangun karena telah sampai.
"hemmm apakah telah sampai,." Ucapnya setelah bangun dari tidurnya.
"Benar." Lagi-lagi supir itu menjawab dingin.
Tara telah keluar dari Taxi. Dia berniat ingin membayar ongkos taxi, namun tiba-tiba sang supir menolak begitu saja saat ingin di bayar dan seketika pergi saat Tara bertanya kenapa di tolak.
Tara berkecamuk di dalam pikirnya, ini banyak tanda tanya.
"Eh kenapa dia menolak saat mau di bayar.? Apa dia tidak butuh uang.
Tapi rasanya terasa aneh kenapa aku tidur begitu nyenyak saat di dalam taxi dan tidak seperti biasanya?"
Dia seketika menutup matanya saat pancaran dari sinar mobil menyilaukan matanya.
"Kheno.."
Kheno langsung keluar dari dalam mobil saat dia mengetahui bahwa wanita yang berdiri tepat di apartemennya adalah Tara.
"Dari mana saja kamu aku mencari mu kemana-mana"
"maaf aku tidak bisa memberi tahumu kalau aku ada kerja lembur dan pulang malam."
"Lalu kenapa kamu tidak menghubungin ku" Kheno berucap dengan nada khawatir.
"hemm aku berusaha menghubungin mu tapi heandphone ku lobet."
"Kamu ini, lalu jika sampai ada apa-apa dengan mu bagaimana!''
"Khen..Apa kau sedang mengakhawatir kan ku?" Tara bertanya Mendadak apakah laki-laki di depannya ini benar-benar sangat mengkhawatir kan dirinya.
"Tidak aku hanya takut jika ibuku menghukumku jika sampai tidak benar-benar menjaga mu dengan baik, sudahLah aku ingin masuk."
__ADS_1
Kheno kembali lagi kemobil karena
Berniat ingin memarkirkan mobilnya.
"hooh dasar lelaki es bodoh sekali aku mau menjadi istrinya." Tara mencerucutkan bibirnya sebab kesal dengan Kheno.
padahal dari lubuk hati yang paling dalam kheno sebenarnya sangatlah memperdulikan Tara. Sehingga ia terlihat sangat takut jika sampai Tara kenapa-napa. Awalnya dulu Kheno sangat membenci Tara karena telah mengganggu hubungannya dengan putri. Tapi sekarang entah kenapa semua nya seakan berubah apa itu mungkin Kheno sudah jatuh hati pada Tara.
sudah dua jam lamanya Kheno dan Tara berada di rumah besar milik keluarga Kheno. Kheno ingin berpamitan pada ibu dan neneknya bahwa besok pagi ia akan berangkat ke new york karena pertemuan meeting penting dengan Dokter Alexander sang ketua Dokter specalis penyakit dalam di New york.
"Wah benarkah, kalau begitu ajak saja Tara sekali gus agar kalian bisa honey moon di sana"
"Ibu...ini adalah pekerjaan pentingku, tidak mungkin aku habiskan waktu untuk hal yang tidak penting"
"Ia bu lagi pula, aku masih banyak pekerjaan yang belum terurus di kantor." Tara berucap agar ibunya kheno tidak terlalu memaksa supaya dirinya ikut kheno ke new york.
"Tidak menantu ku sayang, Pokoknya ibu mau besok kau segera ikut dengan
Kheno ke new yeork."
Dengan berbagai cara bujukan akhirnya putra nya juga mau mengajak istrinya.
"Apa kamu telah memeriksa semua barang-barang mu?" tanya Kheno pada Tara. Kini mereka telah ada di pintu bandara, mereka manaikin pesawat garuda indonesia.
"Hemmm aku sudah membawa nya lengkap"
"Bagus, ayo cepat jalan. Aku tidak mau ketinggalan pesawat hanya karna kaki pendekmu."
Bagaimana bisa ia mengatakan kaki Tara pendek. Tara begitu banyak membawa beban, Kheno tidak membawa apa-apa kecuali password dan handphone miliknya sedangkan Tara ia banyak membawa barang bawaan Koper miliknya dan juga milik Kheno.
Para gadis yang ada di bandara sibuk memperhatikan setiap langkah Kheno berjalan. Mereka bilang Kheno sangat lah Tampan dengan menggunakan kaca mata hitam.
"Mata mereka Katarak kali yah tampan dari mananya coba?"
Tara ingin memukul Kheno dari jarak jauh tapi pukulannya berhenti di udara sasaat Kheno memutar balik matanya ke arah Tara.
Kheno menurunkan kaca mata hitamnya sebatas batang hidung. Kemudian ia berbalik ke arah Tara lalu segera mengambil alih dua-dua koper yang sedang di pegang Tara dan langsung menyeret kopernya.
