Touch Me My Docter

Touch Me My Docter
Tara Ingin Di Manja


__ADS_3

setelah selesai dengan retunitasnya Kheno pun keluar dari kamar mandi dengan rambut yang terlihat basah karena keramas. Sebuah handuk kecil ia usap-usapkan secara kasar pada rambutnya saat ini.


Mendengar pintu kamar mandi yang telah terbuka seketika membuat Tara menarik selimut yang menutupi tubuhnya hingga sepenuhnya menutupi wajah, namun masih dalam memunggungi Kheno.


Kheno yang paham akan hal yang di alami wanitanya ini sekilas Kheno berjalan mengunci kamarnya. Perlahan ia berjalan menuju ke ranjang, dan mengubah posisi dengan menyandarkan tubuhnya di sandaran ranjang.


Terlihat jika Kheno tenga santai memainkan hpnya tanpa memperdulikan Tara yang saat ini masih membenamkam wajah di balik selimut. Air mata terus mengalir dalam diam sehingga membuat guling yang saat ini Tara peluk terlihat basah. Tara hanya menahan kekesalannya saat Kheno hanya sibuk memainkan hp tanpa memperdulikan dirinya.


Berada di situasi saat ini benar-benar membuat Tara kewalahan, di dalam selimut begitu pengap rasanya jika mengeluarkan wajah pada saat posisi sekarang pasti akan terlihat begitu malu.


"Harusnya kau harus paham dengan kesibukan ku akhir-akhir ini."Ucap Kheno dingin lalu setelah itu ia terlihat menguap lalu segera menaru hp miliknya di atas meja.saatnya tidur dari pada meladenin keegoisan istrinya.


Tara berdecih di dalam selimut.


"Dasar lelaki gak peka, istri mu ini sedang bersedih wahai pak dokter peluk kek apa kek, hooh nyebelin. Oke jika mau mu begitu maka aku juga akan bersikap dingin pada mu!"Usai mengatakan itu Tara dengan cepat menyibakan selimut dari wajahnya, udara segar dapat di rasakan lagi.


Tara yang replek ketika Kheno melihatnya tanpa berkedip mata oh god tatapan matanya terlihat mengintimidasi. Segera Tara memunggungkan Kheno lagi lalu memeluk guling.


"Kamu nangis?"Tanya Kheno yang pura-pura tidak tau.


"Tidak!" Ucap Tara sambil menahan sesak di dada. ia kembali menutupi selimut di wajahnya.


Kheno menarik kedua sudut bibirnya lalu kemudian memeluk Tara dari belakang.

__ADS_1


"Jangan bohong, kamu nangis kan?"


"Enggak. Aku gak nangis. Udah deh sana tidur katanya capek!"


Kheno memperat pelukannya.


"Aku gak tenang kalo istri aku lagi nangis, dan tangisan mu itu terasa membebani ku."


Mendengar kalimat itu membuat air mata Tara kian deras, kemudian ia menepis Kheno untuk segera menjauh dan jangan memeluknya.


"Udah lah aku ngantuk, gak usah sentuh aku!"


"Oh jadi jadi kamu gak suka aku peluk yaudah deh sorry aku ganggu."Ucap Kheno yang nampak terlihat Kecewa, sampai-sampai ia melepas pelukannya dari tubuh belakang Tara.


Sementara Kheno juga terlihat memunggunginya. Dan tak di sangkah jika Tara juga memeluk tubuh Kheno lalu mencium wajahnya.


"Maaf, kamu harusnya ngertiin aku soalnya akhir-akhir ini kamu tuh selalu sibuk hiks hiks"


Dengan senyuman yang mengembang, Kheno menguba posisinya sembari terlentang sehinggah memudahkan Tara untuk memeluk tubuhnya. Khano bahkan merasa aneh kenapa Tara terlihat begitu manja sekarang.


"Hey, kok nangis, iya-iya maaf yah sayang aku akhir-akhir ini sibuk banget. Udah yah cup cup cup jangan nangis."Ucap Kheno sembari memeluk tubuh Tara yang berada di atasnya.


Wajah Tara dan Kheno terlihat sangat dekat dan saling memandang.

__ADS_1


"Apa?"Ucap Kheno dengan sensualnya, sembari tangan nya menepikan rambut Tara ke belakang telinganya.


Cup. Tanpa aba-aba Tara mencium bibir Kheno sekilas.


"Aku kangen,"Ujar Tara dengan kalimat manja.


"Oh iya bukan kah kita sudah lama tidak melakukannya?"


Tara menumpukan lagi kepalanya di atas tubuh Kheno.


"Sudahlah lain kali saja aku tau kau mengantuk dan capek sayang,"


"Sekarang kamu sudah berani panggil aku sayang,"Ucap Kheno tak menyangkah padahal ia tahu sendiri jika Tara tidak pernah bicara kata sayang kepadanya.


"Hmm sudahlah lupakan, ayo tidur saja."


"Yaudah yuk tidur, tapi sebenarnya untuk masalah rencana membuat anak aku tidak akan capek malah aku lebih semangat dan lelah."


"Khen, udahlah tidur aja. membuat anak bisa lain waktu, iya kan."


"Baiklah-baiklah jika itu mau mu istriku, yuk tidur."


Tara dengan senyum yang mengembang menidurkan diri dengan posisi sambil memeluk Kheno.

__ADS_1


__ADS_2