Touch Me My Docter

Touch Me My Docter
Bulan Madu Mereka


__ADS_3

Suasana di dalam resort menjadi senyap. Kedua orang itu terdiam dan fokus ke hal masing-masing. Tara melihat dari kaca jendela risort ia terlihat masih memandangi pemandangan indah dari luar. Jujur ia sangat ingin keluar untuk berjalan-jalan tapi lelaki itu melarangnya.


"Seperti security saja" ucap Tara pelan tapi masih masih terdengar oleh kheno.


Di lihat dari wajah juteknya Kheno dapat memastikan jika istrinya itu sedang marah padanya. Kendati terlihat seram justru wajah jutek Tara justru  terlihat sangat menggemaskan.


Merasa di perhatikan Tara memalingkan wajah  dan menemukan Kheno tenga meliriknya dari kaca jendela ia menaikan alis nya. "Apa?"


"Apa kamu ingin berjalan-jalan keluar?"


mendengar hal itu, Tara langsung berdiri senang. Dan wajah jutek nya telah sirna.


"Yah ayo kita berjalan-jalan keluar, kamu tau di luar sangat indah." Lagi-lagi Tara bertingkah menggemaskan dia mengembungkan pipi nya agar Kheno mau menuruti keinginannya.


"Hahaha padahal aku hanya becanda. Tidak kamu tidak boleh kemana-mana tetap lah di sini!''


"Oh baiklah kalau begitu aku akan menelpon ibu mu, karena kamu selalu berperilaku buruk pada ku"


"Apa kamu mengancamku? Baiklah lakukan saja"


"oh ok. Kamu pikir aku akan main-main, baiklah aku akan menelpon ibu lihat saja nanti betapa marahnya ibu kepada putra kesayangannya"


Tara menunjukan layar handphone nya pada Kheno. Di depan layar telah terdapat nama ibu mertua. Lalu Tara memencet tombol memanggil. Untuk sesaat masih berdering.


"Hey apa yang kamu lakukan cepat matikan''


''tidak akan, kecuali kamu mau menemani ku jalan-jalan keluar"


"aissh dasar keras kepala. Baiklah ok ok ok, aku akan menemani mu jalan-jalan keluar. Tapi sebentar saja.''


"Haa benarkah. Kamu janji"


"hmmm''        


Tara dengan cepat mematikan panggilan nya padahal nomor itu bukan nomor ibu mertua nya sungguhan 😄.


"Kalau begitu tunggulah di sini aku akan ganti baju dulu"


10 Menit kemudian


"Aku telah selesai, ayo kita pergi"


...


...


Kheno mengikuti langkah Tara dari belakang. Sebenarnya dia sangat malas untuk keluar, karena menurut Kheno tujuan ia datang kemari hanya lah untuk hal penting.


Tara tidak pernah berhenti Memberikan setiap senyuman manisnya ke orang-orang lewat di sekitar. Terkadang banyak dari beberapa pria yang lewat mengagumi kecantikan Tara.


        


   


"Waw.. she was beautiful"


"and even looks like a fairy"


ㅡㅡㅡㅡㅡㅡ


Mereka berbicara menggunakan bahasa inggris. Dan dari situ nampak


Wajah Kheno berubah padam saat mereka berusaha menggoda Tara, apa


Lagi beberapa dari mereka ada yang ingin meminta nomor heandphone Tara. Kheno langsung melebarkan langkah nya menyamai posisi Tara, lalu kemudian merangkul pinggangnya.


"Hey, my wife, let's go over there."


Kheno berucap sebari tersenyum manis.


Tara yang merasa kurang memahamin situasi ini pun mengikuti saja alur apa yang akan lakukan Kheno.


Sedangkan pria-pria yang sedari tadi ingin menggoda Tara Pun merasa kecewa karena wanita cantik itu telah memiliki suami.


Tanpa terasa pula Kheno dan  Tara kini telah berada di pusat besar wahana in new york.


