Touch Me My Docter

Touch Me My Docter
Kamar Masa Lalu


__ADS_3

"lihat apa kau suka?"


Tara memandangi seisi kamar dengan pandangan takjub ia tersenyum,Kheno menarik dua koper besar milik Tara masuk ke dalam kamar miliknya.


Kheno mencoba bertanya sekali lagi pasalnya wanita yang masih berdiri di ambang pintu kamarnya hanya diam saja.


"Apa kamu merindukan kamar ini?ingat tidak pertama kali setelah kamu sah menjadi istri ku kau pernah tidur di sini dan ujung ujungnya aku yang membawa mu untuk tinggal di apartemen saja."


Tara tersenyum kecut.ia malah balik bertanya.


"Lalu kenapa kita tidak pinda ke apartemen yang dulu saja?"


Kheno hanya berdecih."Lupakan masa lalu tapi sekarang aku adalah milikmu dan kau adalah miliku begitu pun kamar ini milik kita berdua."


"Berhentih menjelasan kamu bahkan seperti agen spg saja terlalu detail menjelaskan."


"Kalau begitu duduk lah di sini," Kheno menyuruh Tara untuk duduk di sampingnya di tepi ranjang.


Tanpa banyak kata Tara langsung duduk di samping Kheno. Terlihat Kheno memegang kedua pundak Tara mereka saling berhadapan sekarang.


"Percaya lah aku berjanji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama sekarang aku,kamu,Keano dan juga Kayra adalah satu keluarga kecil yang saling melengkapi tidak akan aku biarkan orang orang jahat merusak kebahagian kita."

__ADS_1


Tara memandangi kedua mata Kheno mencoba menemukan kebohongan di sana tapi ia tidak menemukannya ia sangat yakin bahwa Kheno telah berubah.


Adegan pun berhenti di saat Tara terpaksa mencubit wajah Kheno. Sehingga membuat dokter perparas tampan tersebut mengeluh sakit.


"Kamu banyak bicara.Tapi apa kau tulus mencintai ku?"


"Sangat!" jawab Kheno mantap.


"Mulai sejak kapan?"Tanya Tara antusias.


"Aku tidak tau, mungkin sejak kau apa hmm entahlah intinya aku mencintai mu melebihi aku mencintai wanita yang pernah dekat dekat dengan ku."


Tara mengeluh dengan jawaban yang di berikan Kheno padanya.


"Berhentih menggoda ku tuan dokter,"


"Coba kamu lihat wajah ku apakah aku tambah tampan?"


"No!" Tara membuang wajah.


"Hey lihat wajah ku dulu,"

__ADS_1


Kheno memegang kedua sisi wajah Tara, ia bahkan menempelkan bibirnya pada bibir Tara.


Cup.


Kecupan sekilas itu membuat Tara memukul lengan Kheno."Hey kamu kalau mau cium aku lihat lihat kondisi dong, apa gak lihat pintu kamar terbuka!"


Kheno jadi tepuk jidat."Oh iya lupa. oke aku kunci dulu pintu nya habis itu baru kita bikin adonan donat."


"Ah tidak-tidak aku belum siap, aku capek pengen mandi!"


"Yaah jadi gak jadi nih."


"Kalau mau bikin adonan donat. Tuh sama guling aja. Bye aku mau mandi."


"Pagi ini papi akan daftarin kalian ke sekolah internasional, dan di sana kalian akan di ajarkan serta di didik dengan baik." Ucap Kheno pada anak anaknya yang saat ini masih sibuk bermain sama omma mereka.


"Di sekolah biasa saja ada juga kok ajaran serta didikannya baik jadi jangan perna kau samakan sekolah biasa dengan sekolah internasional."Komentar Tara yang saat ini datang dengan membawa kue coklat untuk mereka.


"Yaah intinya aku tidak ingin kedua anak kita di sekolah biasa," Kheno masih masih teguh dengan keputusannya.


Tara hanya menggeleng melihat tingkah suaminya.

__ADS_1


"Kalau gitu aku harus kerumah sakit dulu sekarang setelah itu baru mendaftar kan kalian di sokalah internasional."


"Bu aku berangkat dulu yah, dah istri ku sayang."


__ADS_2