
Komplek mawar,jln agung no 180 kini Arga sudah tepat di depan rumah bertingkat dua itu. Rumahnya termaksud mewah. Ia tidak menyangka wanita yang perna di tiduri nya dulu merupakan seorang modeling.
Tin..tin..tin...
Terdengar klakson mobil tepat di depan mobil Arga, wanita yang ada di depan mobilnya mengeluarkan kepala dari balik jendela mobil.
"Woy awas! Munduri mobil mu Ngapain berdiam lama di depan pagar rumah ku!"
Sontak Arga terpaksa memundurkan mobilnya. Dan ia tentunya masih mengamati mobil yang di bawa oleh wanita yang ia cari.
Dia adalah putri yang baru saja berbelanja dari supermarket bersama ibu sambungnya.
"Babu! ayo dong buruan turun buka tu gerbang!"
Oh iya lupa semenjak kemarin satpam yang bertugas membukakan gerbang sudah di pecat karena keluarga mereka tidak sanggup untuk menbayar gaji satpam.
Renita mengangguk kemudian turun lalu membukakan gerbang agar mobil putri bisa masuk. Namun mengapa gerbang ini begitu sulit di buka, Renita sangat kewalahan sementara klakson mobil Putri terus berbunyi.
"Babu! Buruan lama banget sih! Panas nih,"
Renita dengan wajah yang memelas."Maaf Putri ibu udah usaha buat buka ini gerbang tapi sepertinya gak bisa."
__ADS_1
pada akhirnya Putri turun tangan."Ah begok gitu aja gak bisa! Sini" Putri mendorong Renita sehingga membuat wanita paru bayah itu hampir tersungkur beruntung ia dapat mengimbangkan diri dengan memegang pagar gerbang di sampingnya.
Sementara Arga muak dengan sikap yang putri yang terlalu kasar ke pada orang tua,"Gila tuh, apa dia wanita tidak waras kasar sekali sikapnya ke pada orang tua itu."
Arga membulatkan matanya di saat Putri mendorong orang tua itu, terpaksa dia turun tangan dengan turun dari mobil.
"Gak waras yah kamu! Dia ini orang tua! Gak sopan pakek dorong dorong segala!"
"Kau? Ah kau lagi kau lagi!"Putri menunjuk Arga."Bernyali besar sekali yah kamu datang kerumah ku!"
"Yah benar aku cukup bernyali besar, bernyali besar karena melihat apa yang telah kau lakukan ke pada ibu ini!"
"ooh polisi! mari kita lihat siapa yang akan di penjarakan."Arga menunjukan sebuah vidio melalui hpnya. Ia pun tersenyum jahat.
"Kau! Berani sekali kau merekam semua apa yang telah aku lakukan!"
"Kenapa apa kau takut? Selain kata kata mu yang kasar, ternyata kau sangat durhaka terhadap orang tua!"
"terus emangnya kenapa, apa kau tidak suka. wanita bukan orang tua ku! Tapi babu! Paham kau! Jelas saja aku marah karena dia tidak becus dalam bekerja"
Renita menangis sedih di tenga-tenga pertikaanya mereka. Sontak membuat Arga begitu ibah.
__ADS_1
"Tante gak kenapa-napa kan?Apa tante gak ada yang luka?"
"Tidak nak, saya baik-baik saja."
"Saya Arga tante,"
"Ah saya Renita ibunya putri."
"Ibu sambung,bukan ibu kandung,"
"Ibu, lalu kenapa wanita ini memanggil ibu dengan sebutan babu,?"
Yah Arga paham sekarang tidak perlu di jelaskan. Wanita di depanya ini benar benar keterlaluan.
"apa gerbangnya sulit di buka, yaudah kalau begitu mari saya bantu buka kan." Arga kemudian beralih membuka gerbang. Gerbang pun telah di buka dengan bantuan Arga.
"Terimakasih yah nak Arga atas bantuannya."
"Iya sama-sama buk."
Tadinya Arga tertarik untuk menjadi kan Putri menjadi salah satu modeling nya tapi karena hal tak terduga yang terjadi di hadapannya jadinya Arga mengurungkan niatnya.
__ADS_1