
Mendengar kabar jika Kheno masuk rumah sakit jadinya Irvan mempunyai niat untuk ke rumah sakit.
"Oh Irvan, kita mau ikut om boleh gak kita juga pengen lihat keadaan papi" Ucap Kayra kepada Irvan yang hendak pergi.
Melihat hal itu membuat Gea menghampiri Keano dan Kayra kemudian meminta keduanya agar tidak ikut ke rumah sakit.
"Keano sama Kayra di rumah aja yah kalau kalian pergi nenek sama tante bakalan kesepian dong karena gak ada temen."Gea memasang wajah sedih agar Keano dan Kayra mau menurutnya.
"Tuh, lihat wajah tante Gea jadi sedih kan di saat kalian mau pergi. kalian di rumah aja besok juga pasti papi pulang sama mami."
Bu Marni memandangi Irvan dan Gea dengan senyuman lembut melihat mereka berdua seperti melihat masa depan mereka ketika mempunyai anak. Semoga saja hubungan Irvan dan Gea akan berjalan sesuai keinginannya.
"Yaudah deh kalau begitu kita berdua tunggu di sini saja sama tante Gea sama nenek juga"Ucap Keano.
...****************...
"Selamat yah pak, karena bentar lagi bapak akan mendapatkan baby dari istri bapak. Jadi pusing dan mual-mual itu wajar, tapi saya berharap bapak harus hati-hati menjaga kandungan istri bapak."Ucap ibu dokter yang saat ini sudah memeriksa kondisi Putri.
"Apa, baby, bapak. Maaf dok saya bukan suami dari wanita itu."Ucap Arga dengan kebenaran yang ia miliki.
__ADS_1
Putri turun dari ranjang periksa pasien ia pun tak menyangkah jika dirinya hamil.
"Tidak dok, aku tidak mungkin hamil,bahkan aku belum mempunyai suami"Putri memandang intens menatap wajah Arga yang nampak linglung. Suatu memory teringat kembali saat dirinya tidak sengaja tidur dengan Arga.
"Yasudah dok kalau begitu izinkan saya untuk membawa wanita ini keluar dari ruangan ini yah dok."Arga berdiri dan langsung merangkul tubuh Putri untuk segera keluar dari ruangan ini.
"Baiklah silakan pak,"
Setelah semua terasa aman dan tidak ada siapa-siapa barulah Putri memberontak dengan memukul mukulin dada bidang Arga.
"Dasar...!!karena ulah mu, aku jadi hamil, pria kepar*t..!! Argg...!!"
Plakk...
Putri menampar Arga dengan tangisnya yang histeris.
"Dasar brengsek, aku memang bukan wanita baik-baik tapi bukan bearti aku merelakan diri ku untuk di tidurin sembarang pria kecuali pria yang aku cintai, kau pria yang jelas-jelas tidak aku kenal malah merenggut semuanya dari ku!! Apa salah ku pada mu ha!!!"
Arga memegang wajahnya yang terasa panas, di tampar oleh seorang wanita bukan kah ini pengalaman pertamanya. namun Arga pria sejati ia tidak akan membalas tamparannya darinya kepada Putri.
__ADS_1
Orang-orang yang lewat memandang Arga dan Putri sebagai pasangan yang sedang ribut.
"Apa yang harus aku lakukan aku tidak ingin hamil sekarang hiks hiks hiks.."Putri menangis sedih sehingga ia merosot terduduk lemah.
"Mari kita melakukan tes DNA dan jika itu bayi hasil dari peruatan ku maka aku akan bertanggung jawab."Ucap Arga tanpa ragu-ragu.
...****************...
Tak lama kemudian Kheno sudah mulai sadarkan diri, hal itu membuat semua orang yang menunggu di ruangan luar pun merasa tenang.
Dari keluarga Arga hanya mamanya saja yang datang kerumah sakit untuk melihat keadaan Kheno.
"Arga kok gak kelihatan yah mbak?"
"Katanya tadi Arga mau ke toilet, tapi sampai sekarang belum kembali kesini"
"ooh gitu, tapi apakah toiletnya ada luar sana sehingga dia lama."
"Tunggu saja, pasti bentar lagi pasti Arga akan kembali."
__ADS_1