"Huaaaaa apakah aku bermimpi, ternyata ini  benar di new york Kheno bisa kah kamu foto kan aku di dekat air mancur ini"


"Hmm baiklah kemarikan kamera nya". Kheno mengambil alih kamera Tara dan dia mulai mengambil scane yang bagus untuk di ambil.


Tara tersenyum puas memuji Kheno. "Astaga ini cantik sekali, kamu menabjupkan"


"Ia itu karena kondisi ku lagi mod, jika aku benar-benar tidak mod mungkin aku akan mengambil foto yang jelek sama seperti mu" kheno berucap seakan-akan mengejek Tara.


Tara pun gemas memukul pelan lengan kheno. "Bilang saja kalau aku itu cantik"


seorang pria muda tiba-tiba ia datang menghampiri Tara dan Kheno. Pria


Muda itu tenga mengantungakan kamera di lehernya, sepertinya pria muda itu adalah fotografer.


Entah kenapa ia sangat tertarik melihat kimistiry mereka Tara dan Kheno ia pun jadi sangat yakin bahwa


Mereka adalah sepasang kekasih. Pria Itu pun mulai bertanya kepada mereka.


"Permisi" ucap pria itu sopan.


"Siapa kamu?"_Kheno


''Perkenalkan saya Arga, saya adalah seorang fotografer di sini"


"Eh tunggu apa kamu bisa berbahasa indonesia"_Tara


"Ya benar saya berasal dari indonesia dan juga bekerja di sini"_Arga


Kheno sangat terusik dengan situasi ini ia melihat Tara yang terlihat begitu terpikat berbicara dengan pria asing ini. Langsung saja Kheno to the poin.

__ADS_1


"Dengar aku tidak perduli siapa atau dari mana kamu berasal yang jelas apa tujuan mu kemari"


"Ah maaf saya terlalu banyak berbicara. Begini apakah saya boleh mengambil foto kalian berdua di sini?"


    


Ketika itu pun mata Tara langsung berbinar.


"Benarkah, apa kamu mau mengambil foto kita berdua"_Tara.


''maaf kita tidak tertarik sebaiknya kamu pergi saja"


"aissh dasar lelaki es ini, selalu saja bersikap sombong"


Arga tersenyum getir menampilkan barisan gigi putihnya."Tenanglah aku bukan fotografer abal-abal kalau tidak percaya ini kartu namaku"


Arga menunjukan kartu namanya agar Kheno dapat percaya bahwa dirinya bukan fotografer abal-abal.


"Kamu lihat itu dia benar-benar seorang fotografi.. kalau begitu tidak usah banyak bicara lagi, ayo foto kami berdua"


Tara menarik tangan Kheno agar mau ikut berfoto, namun sayang Kheno menolaknya Dia menarik tangannya dari genggaman Tara.


"Aku tidak ingin!..


"Tidak pokoknya kamu harus ikut berfoto, kalau tidak maka aku akan menelpon ibu mu''


Dengan sekuat tenaga dan dengan berbagai ancaman akhirnya Kheno luluh dan menuruti keinginan Tara.


Arga tersenyum cerah ketika melihat tingkah lucu mereka berdua lalu segerahlah ia mengarahkan kamera nya ke arah mereka.


"1...2...3...


Sudah 15 menitan mengambil foto namun Arga sedikit kecewa dengan hasil foto yang ia dapat. Kheno dan Tara masih terlihat begitu kaku saat di foto, jadi dia ingin meminta keduanya untuk lebih melakukan hal yang lebih romantis.


"Maaf tuan Kheno bisakah anda melingkarkan kedua tangan anda di pinggang istrimu, dan anda nyonya bisa kah kau menggantungkan tangan anda pada leher suami anda?"


"kenapa harus seperti itu, jadi seperti banyak aturan_Kheno


"saya hanya ingin mencari angel yang pas untuk kalian berdua."


Tidak ingin mendengarkan penjelasan lagi dari sang fotografer kini Kheno telah menaru tangan di pinggang ramping Tara begitu pun Tara yang menggantungkan tangan nya di leher Kheno mereka di suruh untuk saling menatap dalam dekat seperti akan berciuman.


