Touch Me My Docter

Touch Me My Docter
Masih Menyimpan Kenangan Lama


__ADS_3

Hari sudah semakin malam, sementara Tara benar-benar lupa untuk menutup tirai gorden di kamarnya. Ia berjalan menuju tirai, tetapi ia jadi malas untuk menutupnya karena ia tergiur untuk melihat lampu-lampu taman di depan kamarnya yang masih tampak menyala lembut dan sangat indah.


Ia memancarkan pandangan matanya menuju nyalahan lampu tersebut. Matanya memang menatap pada lampu-lampu taman. Tetapi sebenarnya Tara sedang memikirkan kejadian yang terjadi hari ini. Setelah merasa bosan ia segera menutup tirai gorden nya, Dan kembali untuk tidur.


Tersaat ingin memejamkan mata, ia kembali mengingat Kheno. Melainkan kejadian di masa lalunya saat bersama Kheno. Merupakan Kejadian di mana Tara menggoda Kheno, Kejadian di mana Mereka menikah kontrak, kejadian di mana Kheno dan Tara bertengkar, bahkan tiba-tiba mengingat semua itu sungguh membuat dirinya kesal.


Berkali-kali ia mengacak-acak rambutnya.


"Bodoh... bodoh… Ada apa dengan ku kenapa aku jadi mengingat kejadian di masa laluKu! Ya tuhan bahkan aku ingin sekali melupakan lelaki itu, tapi mengapa engkau malah membiarkan aku untuk mengingat pada kenangan buruk itu terlebih lagi lelaki itu!"


Tara bangkit dari tempat tidurnya, kemudian ia mengambil sebuah kotak yang sudah berdebuh dari atas lemari pakaian. Perlahan ia membuka isi kotak itu dan di dalamnya terdapat foto dirinya dan juga Kheno saat mereka berada di New Yeork. Hatinya tiba-tiba saja berdesir sehingga menimbulkan perasaan sedih.


Bagaimana sanggup untuk melupakan Kheno sedangkan Tara saja tidak mampu untuk merobek atau membakar foto-foto itu. Tara menatap foto itu dengan perasaan sedih, tanpa sadar ia mengelus foto itu. Di dalam kotak itu ternyata masih ada satu kotak kecil, kotak kecil itu berisi kalung berlian yang di berikan Kheno untuknya pada malam itu.


Tiba-tiba


Air mata Tara mengalir deras dengan sendirinya, Tersirat sebuah perasaan rindu di hatinya.


 


Walau hidup sederhana Tara sama sekali tidak berniat untuk menjual kalung berlian itu. Meskipun harga kalung itu sangat mahal tapi menurutnya kenangan yang ada di dalamnya lebih penting ketimbang uang.


                           


                         


                                                      


Kheno memejamkan kedua matanya sejenak. Menghirup udara sebanyak-banyaknya. Rasanya ketika mendengarkan ucapan Irvan yang terjadi tadi siang sungguh membuat dirinya hilang kasabaran.


Tidak menyangkah bahwa sahabat baiknya itu bisa berkata seperti itu. Bagaimana pun Tara adalah istrinya dan selamanya akan tetap menjadi istrinya. tidak ada yang boleh merebut Tara dari dirinya termaksud Irvan.


Iya ingin sekali memberi tahu ibunya tentang kabar bahagia ini, terlebih pasti ibunya akan sangat bahagia jika dia mengetahui bahwa putranya


Itu telah menemukan Tara dan kedua cucu kesayanganya.


Pagi ini Tara mengawali paginya untuk membuat sarapan untuk mereka makan pagi ini, bahkan ia juga telah menyiapkan bekal khusus untuk kedua buah hatinya. Sebagai seorang ibu yang perduli tentang kesehatan membuat Tara begitu was-was ia takut jika anak-anaknya jajan sembarangan di sekolah, apa lagi di masa pandemi sekarang.


''Pagii Mi..."


''Pagii Tante Gea...''


"Eh anak-anak pinter udah selesai yah, yuk sarapan dulu.''.Keano dan Kayra pun duduk di kursi makan sesuai titah sang mami.


Dengan telaten Tara mengambil setenga centong nasi goreng pada masing-masing piring Keano dan juga Kayra.

__ADS_1


"Makan yang banyak yah biar badannya cepet gede."


''Loh mbak, emangnya mbak pengen yah badan mereka jadi gendutan"_Gea.


"Iya mi, kalau terlalu gede ntar Keano di bilang sama temen-temen Keano jadi kingkong,"


Kayra tertawa tertahan karena di mulutnya masih mengunyah nasi goreng.


''ingat Ge, gede bukan bearti gendutan." Tara membela diri.


"Bukanya gendut sama saja dengan gendutan yah mbak.''_Gea.


''Eh ada Irvan...., silakan masuk Van..'' Tara bermaksud menggoda Gea, sampai-sampai dia bohong bahwa Irvan ada disini. Rencananya pun berhasil buktinya Gea celingak-celinguk mencari sosok Irvan.


"Cieeeeee Gea, cariin babang Vanvan yah.''


"ihh...mbak apa-apaan sih."


"Kalian tunggu di situ yah, soalnya mami mau panasin motor dulu." Pinta Tara pada anak-anaknya.


