Touch Me My Docter

Touch Me My Docter
Malam Pertama Gevan


__ADS_3

Gea sangat bingung apa yang harus ia lakukan sekarang ia menjadi canggung sendiri rasanya sementara Irvan masih di dalam kamar mandi belum juga keluar. Bahkan gaun pengantin yang ia pakai sedari tadi belum juga terlepas dari tubuhnya.


Dan bodohnya Gea, ia sama sekali tak memiliki baju untuk di ganti saat mandi nanti dan saat ini ia baru saja ingat jika mbak Tara memberinya satu sel koper berukuran sedang tentunya Gea sudah mengira isi di dalam koper tersebut adalah baju tidur.


Kedua mata Gea membulat di saat ia baru saja membuka apa yang ada di dalam koper tersebut. Baju dinas malam yang begitu sexy dengan paduan warna merah maroon. Bertepatan dengan kepanikannya saat ini pun Irvan baru saja keluar dari dalam kamar mandi.


Wow. Ini baru pertama kali seumur hidup melihat seorang pria bertelanjang dada sehingga sukses membuat Gea menelan ludahnya.


"Sayang apa yang kamu lakukan di bawah sana, apa kau tidak ingin mandi?"Irvan bertanya seraya mengelap-elap rambutnya yang basah dengan handuk kecil.


"Iya mas, aku ingin mandi!"Ucap Gea sembari menutup koper itu kembali.


"Ini handuknya, dan di dalam sana juga ada sabun serta shampo khusus untuk wanita."


Dengan wajah yang tertunduk Gea menerima uluran handuk tersebut dari tangan Irvan.


"Terimakasih mas,"Ucap Gea sembari memajukan langkahnya ke dalam kamar mandi.


Di dalam kamar mandi rupanya Gea masih berpikir lama antara mau menerus kan mandi atau tidak, sementara jika ia mandi maka tidak akan ada baju ganti, jujur Gea tidak berharap untuk memakai baju dinas malam pemberian mbak Tara.


Dari luar kamar mandi terlihat Irvan sedang menaikan suhu ac di ruangan itu karena menurutnya suhunya masih terasa panas, namun samar-samar Irvan mendengar jika tidak ada suara air yang menyala dari dalam kamar mandi.


"Sayang..apa yang kamu lakukan di dalam sana, apa kau belum juga mandi?"


Mendengar Irvan yang tenga memanggilnya membuat Gea terkesiap antara harus berbuat apa.


"Ah, i iya aku mandi mas...aaggg...!!"Sial karena pecicilan membuat Gea terpeleset karena lantainya yang licin bahkan gaun pengantinnya juga robek dan basah.

__ADS_1


"Sayang apa yang terjadi..!!"Irvan masuk ke dalam kamar mandi begitu saja, matanya membulat ketika melihat Gea dalam posisi terduduk."Sayang sini aku bantuin, kamu gak apa-apa kan?"


"Kok mas masuk sih,"


"Kenapa? Masak aku diam saja ketika mendengar istri ku terjatuh. Lagi pula kenapa kau belum juga mandi?"


Mata gea menatap kosong pada gaun pengantinya yang robek karena ketarik saat ia terpeleset tadi.


"Gaunnya mas, maaf aku tidak sengaja membuatnya robek,"


"Tidak masalah asal kamu baik-baik saja,kalau begitu ayo aku bantu berdiri"


Gea pun telah berdiri karena di bantu oleh suaminya Irvan.


Irvan lama berdiri di samping Gea sedangkan Gea suhu tubuhnya seakan memanas ketika melihat Irvan menatap intens dirinya.


"Aku ingin melihat mu mandi atau tidak soalnya aku hampir 1 jam menunggu mu di kamar akan tetapi saat aku lihat kau sama sekali belum mandi. Katakan apa kau masih canggung?"


Gea terdiam sesaat sembari memainkan kedua jamarinya.


"Aku tidak punya baju untuk di salin nanti,"


"Kenapa tidak memakai baju yang ada di koper yang kamu lihat tadi?"


"Aku malu mas,"Ucap Gea sembari menundukan kepalanya lebih dalam.


"Kenapa harus malu, aku sekarang suami mu Ge, aku berhak melihat tubuh sexy istri ku sendiri,"Ucap Irvan seraya menyentuh dagu Gea untuk lebih menatap wajahnya."Kita saat ini berada di hotel jadi tidak ada siapa pun di antara kita bedua karena malam ini malam spesial antara kau dan aku"

__ADS_1


Gea tersenyum menarik kedua sudut bibirnya kali ini ia benar-benar terhipnotis dengan kalimat yang suaminya ucapkan.


"Aku akan ambilkan baju itu kesini bila perlu bersama kopernya yah,jadi setelah kau selesai mandi nanti aku ingin kau memakainya untuk ku"


...****************...


Gea memperhatian dirinya dari pantulan kaca yang ada di dalam kamar mandi, baju dinas malam ini benar-benar memperlihatkan tubuhnya yang terbuka. Ia pun mengambil nafas panjang sebelum keluar dari dalam kamar mandi.


Perlahan tanpa rasa ragu Gea pun segera keluar dari dalam kamar mandi, ia memperlihatkan dirinya yang tenga memakai baju dinas malam ini pada Irvan yang sedang terduduk di ranjang.


Sisi kejantanan Irvan bergejolak di saat melihat penampilan istrinya yang kelewat sexy dan cantik, ia pun berdiri seraya memajukan langkahnya menghampiri Gea.


Sedangkan Gea hanya bisa menundukan wajahnya karena malu di perhatikan oleh Irvann.


"Dongakan wajah mu sayang, malam ini kau terlihat berbeda. Lalu apa kau siap kita bermain, aku sudah tidak sabaran lagi untuk membuat adik bayi"Irvan berbisik lembut di telinga Gea sehingga Gea merasakan sensasi berbeda yang tak pernah ia alamin sebelumnya.


Kini Irvan mangangkat tubuh Gea dan membaringkan tubuh Gea di atas ranjang, rasa jantung berdebar kencang hadir saat ini juga, hadir di saat Irvan mulai mencium keningnya,hidung, bahkan ciuman itu berakhir lama di bibir.


Perlahan Gea terbawa suasana ia pun membalas ciuman lembut dari suaminya itu.


"Bibir mu sangat manis aku suka itu,"


Ciuman Irvan kini menurun pada leher jenjang Gea, rasa geli tercipta di sana saat perlahan-lahan ciuman Irvan beralih ke dada.


"Aku akan memasukannya, aku akan bermain pelan sehingga tidak membuat mu kesakitan,"


Dan terjadilah malam ini, malam yang indah bercampur romantisnya malam pertama.

__ADS_1


__ADS_2