Beberapa hal yang mulai di rasakan Kheno dan Tara.


Kheno pov


kenapa jantung ku berdebar tidak karuan di saat Tara menggantungkan lehernya di leher ku, serta tatapan matanya tak lepas dari pikiran ku sehingga membuat ku begitu nyaman ketika menatap matanya apakah aku mulai jatuh cinta padanya.


Tara pov


sudah berulang kali aku merasakan perasaan ini, jantung ku terus saja berdebar di saat dia menyentuh setiap inchi dari tubuhku,apa mungkin aku telah jatuh cinta kepada nya tapi aku takut dia tidak mencintai ku.


"Wauuu ini keren, kalian sangat romantis saat melakukan momment ini,"


Selesai mengambil foto mereka.


"Hellow apa yang kalian berdua masih sangat ingin melanjutkan adegan itu"_Arga.


Mendengar hal itu Tara yang merasa malu langsung menjauhkan dirinya dari Kheno. ia langsung berlari menghampiri Arga untuk melihat hasil fotonya.


Setelah seharian penuh berjalan-jalan berjalan-jalan bersama Kheno sungguh membuat dirinya seakan penat. Ia berada di risort sendiriian karena Kheno sudah meninggalkan risort sejak jam 5 sore tadi sekarang sudah jam 8 malam. Tara memutuskan untuk duduk diri di balkon luar sambil melihat foto-foto yang tadi pagi.


Kheno sudah menuntas kan jadwal nya untuk bertemu klien-klien penting di sebuah mall besar di new york. Kini dirinya sedang perjalan pulang ke risort namun langkahnya terhenti ketika dirinya melihat tokoh berlian. Ia langsung menghampiri tokoh berlian itu. Dan Kheno berniat


Akan memberikan Tara sebuah hadiah,  lagi pula selama mereka menikah Kheno tidak pernah memberi kan sebuah hadia untuk Tara tapi kini ia akan membalasnya  dengan memberikan Tara sebuah kalung berlian cantik seharga 100 juta.


Malam seakan larut dan dinginnya udara seakan menusuk. Tara masih saja setia berada di balkon luar sebari menatap bintang-bintang dan juga menunggu Kheno pulang.


 


"Rupanya kamu di sini, aku sedari tadi mencari mu"


  


"ah rupanya kamu sudah pulang." Tara langsung terperanjat menghampiri Kheno.


"Apa kamu tidak dengar, aku sedari tadi menyerukan memanggil namam"


"Udara di luar sangatlah dingin anginnya menghembus kuat


Jadi mungkin karena itu aku tidak dapat mendengar mu memanggilku"


"Hmm kalau begitu tetap lah berada di dalam risort saja, aku tidak ingin sampai kamu sakit"


"kau perduli pada ku yah?"_Tanya Tara Antusias.


" Iya jika sampai kamu sakit, maka kamu akan merepotkan ku. Sudahlah aku mau mandi dulu."


Tara berdiri di depan kaca besar sebari menatap pantulan dari balik kaca. Ia mengeluh memperhatikan setiap lekuk tubuhnya.


Kheno yang telah selesai mandi memperhatikan tingkah Tara yang serasa aneh menurutnya.


"Jangan terlalu lama berdiri depan kaca, nanti takut kacanya pecah!"


" berhentihlah mengejekku, hey apa ia setelah wanita menikah apa bentuk tubuhnya akan berubah draktis?"


"Aku tidak tau, kenapa apa setelah menikah dengan ku bentuk tubuh mu berubah"


"ia aku merasa, aku gemukan"


Melihat Tara yang mengeluh akan bentuk tubuhnya yang berubah membuat Kheno yang seakan gemas. Kheno melihat penampilan Tara dari bawah sampai atas. Lalu Kheno berbisik mesra ketelinga kiri Tara.


"Hal itu telah biasa terjadi karena kita


 Sering melakukan hubungan intim"

__ADS_1


"Dasar lelaki gila, menyingkirlah dari ku"


Tara menjauhi Kheno dengan duduk di tepi ranjang. mungkin saat ini adalah saat yang tepat untuk memberikan Tara kalung berlian itu.