Tara mengulum senyuman indah.
"Hey kenapa kamu melamun di sana!" Suara kheno berteriak lantang menyerukan nama Tara.
Setelah menempuh beberapa jam perjalanan akhirnya mereka berdua telah tiba di kota new york. langsung saja kheno mengajak Tara ke risort pamannya yang ada di new york.
"Wuaaahh indah sekali pemandangan nya walau terlihat dalam risort". Jelas ia sunggu bahagia toh baru kali ini dia menginjakan kaki di kota terkenal ini.
"Kheno... bisakah kamu memfoto ku sebentar." Pinta Tara dengan rasa senang nya.
"Tidak foto saja sendiri, aku sangat sibuk"
"yah sebentar saja..please ayo lah khen sekali saja" pinta Tara dengan wajah memelas.
"Haah dasar kamu ini, sini handphone nya".
"wuah terimakasih"
1
2
3
"Selesai!"
Tara lalu mengambil heandphone nya, ia melihat hasil foto yang kheno dapat. Dirinya sangat kecewa karena Kheno tidak becus dalam mengambil foto.
"Bisakah kamu mengambil gambar nya dengan benar. Bahkan pemandangannya banyak yang terpotong, lakukan sekali lagi"
"Aku harus pergi sekarang. Dan kamu tetap lah berada di sini dan jangan kemana-mana."
__ADS_1
Setelah mengatakan kalimat itu Kheno langsung meninggalkan Tara yang terlihat masih kecewa karena hasil foto yang di fotret kheno.
...
...
Saat jam 7 malam kheno belum juga kembali dari meetingnya. Tara hanya duduk di lantai dekat jendela, ia memperhatikan setiap pemandangan yang begitu indah di new york.
"Kenapa lelaki itu lama sekali. Apakah dia tidak tau aku sangat lapar, lihat lah jika dia kembali nanti aku pasti akan memakan dirinya hidup-hidup"
"Apakah kamu berusaha ingin menjadi drakula saat sedang lapar?"
Tara langsung berdiri tegak saat kedatangan Kheno secara mendadak.
"Hey drakula hanya mengisap darah manusia bukan memakan daging manusia"
"baiklah jadilah drakula malam ini juga, ini hisap darah yang ada di leherku."
"Aku tidak mau darah mu pahit." tolak Tara Seraya menutup mulutnya.
"Kalau begitu apakah darah di leher mu juga manis." Kheno memang berencana ingin menggoda Tara kembali, tapi lihat betapa lucunya dia saat kheno sedang menyentuh lehernya dengan mulutnya.
"Apa yang akan kamu lakukan. Itu sangat geli, dasar mesum."
"Hhahaha kamu sangat lucu, bukankah kamu dulu juga mesum Tara."
"Itu dulu tapi sekarang tidak"
"berhentihlah bermain-main dengan ku. Apa kamu membawa makanan untukku, aku sangat lapar."
Kheno menghentikan tawanya ia sadar bahwa sedari tadi istri bawelnya itu belum makan.
"Kebetulan aku membawa 1 bungkus spageti dan ini masih hangat dan bisa kamu makan."
"Tunggu, kenapa hanya satu. Apa kamu belum makan, jika belum ayo kita makan bersama."
"Aku sudah makan saat sehabis meeting tadi. Dan itu kamu saja makan"
"benarkah.."
"iya,,"
mereka berdua di dalam kamar dan berniat ingin tidur. Tara mengambil selimut dan bantal ia berencana akan tidur di sofa lagi.
"Kenapa kamu tidur di sofa?"
"kenapa, bukankah saat di apartemen aku biasa tidur di sofa"
"tidur lah di samping ku. Ranjang ini sangat lah lebar jadi kamu bisa leluasa tidur di sini"
"tapi aku"
"tenang saja, aku tidak berniat buruk padamu kamu hanya tidur saja di sini."
"Hmm baiklah"
Bunyi handphone Tara berdering singkat itu pertanda ada sms masuk.
dari jemes ternyata.
James
Tara aku sekarang telah mendapatkan bukti bahwa putri sekarang tenga bersama kekasihnya
Tara
bagus sekarang kamu rekam kebersamaan mereka dan kirim kepada ku ok.
James
Baiklah kamu tenang saja Tara aku pasti akan membantu mu.
Tara
terimakasih.
Tara merasa legah karena james telah membantunya dalam memecahkan sebuah masalah. Ia melanjutkan tidurnya kembali.
Sebelum tidur Tara menatap punggung Kheno yang sedang memunggungin nya.
__ADS_1
"Semoga saja kamu bisa terhindar dari ular berbisa itu, selamat tidur."