Touch Me My Docter

Touch Me My Docter
Apa Jangan-Jangan


__ADS_3

Suara teriakan terdengar kencang dari dalam rumah Irvan. Irvan dapat mendengar teriakan seperti suara mamanya, alhasil Irvan memarkirkan langsung mobilnya tepat di halaman rumahnya.


"Itu suara mama ku Ge, Mama teriak teriak ayo kita turun dan lihat."Ucap Irvan yang lebih dahulu turun dari mobil.


Ini adalah hari kedua ketika Irvan mengenalkan Gea kepada mamanya, hari pertama saja pandangan mama Irvan kepadanya seperti mempunyai rasa ketidak sukaan. Semoga saja hari kedua ini mamanya Irvan mau menerimanya. Dan hari ini Gea sengaja membuatkan kue tart terkhusus mamanya Irvan, ia jamin rasa kue tart buatannya ini dapat membuat suasana mamanya Irvan menyenangkan.


"Mama, kenapa ma..."


"Irvan...hiks hiks..hiks mama di tipu van hiks hiks"


Terlihat mamanya Irvan tersungkur dan menangis seperti sesuatu yang baru saja menerpanya.


"Katakan apa yang terjadi ma,"


"Sonya wanita itu van hiks hiks.."


"Iya ma kenapa dengan wanita itu?"


"Dia menipu mama van, dia pergi dan membawa uang mama 300 miliyar dan juga berlian-berlian mahal mama..semuanya ia bawak lari van hiks hiks hiks."

__ADS_1


"Astaga ma, lalu kemana perginya wanita itu ma?"


Sonya adalah wanita yang sempat mamanya pilihkan untuk di jodohkan dengan Irvan, Namun nyatanya rupanya wanita itu penipu.


"Mama tidak tau van hiks hiks, mama menyesal van bisa-bisanya mama percaya wanita itu untuk mengikuti arisan sebanyak itu hiks hiks."


"Sudahlah ma, mam yang tenang karena aku tidak akan diam saja, aku akan menelpon polisi untuk mengurus semua ini. Ayo mama sekarang berdiri yah kita duduk di atas sofa."


Mamanya Irvan pun menurut dan mulai berjalan ke arah sofa, rupanya di atas sofa sudah ada Gea yang menunggu di sana.


"Selamat siang tante,"


Mamanya Irvan memandangi Gea dengan mata berkaca-kaca."Kenapa kau membawa wanita ini Van, bagaimana kalau dia penipu seperti Sonya."


"Ma, jangan berpikiran seperti itu, aku kenal Gea sudah sangat lama jadi tidak mungkin Gea sama dengan wanita itu."


"Entahlah Van, intinya untuk sesaat mama tidak ingin terlalu percaya dengan wanita Zaman sekarang, mama lelah karena masalah ini." Walau dalam keadaan sedih mamanya Irvan dapat melihat secara langsung kue tart coklat yang ada di hadapan Gea.


"Tante, aku sengaja membuatkan kue Tart coklat ini untuk tante,"

__ADS_1


"Apa dengan memakan kue tart coklat buatan mu apa semua uang dan berlian ku akan kembali ha?"


Gea terdunduk terdiam sesaat, tidak mampu meneruskan kalimatnya.


"Mama gak boleh gitu kalau mama tidak ingin memakan kuenya sekarang maka kuenya bisa di simpan saja di kulkas."


...****************...


Malam ini Tara berada di Mall untuk menemanin Clarisa berbelanja kebutuhan bayi, sangat tumben bukan harusnya yang menemani Clarisa saat ini adalah suaminya tapi mengapa harus Tara.


"Tara menurut kamu bagusan jaket warna pink atau abu-abu?"


"Jika anak mu yang lahir perempuan maka kau harus pilih jaket yang pink."


"Tapi masalahnya aku belum mengetahui jenis kelamin bayi ku, atau gimana apa harus aku pilih warna abu-abu saja karena warnanya cocok untuk bayi perempuan atau pun laki-laki"


"Iya sih aku setuju pada mu,"


Tara hanya berdiri di tempat sedangkan clarisa telah ke ujung di dekat keranjang popok bayi.memikirkan bayi, entah kenapa Tara pun juga menginginkan kehamilan. Tunggu bukan kah Tara sudah 2 bulan lebih tidak menstruasi apa jangan-jangan.

__ADS_1


__ADS_2