
Kini sebuah mobil telah sampai di parkiran utama rumah mewah, bahkan rumah besar itu sama sekali tak berubah hanya sebagian cat nya saja yang sedikit berubah.
Tara setelah turun dari mobil matanya berkaca-kaca kejadian di masalalu teringat kembali,Kheno merangkul Tara."Sudah jangan di ingat lagi, ibu akan senang ketika melihat kehadiran mu kembali."
Keano dan Kayra juga ikutan turun dari mobil mereka begitu takjub melihat pemandangan rumah besar itu.
"Waah rumah nya gede banget pi, beda sama rumah kita yang dulu!"Seruh Keano ketika memandangin rumah besar itu.
"Lihat itu di depan ada taman, sama bunga. Indah sekali"
"Kalau gitu ayo kita masuk,"Ajak Kheno pada ketiga keluarga kecilnya.
Kheno pun megendong Kayra dan Keano di sisi kanan dan kirinya. "Papi akan kenalin kalian sama oma,"
"Khen, barang-barang di dalam mobil?"
"Tidak masalah aku bisa suruh pelayan untuk memasukan semua barang-barang kita ke dalam rumah."
Tara mengangguk mengerti ia pun melangkah kan kakinya mengikuti langkah Kheno yang telah membawa kedua anaknya ke dalam.
Kini tibalah mereka di sebuah ruang tamu.
Kheno menurun kan Kedua anaknya dan menyuruh mereka duduk di sofa besar ruang tamu.
"Hussst kalian tunggu di sini yah sama mami nanti papi bakalan kembali lagi bawak omma"
"Oke pi," Kayra mengacungkan jempol sementara Keano hanya mengangguk saja.
"Aku akan membuat kejutan untuk ibu hari ini, aku ingin bilang sama ibu bahwa aku membawa tamu spesial dari bandung yaitu kamu dan kedua anak kita. Oke kamu duduk dulu di sini yah sayang" Cupp. Kheno mengecup pucuk kepala Tara di akhir kalimat.
Tara menyentuh pucuk kepalanya lagi lagi gurat kebahagiannya muncul di lubuk hatinya. Lihat lah bahkan Kheno jauh lebih romantis dari sebelumnya.
Kheno berjalan menyusuri rumah besarnya bertugas mencari sang ibu. Saat berada di ruang makan Kheno bertemu dengan dua pelayan yang tenga menyiapkan makan malam.
"Eh Tuan Kheno udah pulang!" Ucap pelayan satu.
"Di depan ada tamu spesial bibik bisa siapkan 3 gelas jus mangga sama makanan ringan lainya."
__ADS_1
"Tamu spesial?" Tanya pelayan dua.
Mereka baru 3 tahun di sini kemungkinan besar mereka tidak mengenal Tara.
"Sudahlah tidak perlu banyak bicara, tinggal siapkan saja apa yang saya perintah kan oke."
"Baik Tuan."
"Lalu di mana ibu?"
"Ibu ada di halaman belakang tuan, beliau tenga santai membaca majala." Jawab Pelanyan satu.
"Apa majala itu lebih terlihat menarik bu, di banding aku anak mu ini yang baru saja pulang dari kota."
Vania menutup majala nya ia begitu terkejut melihat Kheno sudah datang. Pasalnya Kheno tidak mengabarinya kalau akan pulang.
Kheno Pun berjalan menghampiri ibunya dan memeluknya.
"Aku sangat merindukan ibu,"
"Ya ampun Khen, bayangin saja ibu sangat kesepian saat kamu tinggal padahal kerjaan mu di kota santai santai saja, tapi kenapa kamu selalu sok sibuk"
"Apa yang kamu maksud dengan spesial khen?"
"Dan kebetulan Kheno gak sendiri pulang ke sini. Tapi Kheno juga bawak 3 tamu spesial pasti ibu senang dan bahagia melihatnya."
"Siapa khen, tamu mu itu. Apa seorang dokter?"
Kheno menggeleng, dia tidak ingin berlama-lama lagi menunda mommen kebahagiaan ini pada akhirnya Kheno menuntun sang ibu untuk menemui tamu spesialnya di ruang tamu.
Wanita paruh bayah yang masih terkesan awet muda itu pun merasa heran ketika melihat tamu spesial yang Kheno maksud terlihat satu wanita yang duduk membelakangi nya dan ia juga dapat melihat dua anak kecil yang berlarian mengelilingi meja ruang tamu.
"Keano Kayra duduk, jangan lari larian gak sopan. Nanti kalian bisa jatuh," Tara memperingati kedua anaknya supaya tidak main kejar kejaran di sekitar meja.
"Khen, suaranya sepertinya nampak tidak asing?"
Tara pun berbalik, ia menarik senyumannya ketika melihat Kheno berdiri bersama wanita paruh bayah. Mata Tara berembun, tak lama air mata menetes membasahi wajahnya.
__ADS_1
Sama hal yang di rasakan Vania lebih dari apa yang di rasakan Tara, debaran di jantung begitu kencang ketika menyaksikan pertemuan setelah 6 tahun lebih berpisah.
"T-ara kau kah itu?"
Tara berjalan menghampiri ibu mertua nya itu.
gelombang air mata bertambah deras ketika mereka sudah seling memandangi dan itu berakhir dengan sebuah pelukan yang sangat lama.
"Hu hu hu Tara,maafkan ibu nak,maafkan ibu,maaafkan ibu yang tak mempercayai mu kemarin,maafkan ibu yang sudah menuduh mu yang tidak-tidak waktu itu!" Vania menangis haru menyesali perbuatan nya waktu dulu.
Kheno tersenyum menyaksikan momen ini, tak lama air matanya juga terjatuh.
"Sudahlah ibu, sudah. Tidak ada yang perlu di sesalin sekarang aku udah memaafkan semuanya," Tara mengusap air mata di wajah ibu mertuanya dengan jemarinya.
Vania memukul lengan Kheno."Anak durhaka! Harusnya kamu sudah bertemu Tara dan bilang dulu kalau mau bawak Tara kerumah ini!"
"Kan namanya kejutan,oh iya itu 2 kejutannya lagi," Kheno menunjukan dua anak kecil yang sedang bermain lompat lompatan di atas sofa empuk itu."
"Keano Kayra sini!" Panggil papi mereka alhasil mereka berhenti bermain.
Vania menelusuri dua wajah kembar itu secara bergantian, terlihat jelas di wajah kembar itu gambaran dari wajah Tara dan juga Kheno.Vanian bergantian memandangi wajah Tara dan Juga Kheno.
"Mereka kok mirip kalian?"
"Keano Kayra ini omma, ayo cium tangan omma dulu,"
"Hallo omma,"
Deg. Bulir air mata menetes lagi membasahi wajah Vania.
"Omma, ini anak kalian?" Tanya vania terlihat haru.
"Iya bu. Ini anak aku dan anak Kheno."
"Oh astaga, ibu gak nyangka punya cucu apa lagi mereka cantik dan tampan hiks"
Vania duduk menyamai posisi cucu nya itu ia memeluk kedua nya erat, dan bahkan mencium wajah mereka berkali-kali.
__ADS_1
"Cucu omma hiks hiks hiks! Maafin kesalahan omma nak."