
"Kanapa Keano dan Kayra lama sekali sebenarnya apa yang mereka berdua lakukan di dalam sana?"
"Apa kamu berusaha membuka suara kepada ku,?" Kata Kheno menatap Tara di sampingnya sebari tersenyum lebar.
"Aku berbicara pada diri ku sendiri, dan tidak berniat untuk melemparkan sebuah tanya kepada mu."
"Benar kah.jangan kamu pikir aku akan melupakan apa yang telah kamu lakukan pada wajah tampan ku!"
Tara ingin membuka tawa, tapi tidak mungkin ia tertawa dalam keadaan ramai seperti ini bisa-bisa ia bisa di katakan orang gila.
"Akan lebih baik jika kamu lepaskan saja tawa mu itu dan jangan coba untuk di tahan."
Ada seoarang ibu-ibu muda yang kebetulan kursi nya tepat di samping Kheno. Ibu-Ibu muda itu pun sepertinya sangat menyukai ketampanan Kheno. Ia mengira jika Kheno datang ke acara ini tanpa seorang istri.
"Wah wajah mu sangat tampan sekali"Kata ibu ibu muda itu dengan sensual mencolek jari lentiknya ke wajah Kheno.
Kheno tidak menyangkah akan mendapat perlakuan genit dari ibu-ibu muda yang ada di sampingnya ini. Ia pun hanya berdehem senyaman mungkin.
"Ehmm yah aku tau itu, aku memang terbilang sangat tampan. Dan terimakasih atas pujian mu ibu muda"
"Jangan panggil aku ibu muda panggil saja aku nona muda walau aku lebih tua sedikit dari mu, tapi aku ini masih sangat lah cantik." Kata ibu-ibu muda itu sebari memainkan mata.
Sungguh kali ini Kheno di buat tak nyaman Oleh ibu-ibu genit yang ada di sampingnya.
Tara terlihat begitu sinis ketika melihat ibu-ibu muda itu menggoda Kheno. Setau Tara ibu-ibu ini sudah janda 3 kali, terlebih ternyata anak nya juga yang sering mengganggu kedua anaknya.
Percakapan Kheno dan ibu-ibu muda itu jika di hitungan ternyata sudah hampir 10 menitan. Apa lagi di saat ia tau jika Kheno memiliki pekerjaan sebagai seoarang Dokter.
Tara pun berdiri, dan menyuruh Kheno untuk berpindah posisi duduk.
"Kenapa?'' tanya Kheno penasaran.
bukan mulut yang berucap melainkan Tara memberi kode dari matanya agar Kheno bisa mengerti.
"Ok, "
Tara sudah berpindah duduk di samping ibu-ibu itu. Bukan itu saja Tara terpaksa mengandengkan tangan nya dan merebahkan kepalanya di samping bahu Kheno.
"Apa ada seorang istri yang rela suami nya di goda oleh wanita lain?"
"Maksud nya, apa kamu ini istri nya? Tapi tidak mungkin bukan kamu selama ini selalu hidup tanpa suami."
"hemm aku tau tau itu, tapi sekarang suami ku sudah ada di samping ku. Dia sudah kembali setelah bekerja keras demi menafkai aku dan juga kedua anak-anakku ia kan sayang." lagi-lagi Tara bersikap manis dan terlihat manja dengan membelai tangan lembutnya pada wajah Kheno.
Dan hasilnya sih ibu-ibu muda ini terlihat tidak senang ia pun membuang muka kearah lain.
Kheno pun berbisik. ''Hmmm kenapa tidak setiap hari saja kamu seperti ini, aku sangat menyukai nya. Karena aku tau kamu pasti cemburu kan."
Belum sempat Tara menjawab, ternyata salah satu pembawa acara di pentas itu mulai memberi intrupsi jika acara akan segera di mulai.
Satu jam lebih beberapa pasang mata melihat berbagai macam pentas seni yang luar biasa mulai dari dance, menari,drama,menyanyi antar kelompok, dan pertujukan seni lainya.
Kali pembawa acara itu angkat bicara lagi di depan panggung. Ia mengatakan jika pertunjukan seni akan berakhir setelah pertunjukan yang terakhir ini di tampilkan.
Pembawa acara : "Oke tidak perlu menunggu waktu beberapa lama lagi dan berikut kami tampilan akhir dari pertunjukan pentas seni ini.
Dalam hitungan detik tirai pentas pun segera di buka. Dan bertapa terkejutlah Tara dan Kheno ketika menyaksihkan ternyata Kedua anaknya ikut serta dalam pentas seni.
Mereka berdua langsung berdiri tak menyangkah ketika melihat kedua anaknya berdiri manis di atas panggung terlebih Kayra sangatlah cantik ketika ia mengenakan baju ala seoarang putri dan Keano mengenakan pakaian ala pangeran kerajaan.