"Iya... Mi, tapi buruan yah soalnya kita takut telat nih."_Kayra


             


"Iyaa... Kayra bawel." baru saja setenga beranjak untuk manasin motor kesayangannya tiba-tiba mobil mewah bewarnah putih stop di halaman depan rumah Tara. Tara tau betul siapa pemilik mobil itu.


Sang pemilik mobil mewah itu pun keluar, lalu menyapa kedua anaknya.


"Selamat pagi... dua kesayangan papii'


"Papii……," Kayra dan Keano sepertinya begitu merasa bahagia ketika bertemu kembali dengan papi kandung mereka, sehingga kedua tubuh mungil itu memeluk tubuh Kheno dan Kheno pun membalas pelukan itu dengan sayang.


''Apa kalian sangat merindukan papi.''


''Hmm sangat pi'' Keano   


''Kenapa papi tidak tinggal di sini bersama kita saja pi, pasti mami sangat senang.."_Kayra.


Di dalam hati Tara mendengus kesal kenapa tiba-tiba Kayra berbicara seperti itu, oh tidak semoga saja Kheno menolak untuk tinggal bersamanya. Manik hitam Kheno teralihkan pada sosok wanita wanita cantik yang berdiri tepat di belakang kedua anaknya, terlihat ada ekpresi lain dari wajah jutek wanita cantik itu.


Kheno melepaskan pelukan itu, kini dia beralih untuk memeluk tubuh ramping wanita yang telah melahirkan kedua anaknya itu. Tara merasa tidak terima ketika Kheno asal memeluknya, tapi pelukan yang Kheno berikan sangatlah erat dan begitu sulit di lepas. Kheno berbisik pelan di samping telinga Tara.


"Sebentar saja, aku sangat kesepian tanpa dirimu, aku juga merindukan tubuhmu. Kau sangat cantik, aku tidak akan pernah melepaskan mu sampai kapan pun."


DAM.,

__ADS_1


Tara merasa tertegun baru kali ini Kheno mengucapkan kata-kata selembut itu padanya. Dulu ia sama sekali tidak pernah bilang bahwa Tara wanita yang cantik, apa jangan-jangan itu hanya akal-akalan bulusnya Kheno saja agar dirinya memaafkan kesalahan yang ia buat.


''Lepaskan aku,berhentih memeluku seperti ini ingat aku bukan siapa-siapa mu lagi."


"Kenapa tidak, kamu masih sah menjadi istriku karena aku belum sama sekali menceraikan mu." chupp Kheno mencium leher Tara dengan lembut.


''Hei apa yang kamu lakukan, ingat di sini ada Keano dan juga Kayra."


"Tidak masalah, lagian mereka pendek jadi mereka tidak melihat apa yang sedang aku lakukan."


"Ah dasar brengsek!!" Dengan kesal Tara mencubit pinggang Kheno karena telah berani bermacam-macam dengannya hingga sang empunya merasa kesakitan.


"Kenapa kamu mencubit pinggangku?"


"Pikir aja sendiri."


Kheno hanya bisa menghelah nafas. Sebab tujuan ia datang kemari hanya untuk mengantarkan Kedua anaknya kesekolah.


"Mulai hari ini papi yang akan antar jemput kalian sekolah yah,''


"wahh beneran pii, papii gak bohong kan,"_Keano.


"Iya sayang gak bohong, yauda yuk berangkat sekarang takutnya kalian malah     telat."


"eets tidak usah, aku saja yang mengantarkan Keano dan juga Kayra ke sekolah." _Tara.


"Ooh jadi kamu mau anterin mereka pakek mobil juga."_Kheno.


"pii, mami gak pernah anterin kita ke sekolah pakek mobil, tapi mami sering anterin kita pakai motornya."_Keano.


''Iya pii, kalau kita di bonceng sama mami pakek Motor, itu enak banget pi. Berasa kayak kita naik wahana di dufan." Kayra.


Ya tuhaaan, kenapa hari ini kedua anaknya terlalu jujur di depan Kheno, Kheno langsung menatap Tajam ke arah Tara. Kalau seperti ini caranya itu sama sama membahayakan nyawa kedua anaknya.


Tara memalingkan wajah ketika tatapan intens itu menatapnya tajam.


"Ingat mulai detik ini, menit ini,dan jam ini juga papi memutuskan agar kalian tidak ikut serta jika akan di bonceng mami. Sayang dengar kebut-kebutan di jalan itu sangatlah berbahaya, papi tidak ingin itu terjadi okey, kalian mengerti ucapan papi kan.''


''iyaa pii, kita janji kok."_Kayra


"tapii papi jangan salahkan kami aja dong, kan mami yang sering bawak motor kebut-kebutan."


"iyah nanti malam papi akan nasihati mami agar tidak kebut-kebutan,"


"Nanti malem?" bearti papi bakalan tidur di sini dong," _Keano.

__ADS_1


''Hmm benar, papi akan tidur di sini bersama kalian."


"Apa!!" mata Tara terbelalak sempurna, tidak menyangkah jika Kheno memutuskan untuk tidur bersama keluarga kecilnya.


__ADS_2