Touch Me My Docter

Touch Me My Docter
Perubahan Putri


__ADS_3

Tara menyuapkan bubur untuk Kheno yang masih berbaring di ranjang, dan dengan telaten ia membersikan sisa bubur yang menempel di sudut bibir Kheno dengan sapuan jarinya.


"Ternyata bubur terkhusus untuk pasien rupanya tidak enak."


"bubur adalah makanan yang sehat untuk memulihkan orang sakit supaya sembuh,"Ucap Tara sembari memberi satu suapan lagi untuk Kheno.


"Sudah cukup. Aku gak mau makan lagi, aku sudah kenyang."kata Kheni menjauhkan wajahnya kearah lain.


Tara seakan geram di buat Kheno.


"Kamu baru makan dua suapan kecil, terus kenyang dari mana. Ayo makan lagi aggh"


Kheno masih enggan untuk memakan bubur yang ingin Tara berikan padanya sehingga ia lebih memilih mengatupan bibirnya.


"Khen, ayolah jangan seperti anak kecil, ayo makan ini."


"Aku akan memakan bubur itu tapi dengan satu syarat."


"Ha. Syarat, kamu itu masih sakit masih aja mikir syarat-syaratan. Yaudah cepat katakan apa syaratnya."


Kheno memuncungkan bibirnya, membuat Tara mengerti apa yang Kheno inginkan.


"Cium aku di bibir, jika di hitung-hitung kita jarang berciuman."


"Kamu lagi sakit Khen, yang lain saja."


"Hanya sekilas kok sayang, ayo sekali saja emmm.."

__ADS_1


Tanpa rasa ragu Tara menuruti kehendak suaminya itu dengan memajukan bibirnya juga mumpung di sini tidak ada siapa-apa sedangkan ibu mertua sudah pulang karena di rumah ada tamu yaitu Gea dan juga ibunya.


Rupanya Irvan datang di waktu yang tidak tepat sehingga membuat Tara menjadi salah tingkah dan serba salah.


"Woy, ketuk dulu kali pintunya sebelum masuk"Hardik Kheno pada Irvan.


"Hahaha sorry, aku tidak tau jika kalian ingin melakukannya."


"Lalu apa yang kau lakukan di ruangan ini?"


"Kheno apa kau lupa, aku bekerja di rumah sakit ini jadi peran ku sangat penting di sini. Baiklah sekarang aku lah yang bertugas memberikan mu sebuah suntikan."


"Ha, kenapa tidak dokter lain saja. Aku tidak yakin jika kau yang menyuntik ku bisa sembuh atau tidak."


"Bukan kah terasa aneh bukan Dokter menyuntik Dokter hahaha tapi tak masalah."


"Terus apa tujuan ku untuk membantu mu?"


"Belikan aku nasi padang, dengan toping rendang dan kikil,"


"Khen, kok makanannya aneh,ingat kamu tuh lagi sakit pokoknya aku gak bakalan izinin kamu untuk makan nasi padang."


"Seluruh pasien di dunia ini kalau sakit akan di berikan bubur untuk makananya. Tapi kau malah berbeda. Maaf Khen, kali ini aku lebih membela istri mu."


"Haissh kalian berdua sama saja..!"


......................

__ADS_1


Arga kembali meletakan kameranya saat ia ingin mempotret dedaunan di halaman rumahnya. Entah kenapa ia memikirkan nasip Putri yang tenga berbadan dua, terlebih hasil lab tes DNA membuktikan jika anak yang di kandungan Putri merupakan darah dagingnya.


Malam itu awalnya Arga hanya ingin bermain-main saja namun pada intinya ia menjadi hilang kesadaran diri dan memasukan benihnya kedalam milik Putri.


Arga akan menjadi pria yang pengecut karena tidak bertangung jawab atas kehamilan Putri, Mama dan papanya tentunya pasti akan malu melihat anak mereka satu-satunya mengahamili seorang wanita di luar nikah.


...****************...


Putri memegang perutnya yang sedikit membuncit ia terpaksa Risegn dari pekerjaanya sebagai guru, usai sudah harapannya untuk membalaskan sebuah dendam. Kehamilan ini benar-benar membuatnya seperti mengubah sesuatu.


Tok..Tok..Tok..


Suara ketukan pintu terdengar dari pintu luar.


"Masuk bu..," ofs, apa Renita tidak salah mendengar jika barusan Putri menyebutnya bu.


Perlahan pintu terbuka menampakan Renita yang membawakan segelas susu coklat kesukaan Putri.


"Ini ibu buatkan susu coklat kesukaan kamu, nanti kamu minum yah"


"Letakan saja di atas meja ini bu,"


"oh yaudah."Dengan langkah hati-hati Renita meletakan susu hangat itu ke atas meja.


"Yah sudah kalau begitu ibu pergi ke belakang dulu yah soalnya ada kerjaan yang harus ibu urus."


"Yah, baiklah. Terimakasih yah bu"

__ADS_1


__ADS_2