Kaki mungil kedua nya sebari bersama 1 kali melangkah sedikit ke depan panggung, mereka menunduk memberi hormat kesemua penonton.
''Lagu ini kami persembahkan spesial untuk kedua orang tua kami mami dan papi yang ada depan." ucap kedua nya serempak. Setelah mengatakan itu kedua nya segera melangkah mundur.
Tara sedikit merasakan gemetar, bagaimana pun sebagai orang tua ia merasakan khawatir, mereka berdua masih terlalu kecil tidak mungkin mereka bisa memainkan alat music seperti biola dan piano dan bukankah alat music tersebut hanya bisa di mainkan oleh yang berprofesional.
Kheno dapat membaca raut wajah Tara, namun ia mencoba bertanya lagi sekedar memastikan.
''Apa sebelum nya kamu pernah mengajarin mereka tentang alat musik itu?''
Tara menggeleng cepat, ternyata benar dia sangat begitu khawatir.
''Tidak! bahkan aku sama sekali tidak pernah mengajari mereka alat music seperti itu, bagaimana ini aku takut jika mereka berdua akan melakukan kesalahan besar."
Kheno menggenggam lembut tangan milik Tara. "Tenanglah, aku yakin mereka tidak akan melakukan sebuah kesalahan."
Kegusaran Tara semakin terlihat di saat ia melihat Kayra memegang sebuah alat music biola, dan Keano duduk di kursi tempat untuk bermain piano.
Tara hanya pasra bagaimana pun ia siap untuk di permalukan demi anak-anaknya, tersaat ia memejam kan mata sementara ia sangat merasakan sedari tadi Kheno menggenggam erat tangannya, ada perasaan yang terasa nyaman baginya.
*
*
*
*
*
__ADS_1
Suara yang lembut dan juga tentunya merdu cukup membuat Tara membuka kedua matanya, di tambah terdengar suara riuhan dari parah penonton.
Yapss benar dua kakak beradik itu ternyata cukup berbeda dari peserta lainya, kaloborasi permainan biola Kayra Dan Keano sebagai piano cukup membuat para penonton tidak memalingkan mata, apa lagi mereka sangat begitu takjup ketika permainan musik mereka setara dengan lagu yang mereka bawa.
Kedua nya menyanyikan sebuah lagu yang bertema kasih sayang untuk kedua orang tua.
Tara begitu terharu, ia menangis bahagia tidak menyangkah jika kedua anak-anak nya memiliki bakat terpendam. Kheno yang melihat Tara yang sedang menangis pun memberikan pelukan kasih sayang, Tara pun membalas pelukan itu.
Kheno sangat bersyukur atas perngorbanan Tara yang telah membesar kan kedua anaknya sampai mereka tumbuh menjadi anak-anak yang pintar seperti ini.
Pertunjukan Pun kini berakhir dengan tepukan tangan yang meriah dari para penonton. Keano dan Kayra pun berlari ke arah kedua orang tua nya untuk memeluk sebari melepas tangis yang seakan pecah.
"Love you Mam! Love you Pi!" Ucap Kekay secara bersamaan.
"Mami juga mencintai kalian sayang,'' kata Tara yang masih dalam keadaan memeluk Kayra dan Kheno. Oh iya ternyata Tara baru sadar kalau tubuhnya juga di peluk oleh Kheno. Dan intinya mereka berempat saling berpelukan.
*
*
*
*
*
*
*
Kini tiba lah Irvan di sebuah tempat yang kini telah ia tujuh. Ia menyuruh Gea untuk keluar dari mobil, dan Gea menuruti nya.
"Ini tempat apa?" Ucap Gea yang sedikit mempunyai rasa takut, pasalnya ia melihat sekeliling nya di penuhi dengan hutan.
''Nanti kamu juga bakalan tau kok. Sekarang kamu tutup mata kamu dulu dengan kain ini yah,"
Gea menggeleng,pertanda ia menolak di dalam pikirannya ia takut jika Irvan akan berbuat yang tidak-tidak dengan nya seperti yang ada di film-film yang pernah ia tonton.
"Gak mau! atau jangan-jangan kamu mau culik aku yah?"
Irvan tertawa."hahaha bagaimana bisa kamu mempunyai pikiran jika aku mau menculik mu. Hey dengar itu tidak mungkin percayalah.''
Gea menatap mata Irvan lebih dalam mencoba mencari sebuah kebohongan di dalam nya, namun nihil ia tidak menemukan kebohongan.
"Hmmm yah aku percaya."
*
*
*
*
*
*
*
Tara, Kheno, dan juga Kekay kini dalam perjalanan pulang. Sesekali Tara mencoba untuk membuka sebuah omelan untuk kedua anak nya karena telah membohonginnya.
