
Di atas Balkon Tara sedang duduk termenung tak perduli angin malam yang begitu tajam menghembus dingin permukaan kulitnya. Kalau tidak Ada Kheno kemungkinan Tara sudah akan di telanjangi oleh Rayhan. Kejadian ini terjadi di malam kemarin, bahkan baru beberapa hari saja pristiwa itu masih teringat.
Kheno datang dengan membawa segelas susu hangat untuk sang istri, dan dengan rasa perhatian nya Kheno menutupi punggung Tara dengan selimut yang ia bawa dari kamar.
"Di luar sangat dingin, aku takut itu akan membuat mu masuk angin."
Tara tersenyum ia melihat Kheno mata teduhnya, gurat kepedihan Tara kembali lagi.
ia menggatup kan bibirnya.
"Kalau kamu tidak pulang saat itu juga mungkin aku..
Kheno memeluk Tara sebelum wanita itu meneruskan kalimatnya."Tidak usah di jelaskan aku sudah mengerti apa yang ada di pikiran mu, tenang lah aku berjanji akan selalu berada di sisi mu tidak akan aku biarkan orang lain menyentuh begitu saja."
Hati Tara terasa damai, pelukan dari kheno mampu mengurangin sedikit demi dikit beban yang sedang Tara alami.
"Aku sudah mengurus surat pindah sekolah Keano dan juga Kayra kita akan segera pulang ke jakarta besok mulai sore."
Tara hanya mengangguk kecil, Kheno tau sangat berat bagi Tara meninggalkan tempat ini terutama toko kue milik istrinya itu.
"Aku tau apa yang sedang kamu pikirkan tenang lah dan tolong mengertilah ini semua demi kebaikan mu."
Kini Tara sangat sibuk menyiapkan baju baju serta keperluan lainya. Sementara kedua anaknya juga sangat sibuk menyiapi mainan mainan mereka.
"Mami!!" Keano berlari menghampiri Tara.
__ADS_1
"Ada apa?"
"Apakah masih ada koper mi, itu lo mainan aku sama Kay masih banyak sekali udah dua koper tapi gak muat." Keano mengeluh kesal meminta sang mami untuk mencari koper yang lain.
"Astaga apakah harus bawak mainan sebanyak itu, tidak usah bawa terlalu banyak kita naik pewat kabin tidak akan menerima kalau kita bawa barang banyak." Tara mengomel sembari menyusun baju baju nya ke dalam koper.
"Tidak usah khawatir kita akan berangkat naik pesawat pribadi jadi bebas bawa barang apapun."
Keano tersenyum mengembang, sontak Tara berhenti melakukan aktivitasnya memasukan baju ke dalam koper.
"Pesawat pribadi, emang nya kamu punya pesawat pribadi?"
"Ada, aku baru membelinya pagi tadi,"
Tara syok tak percaya."Ha! Pasti mahal kan!?"
Kayra berlari menghampiri ketiganya. "Kak Keano mana kopernya lagi, itu mainan aku masih banyak."
"Sudahlah bawak sedikit saja mainannya, lihat tu koper di rumah ini hanya sedikit baju kalian saja belum mami siapkan gara gara kopernya kalian pakai."
"Tenang lah bukan kah kita jadwal kita berangkat sore dan ini masih jam 10 pagi bagaimana kita ke mall dulu kita beli koper,box besar dan juga mainan baru buat kalian"
Keano dan Kayra begitu gembira ini pertama kalinya papi mengajak mereka ke mall.
"Yaudah mending kalian saja aku tunggu di rumah saja masih banyak barang yang harus aku siapkan,"
__ADS_1
Kheno sangat trauma meninggalkan Tara sendirian di rumah, iya tetap teguh dengan pendirianya dengan mengajak Tara ke mall.
Di mall Tara dapat melihat baju baju bagus dan juga sepatu dan sandal tentu nya ia tertarik tapi sayang Tara hanya memegang mereka saja tanpa berpikir untuk membelinya sementara di troli sudah penuh dengan mainan kedua anaknya.
Baju di mall memang terkesan bagus dan tentunya sangat mahal. Kheno mendekati nya dengan mendorong troli beberapa baju, mainan yang di pilih anak anaknya.
"Itu baju serta mainan nya apa tidak terlalu banyak?" Tara bertanya heran.
"Tidak menurut ini masih kurang, Sepatu dan sandal mereka belum beli." Jawab Kheno seenaknya.
"Papi aku mau boneka besar warna pink itu." Tara menunjuk boneka yang terjejer rapi tak jauh dari jangkauan mereka. Kheno dengan sigap mendorong troler menuju boneka besar itu.
Tara hanya menghela nafas berkali-kali."Mami belanjaan mami mana? Tanya Keano pada Tara.
"Enggak lihat kalian belanja banyak aja mami udah gak kepengen belanja."
Tara sangat pusing melihat 4 troler berukuran besar berbaris rapi menunggu antrian pembayaran di kasir. Entah apa saja yang di ambil Kheno dan juga kedua anaknya pasal nya Tara hanya berdiri nyantai saja.
"Ini baju baju,alat make up,sepatu,serta tas yang kamu suka sudah ada semua di dalam kresek besar itu."
Tara membulatkan kedua matanya. Ia syok sejak kapan Kheno tau barang barang yang Tara inginkan.
"Ini terlalu banyak, astaga ini pasti lebih dari sepuluh juta!"
"Santay semua pengeluarannya hanya 75 juta"
__ADS_1
"Whats!" Rasanya ingin pingsan sekarang juga 75 juta bagi Tara mungkin dapat untuk membeli tanah atau membeli rumah.