Touch Me My Docter

Touch Me My Docter
Harusnya Kau Mengerti


__ADS_3

Tara mengedarkan pandangan matanya ke seluruh rumah.


"Keano...! Kayra...!"


"Iya mih...!!"


Tak lama orang yang di panggil Tara pun menyahut, seketika Tara bernafas legah.


Langsung saja Tara memeluk keduanya.


"Hooh mami hampir cemas tau gak mami kira kalian bakalan lama nunggu di sekolah!"


"Ra apa yang kamu cemaskan sudahlah yang terpenting sekarang mereka udah pulang dengan selemat,"Sahut Vania ibu mertuanya Tara yang datang menghampiri mereka.


"Udah mobil yang biasa jemput mereka mogok terus di tambah Kheno gak angkat telpon, bertambah sudah kepanikan aku bu."


"Mami jangan khawatir yah kita tadi ada yang anterin kok,"Ucap Keano.

__ADS_1


Mendengar penjelaskan Keano sontak membuat Tara sedikit berpikir.


"Emang siapa yang anterin kalian berdua ke rumah ini?"


"Kemarin kan kita cerita sama mami bahwa di kelas kita ada guru baru namanya bu Mely nah bu Mely lah yang anterin kita,"


Masa bodoh dengan siapa bu Mely yang yang kedua anaknya maksud, sedikit yang Tara pikirkan jika bu Mely itu adalah seorang guru yang baik buktinya beliau mau mengantarkan kedua anaknya kesekolah.


"Ooh jadi guru baru kalian yang udah anterin kalian berdua, terus kenapa ibu gurunya gak di suruh mampir dulu."


"Enggak mi,kita gak kepikiran ke sana."Ucap Keano jujur.


"Bu, ini lo udah aku bawain kue favorit ibu."


"Wah, makin hari wangi kue ini makin menjadi-jadi Ra, pasti rasanya tambah enak"


Puji Ibu mertua Tara."Bentar yah kalau begitu ibu ambilkan pisau kecil dulu untuk potong kuenya."Ujar Vania yang saat ini tenga berjalan kedapur.

__ADS_1


Di malam hari Tara merebahkan diri di atas ranjang kamarnya sembari membaca buku novel, Namun tak lama Kheno datang ke kamar wajah yang terlihat lelah nampak jelas di wajah Kheno.


Sejenak Tara pun mulai menutup buku novelnya ia berdiri dan ingin membuka pembicaraan pada Kheno.


"Aku telpon kamu berulang kali kenapa gak di angkat!"Ucap Tara dengan kalimat sedikit menekan, terlihat jika Kheno akhir-akhir ini sering dingin kepadanya.


"Maaf aku terlalu sibuk."Ucap Kheno sembari sibuk melepas jas dokternya tanpa menatap pada lawan bicaranya.


Tara menghela nafas dengan perubahan Kheno akhir-akhir ini. Ia pun sedikit menghampiri Kheno saat lelaki itu hanya sibuk pada pakaianya.


"Aku telpon kamu berulang kali tadi siang padahal kau sedang online!"


"Ra, kamu tuh bisa gak sih pahamin kerjaan aku! Status aku itu sebagai apa! Aku seorang dokter Ra aku selalu sibuk dengan Vasien! Kamu tolong dong ngertiin aku!" Kheno meninggikan suaranya hal itu membuat nyali Tara sedikit menciut, dada nya bahkan terasa sesak.


"Oh,"Hanya kata oh saja yang mampu Tara ucapkan. lalu kemudian Tara balik badan menuju ranjangnya dan kembali menidurkan diri kembali.


Kheno dapat melihat ketika istrinya terlihat memunggungi nya. Ia merasa ada kata-kata yang menekan sehingga membuat istrinya kena mental. Kheno hanya geleng kepala.

__ADS_1


Saat ini Tara menangis dalam diam sambil memeluk bantal guling dan menutupi wajah,perkataan Kheno memanglah menyakiti relung hatinya.


__ADS_2