
Tanpa terasa malam begitu cepat menampakan pagi hari, terlihat seorang wanita yang masih menggeliat di atas ranjang yang berukuran besar. Tubuh wanita itu masih tertutup selimut sebatas dada.
Ia mulai mengerjap kan mata tak kalah sinar matahari nampak menyinari matanya. Wanita itu menarik tangannya di atas kepala, rasanya sangat capek, lelah seperti telah melakukan sesuatu.
"Babu! Siapkan aku sarapan sekarang juga!" Teriaknya dalam mata yang sedikit terbuka ia rupanya belum setenga sadar.
"Siapa yang kamu maksud babu hm?"Ada suara asing,suara seorang laki-laki yang berada di kamarnya.
"Ha siapa kamu! Kenapa masuk ke kamar ku begitu saja!" Putri mulai membuka seluruh matanya, "Loh kok sejak kapan cat di kamar ku berubah menjadi hitam?"
"Ini hotel, bukan kamar mu!"
Dan Putri berteriak ketika membuka selimut ia dalam kondosi telanjang tanpa sehelai benang pun." Aaarggg....,kenapa ini apa yang kamu lakukan pada tubuh ku ha!" teriak Putri sembari memperat selimut yang menutupi tubuhnya.
Arga dia Arga bahkan Putri sangat marah melihat kondisinya seperti ini.
__ADS_1
"aku puas dengan jasa mu semalam, rupanya kamu pemain terhebat." Arga mengacungkan jempol dan tersenyum jahat.
Putri tidak terima ia melempar kan bantal guling yang ada di atas ranjang tepat mengenai tubuh Arga."Ah gila kamu! Brengse*! Apa salah ku pada mu?" Putri menangis itu air mata sesungguhnya.
Arga berjalan mendekati putri, ia duduk di tepi ranjang."Sudah lah itu sudah terjadi andai saja semalam kamu tidak mabuk parah pasti semuanya tidak akan seperti ini, kenapa di tutupin aku sudah lihat semua nya. Ayo buka saja."
Arga beralih membuka selimut itu pada tubuh Putri tapi belum sempat Arga menyentuh selimut itu putri malah ingin menampar Arga kembali. Tapi kali ini Arga berhasil menangkis tangan Putri yang berusaha menampar wajah tampanya.
"Kamu itu gak usah munafik, bukan kah kamu sama saja seperti wanita murahan pada umumnya. Jadi jangan sok nolak padahal kamu sendiri tidak perawan lagi." Lagi-lagi senyuman jahat itu muncul lagi.
Rasanya begitu sakit, dan meringis baru kali ini seorang lelaki menyakiti nya hingga ke relung hati beda dengan lelaki sebelumnya.
ia menutupi wajahnya dan menangis terseduh seduh.
"Hiks hiks hiks kenapa nasip ku sangat sial seperti ini.."
__ADS_1
Arga pun berdiri ia mengambil dompet di dalam saku celananya. Ia mengambil cek dan menulisnya.
"Ini ada cek 25 juta," Arga menaru cek tersebut di dekat Putri.
Putri perlahan menurunin tangan yang menutupi matanya. Ia melihat di mana seorang lelaki jangkung masih bertelanjang dada.
"25 juta setidaknya cukup untuk jasa mu semalam bisa jadi itu nilai yang besar karena mana ada lelaki hidung belang yang memberi mu uang segitu. Paling tidak mereka hanya memberi 1 juta paling besar."
putri menghela nafas, ia menggigit bibir nya tidak lupa kedua jemarinya saling menggenggam.ia bukan wanita malam kenapa harus ada yang membeli jasanya, Ia merasa terhina oleh lelaki asing yang begitu ia benci.
"Tidak usah terbawa dendam, dendam itu tidak baik justru itu akan merugikan orang lain." Kata Arga dengan kalimat bijak yang benar, rupanya ia telah rapi dengan baju yang ia kenakan semalam.
Putri masih melihat Arga dengan padangan tidak sukanya. "kamu itu emang lekaki brengse* yah bukan kah aku wanita yang kamu benci tapi mengapa kamu malah meniduri ku?"
"Yah aku memang tidak suka akan sikap mu yang angkuh tapi untuk kata lain seperti your body l like, aku menikmatinya."
__ADS_1
"Dasar cowok gila!"
"Sudahlah aku harus pergi sekarang juga, kamu boleh kapan saja keluar dari hotel ini bebas!" Arga mengidip mata kan mata sebelum beranjak dari kamar hotel.