Kheno duduk di samping Tara.


"Aku punya sesuatu untuk mu"


"sesuatu apa?"


"sebaiknya kamu pejamkan dulu mata mu"


"Kenapa harus memejamkan mata, apa kamu ingin mengerjai ku"


"Tidak, mana mungkin. Ayolah tutup mata mu dulu"


"Hmm awas saja jika kau ingin mengerjai ku"


Sudah memejamkan mata dan tinggal


Menunggu kejutan apa yang di maksud Kheno.


         


"sekarang buka matamu"


betapa terkejutnya Tara ketika melihat kalung berlian indah yang tergelantung tepat di depan matanya


 


 


"Apa ini untukku?"


"tentu dong, ini merupakan hadiah pertama ku untukmu"


"Mau aku pakaikan"


"hmm iyaa.."


...


...


"Bagiku ini adalah kalung terindah yang perna aku pakai"


"Apa kamu suka dengan kalungnya"


Sambil mengulum senyum yang indah. Tara pun membalas bahwa dia sangat menyukai kalung yang di berikan Kheno untuk nya.


"terimakasih khen," Tara memeluk tubuh Kheno erat.


Kheno tersenyum"jangan erat dong nanti aku nafsu lagi hehe"


sejenak Tara menjauh kan tubuhnya. "ih apaan sih, iyaa sorry."


"loh kenapa gak meluk lagi?"


Tara seketika menunduk sedih dengan Memegang bandul kecil berliannya.


"Khen maafkan aku karena aku telah merusak hubungan mu dengan putri aku tau kamu mencintai putri tapi karena kehadiran ku akhirnya hubungan mu dengan putri merenggang"


"apa yang kamu katakan, hubungan ku dengan putri sampai kini baik-baik saja jadi jangan khawatir"


"Lalu apa kamu ingat sebuah kontrak yang kamu buat sebelum pernikahan?"


"yah aku ingat"


"tanpa terasa bahwa kamu telah melanggar beberapa kontrak itu, dengan menyentuh ku"


"Maaf aku akuin bahwa aku salah"


"hmm tidak apa-apa kamu tidak salah ketika melakukanya lagian itu adalah kewajiban"


Rasanya Tara sangat menginginkan Kheno mengatakan perasaannya malam juga, karena Tara juga butuh sebuah kepastian darinya agar perasaannya untuk Kheno tidak sia-sia.


Sebelum air mata yang sedari tadi di


Tahan nya mengalir deras di hadapan


Kheno  jadi Tara memilih untuk tidur duluan.


"Kalau begitu aku tidur duluan, dan selamat malam'' ucapnya dengan memunggungin Kheno.


sebelum Tara sampai di tepi ranjang, Kheno memeluk tubuh Tara dari belakang. mencium serta ******* leher belakang Tara.


tubuh Tara meremang karena perbuatan Kheno.


"Khen apa yang kamu lakukan?lepaskan."


"ini malam terakhir kita aku ingin kita tidak menyia nyiakan bulan madu kita."bisik kheno lembut di telinga Tara.


segera Kheno mengendong Tara ke atas ranjang, Sedangkan Tara menerima saja apa yang akan Kheno lakukan padanya.


Kheno membelai wajah cantik Tara Tara kemudian mencium kening,kedua wajah Tara secara bergantian lalu kemudian ia beralih ******* bibir cerry Tara dengan lembut dan lebih dalam.


"bibir mu sangat manis, aku suka itu."


sebelum Tara membalas ******* dari Kheno, Tara sempat bertanya.


"apa kamu tidak capek?"


"untuk urusan ini mana mungkin aku bisa capek, bahkan aku rela melakukannya sampai pagi, malam ini aku full time untuk mu."


Tara mengulum senyum, dan dengan lihai Tara mencoba mencium Kheno sebelum kheno mencoba menciumnya lagi.

__ADS_1


__ADS_2