
Sebuah mobil berhenti tepat di depan Keano dan Kayra yang saat ini sedang menunggu jemputan sopir untuk pulang kerumah.
Seorang wanita dengan tampilan berambut pendek dan berkaca mata itu pun keluar dari dalam mobil.
Yang tak lain wanita itu adalah bu Mely guru baru Keano dan Kayra yang baru mengajar di sekolahnya selama 3 hari.
Kemudian bu Mely bersimpuh pada keduanya.
"Kalian kok belum pulang?" Tanya bu Mely heran.
Kayra menampilkan senyumannya ketika melihat bu Mely datang.sedangkan Keano hanya diam saja.
"Karena pak supir belum jemput dateng bu"
Biasanya kalau guru lama jika jam kelas sudah selesai maka sang guru itu akan mengirim pesan di grup ibu-ibu wali murid untuk menjemput anaknya di sekolah, sebab di sekolah ini tidak di himbaukan bagi anak-anak untuk bermain hp. Tapi berbeda dengan guru baru ini ia bahkan terlihat sengaja mengirim pesan pada satu persatu wali murid agar menjemput masing-masing anak mereka di sekolah tanpa terkecuali orang tuanya sih kembar.
"Kalau begitu di mana rumah kalian, bagaimana ibu saja yang antarin kalian kerumah." Bu Mely menawarkan diri untuk mengantar sih kembar kerumahnya.
"Hmmm...makasi yah bu kita mau nungguin pak supir aja pasti bentar lagi dateng kok,"
Ucap Keano meyakin kan.
Bu Mely sangat paham raut wajah Keano yang nampak terlihat curiga terhadapnya tapi ia tidak boleh menyerah.
__ADS_1
"Bukan begitu masalahnya sekolah ini udah sepi karena sebagian dari murid-muridnya udah pada pulang, kalian gak mungkin lah ibu tega ninggalin kalian di sini."
Keano tampak menggigit bibir atasnya mukanya celingak celinguk mencari mobil yang akan menjemput mereka di sekolah, begitu pun juga Kayra yang menghusap wajahnya kasar karena keringat.
"Ayo masa kalian meragukan ibu, gak mungkin ibu bertindak jahat pada kalian sedangkan kalian saja murid-murid ibu,"
"Rumah kita ada di komplek jlxxx bu," sahut Kayra.
"wah sepertinnya searah sama rumah sepupunya ibu yaudah ayo tunggu apa lagi kalian udah ikut ibu aja."
Lama mereka berpikir pada akhirnya pun mereka setuju untuk ikut dengan bu Mely.
Ternyata supir yang bertugas menjemput sih kembar mobilnya tiba-tiba mogok di jalan hal itu membuat Tara yang saat ini sedang menjaga toko kue jadi merasa khawatir.
Segera Tara mematikan panggilan telponya dan beralih menelpon Kheno. Namun sialnya nampaknya Kheno sedang sibuk sehingga Tara yang saat ini menelpon berkali-kali tidak di angkat.
Kini bu mely sudah sampai di rumah sih kembar, dan sih kembar pun turun dari mobil tersebut.
"Bu mely makasih yah udah antari kita kerumah."Ucap Keano yang saat ini sudah turun dari mobil bu Mely.
"Sama-sama Keano,"
"Yaudah bu kita masuk dulu yah dadah..."
__ADS_1
Kini sih kembar telah lenyap dari pandangan bu Mely, tapi bu Mely nampaknya masih setia memarkirkan mobilnya tepat di gerbang yang sedikit terbuka itu. Perlahan bu Mely melepas kaca matanya.
"Sudah lama tidak melihat rumah ini bukan kah seharusnya aku yang menjadi nyonya besar di rumah ini dan bukan wanita murahan itu, tapi Tara kau lihat saja nanti permainan yang sesungguhnya akan segera di mulai."bu Mely menyeringai jahat, namun tak lama ia kembali melajukan mobilnya sebelum gerak-gerik mencurigakan dari dirinya ketahuan.
Drrtt..
Sebuah nada panggilan telepon menghentikan Tara saat ia ingin memesan taxi online.
Ibu Mertua.
"Hallo bu,"
"Hallo Ra, sekarang kamu gak perlu khawatir yah, soalnya Keano sama Kayra udah pulang."
"Yang bener Bu,"Tanya Tara memastikan sekali lagi.
"Iya bener, masa ibu bohong."
"Oh syukurlah kalau begitu,"
"iyah jadi kamu gak usah khawatir lagi yah."
"Oh iya bu,bentar lagi aku pulang ibu mau aku bawakan kue kesukaan ibu gak, itu buatan aku sendiri loh."
__ADS_1
"Oh boleh-boleh, bawa saja kesini."
"oke bu.bye"