"Kenapa kalian harus bohong, seharusnya kan kalian bilang kalau kalian akan memainkan sebuah pentas dan yang paling bikin mami sebel kalian belajar alat
Musik tanpa sepengetahuan mami!"
"hehehe sorry mi kan ini namanya kejutan untuk mami sama papi." Ucap Keano tanpa rasa bersalah.
''Harusnya kamu itu Keano sebagai seorang kakak wajib dong ngertiin perasaan mami, ini namanya sama aja kalian gak jujur!"
Kheno saat ini masih fokus dalam menyetir mobil namun sesekali ia menolehkan kepalanya kearah Tara, menurutnya Tara sangat lucu saat lagi ngomel.
''Udahalah, kan yang terpenting kedua anak kita telah melakukan hal paling terbaik di pentas tadi. Buktinya mereka mendapat kan juara pertama"
"Nah ia mi, apa yang papi katakan bener banget loh mi kita satu hati yah pi." Ujar Kayra yang merasa senang.
"Hoooh anak sama bapak sama aja gak ada Bedanya!" ucap Tara kesal sebari membuang muka kesamping jendela.
Kheno,.dan kedua anaknya pun merasa senang karena membuat maminya ngambekan kayak gini.
*
*
*
*
*
__ADS_1
*
*
*
*
*
*
*
*
"masih lama yah, kok lama banget. Ini kapan nyampe nya."
"iya sebentar lagi, perkiraan 10 langkah lagi."
"sekarang berhentih dan mari kita buka penutup mata mu!"
setelah kain penutup mata Gea terbuka, Gea pun merasa terkagum ketika melihat pemandangan yang ada di depan mata nya, sangat indah.
"Wuaaah tempat apa ini, kenapa begitu indah sekali."
"Aku sudah menduga kamu akan menyukai tempat ini. Apakah kamu tau aku sudah berjanji pada diri ku sendiri akan membawa wanita yang aku cintai ketempat ini," Ucap Irvan seperti nada serius.
Rasanya hati semakin berdesir ketika mendengar kalimat yang di ucapkan oleh pria yang kini ada di belakangnya, Gea pun berbalik menghadap Irvan.
"Maaf aku sedikit tidak mengerti apa yang kamu katakan." Ucap Gea sebari menyelipkan pinggiran rambutnya di belakang telinga.
"Apakah kamu terlalu bodoh sehingga kamu tidak mengerti apa yang telah aku ucapkan."
Tiba-tiba Irvan memegang kedua bahu Gea erat di hadapannya dan menatap mata itu dalam.
"Sekarang dengarkan aku baik-baik. Bukan kah tadi sudah aku katakan jika aku telah berjanji pada diri ku sendiri akan membawa wanita yang aku cintai ketempat ini, dan wanita yang aku cintai itu adalah kamu."
Seketika Gea menyingkirkan kedua tangan itu, dan ia dua langkah menghindari Irvan.
"Apa kamu menganggapku sebagai pelarian, aku tau kamu mencintai mbak Tara dan setelah mbak Tara sudah bersama suaminya kamu dengan seenaknya menyatakan cinta kepadaku. Maaf hati ini bukan mainan." Ucap Gea dengan nada kecewa.
"yah kamu benar Ge, aku dulu pernah mencintai Tara tapi itu dulu. setelah kehadiran mu seperti nya perlahan rasa cinta ku pada Tara berubah Percayalah Ge aku mencintai mu bahkan sangat dan aku juga tau jika kamu juga mencintai ku kan.''
Gea hanya diam, air matanya sedikit mengalir, ia pun mencoba berbicara lagi sekedar memastikan.
''Oh yah apa kamu pikir aku akan percaya setelah tanpa sengaja aku melihat sekali gus mendengar pertengkaran mu dengan Kheno di situ kamu bilang jika kamu mencintai mbak Tara." ucap Gea dengan nada sedikit bergetar karena menangis.
"Asal kamu tau semua itu hanyalah sebuah sandiwara agar Kheno tidak mengaggu Tara dan kedua anaknya, bukankah pernah aku katakan kepada mu tentang lika-liku hidup Tara aku hanya tidak ingin Kheno menyakiti Tara."
Walaupun mendengarkan alasan seperti itu entah kenapa hatinya bergetar menahan sakit. Dia hanya diam.
Irvan pun perlahan mendekat dan mengenggap kedua tangan Gea. "Sekarang apa yang perlu aku lakukan agar kamu percaya padaku.''
"Setidaknya tolong biarkan aku memikirkan semua ini, karena tidak muda bagi ku untuk menerimanya."
''Ok... kalau begitu aku akan membiarkan mu berpikir." ucap Irvan seperti menyimpan rasa kecewa.
__ADS_1