Touch Me My Docter

Touch Me My Docter
Merestui Hubungan Gevan


__ADS_3

Semua keluarga besar Vania kini telah berkumpul di meja makan untuk melakukan sarapan pagi, terutama Ibu Marni dan juga Gea karena Vania telah menganggap keduanya sebagai keluarga.


Tapi sedari tadi mereka tidak melihat Kheno dan Tara sebab biasanya mereka selalu lebih dulu berada di ruang makan.


Baru saja mereka berdua di pertanyakan pada akhirnya mereka menongolkan diri.


"Pagi Bu, pagi ibu Marni dan pagi semuanya"Sapa Kheno pada mereka semua.


"Pagi juga papi.."


"Silakan duduk sayang.."


Kheno menarik sebuah kursi agar mempermuda Tara untuk duduk, dan Tara dengan wajah cerahnya berterimakasih kepada suaminya.


"Khen, Tara ada apa dengan kalian pagi ini?"Vania bertanya penasaran.


"Iya Bu Vania nampaknya pak Kheno dan juga Bu Tara di landa kebahagiaan."Tebak Bu Marni.


"Jadi Ibu sama Bu Marni ingin tau kenapa kita jadi sebahagia ini?"


"Ih, dasar anak nakal yasudah cepat katakan!"


Kheno kesakitan saat lengan tangannya di tampol oleh ibunya.


"Ibu, sakit!"


"Iya kamu itu kalau pengen ngomong jangan setenga-tenga ayo to the poin saja"


"Sudah-sudah kali inu biar aku saja yang bicara"Ucap Tara sembari mengambil alat tes kehamilan yang ada di saku celananya. "Ibu coba lihat ini."

__ADS_1


Vania mengambil benda yang tak asing tersebut dari tangan Tara, dan detik kemudian senyuman yang merekah terlihat saat ini juga.


"Tara kau hamil!"


"Iya aku hamil Bu,"Ucap Tara yang membenarkan kalimat ibunya.


Dan Bu Marni yang penasaran juga melihat alat tes kehamilan itu dari tangan Vania.


"Wah iya Bu Tara emang hamil , selamat kalo gitu Bu Tara."


"Iya Bu Marni intinya saya seneng sekali akhirnya saya dapat cucu baru lagi."


"Tuh kan sekarang sudah terjawab mengapa kita berdua sesenang ini."Ucap Kheno.


Vania menyentuh perut Tara yang memang sedikit membuncit.


"Sekitar 4 bulanan Bu, tapi yang jelas kemungkinan siang ini aku akan membawanya ke dokter kandungan."


"Bearti bentar lagi aku bakalan punya adik bayi dong..semoga aja adik bayi nya perempuan supaya bisa di ajak main barbie."


"Tidak Kayra, adik bayi tidak mungkin perempuan! Mami kalau bisa nanti bilang ke adik bayi yah saat keluar nanti harus jadi bayi laki-laki supaya Keano ada temen main mobil-mobilan."


"Jangan mi, pokoknya aku mau nya adik bayinya perempuan!"


"Keano Kayra udah jangan berantem dong nanti adik bayi yang ada di dalam perut mami jadi sedih melihat kalian semua berantem."Gea menasihati Kekay agar tidak berdebat masalah bayi.


"Emang adik bayi di dalam perut mami bisa nangis yah tante, tapi kok kita gak dengar."


"Yah jelas gak dengar lah, kan adik bayinya nangis pelan-pelan. Udah kalian jangan kayak gini intinya nanti kalau yang lahir laki-laki atau perempuan yang terpenting mereka sehat."

__ADS_1


"Tuh dengerin nasihat mami , kalian harus percaya sama mami yah."


"Iya tante,"


...****************...


"Ma, keberadaan Sonya rupanya sudah ada titik terang dan kita tinggal menunggu saja hasil dari penyelidikan polisi."


Suara Irvan menganggetkannya dari belakang padahal saat ini ia tenga memakan kue tart coklat dari Gea waktu itu.


"Ir irvan, rupanya kau sudah datang."


"Mama makan kue tart dari Gea?"Irvan dapat melihat jelas kue tart sudah habis setanga di atas meja. Mulut mamanya yang terlihat belepotan sudah terbukti jika sang mama memakan kue itu.


"Yah, karena nanti mubazir saja di dalak kulkas yasudah mama makan saja."


"Kalau mama suka kuenya nanti aku akan suruh Gea membuatkanya saja lagi untuk mama"


"Tapi Irvan kenapa tidak secepatnya saja kau dan Gea itu melangsungkan pernikahan."


"Apa mah. Apa aku tidak salah dengar, jadi mama setuju jika menikah dengan Gea!"


"Yah, mama setuju dan mama juga yakin Gea wanita yang baik tidak seperti Sonya."


"Yess, aku seneng dengernya.kalau kayak gini minggu depan aku sanggup menikahi Gea ma."


"Yah. kau benar, tapi sebelum itu segera lah pertemukan mama dengan orang tuanya Gea."


"Yah baiklah ma,"

__ADS_1


__ADS_2