Touch Me My Docter

Touch Me My Docter
Ini Bagian 50 yah lanjutan memadu kasih


__ADS_3

Tara mondar mandir di ruangan tamu, ia melihat jam di atas dinding."sudah jam 10 malam kenapa Kheno belum pulang," Tara begitu kesepian rasanya di tinggal Kheno belum sampai sehari saja rasanya jadi rindu apa lagi bertahun tahun atau bahkan lebih.


oke awalnya Tara memang terbiasa hidup tanpa di temani Kheno saat masih mengandung atau masih dalam pertumbuhan Keano dan Kayra, tapi sekarang ke hadiran Kheno secara tiba tiba membuat Tara mengingat rindu itu kembali.


Tara jadi ingat permintaan Kheno yang menyuruhnya untuk segera pindah dari sini dan ikut dia ke pulang ke jakarta. Walau sejujurnya Tara mau saja, tapi bagaimana dengan rumah ini dan dengan toko kue miliknya masak harus ia meninggalkan itu semua.


Tok Tok Tok. terdengar pintu seperti di ketok seseorang, Tara berpikir itu Kheno.


"Akhirnya dia pulang juga," Tanpa keraguan Tara membuka pintu begitu saja. Dan...


"R-rayhan! Kamu ngapain malem malem ke rumah ku?"


"Hay Ra apa kabar? Rayhan menanyai kabar Tara sembari memajukan langkah kakinya sementara Tara juga memundurkan langkahnya. Dan tidak lupa Rayhan mengunci pintu itu.


"Ray gak lucu,kamu mau ngapain mending kamu pulang. Ini udah malem!"


"Santay dong Tara sayang, bukan kah kita sudah lama tidak memadu kasih ingat jangan lupakan kodrat mu Ra! Ingat kamu dulu wanita malam yang rendahan! Hehehe"


wajah Tara menghangat."Gila kamu! Aku bukan wanita malam lagi aku sudah melupakan semuanya karena aku sekarang punya keluarga! Dan kamu cepat pergi dari sini sebelum aku teriak!"


Tara melempar beberapa bantal sofa ke arah Rayhan namun itu tidak berguna. alhasil Tara terjatuh di atas sofa. Rayhan telah menggapai tubuh Tara, ia berniat memperkosa Tara.


"Lepaskan aku Ray jangan ganggu aku hiks hiks pergilah tol___emp..

__ADS_1


Rayhan membekap mulut Tara dengan tangannya agar ia tidak berteriak.


"husst diem, kamu mau minta tolong siapa? Anak anak mu? Gak mungkin mereka kan masih tidur panjang. Atau kamu masih nungguin suami tercinta kamu yah? Gak mungkin, bukan kah dia sebagai dokter begitu repot bisa jadi suami mu pulang pagi dan malam ini gantian aku yang menikmati tubuh mu"


"Tidak jangan! Aku mohon!!" Tara berusaha kuat agar tubuh Rayhan tidak menyentuhnya, namun tenaga Pinky sangatlah lemah, detik ini juga Rayhan berhasil mencium beberapa bagian wajah saja.


Plakk."Arrg! sakit hikss hikss"


Rayhan menampar wajah Tara."Dasar wanita! kamu jangan sok suci bukan kah kamu dulu sangat suka melayani para lelaki dan sekarang aku pun belum pernah merasakan kemolekan tubuh mu"


Brakk...Pintu terbuka dengan dobrakan kuat palakunya adalah Kheno, yah Kheno datang di saat yang tepat.


Seketika Tara langsung mendorong tubuh Rayhan menjauh ketika Rayhan lengah. Tara menghampiri Kheno dan memeluknya, rasa takut dan trauma dapat Kheno rasakan ketika Tara memeluknya.


Kheno memancarkan aura kemarahan untuk sosok lelaki jahanam yang mencoba menodai istrinya. Ia melepaskan Tara terlebih dahulu sebelum menghakimi lelaki yang memasang aura ketakutan.


"Beraninya kamu!"bugg.satu pukulan tinju berhasil mendarat di pinggiran bibirnya, Rayhan mencoba membalas tapi apa daya nyali bela dirinya tidak sehebat Kheno.


"Aku akan memberi mu tampatan serta tinjuan,berani sekali kamu menampar istriku! bugg. Satu pukulan berhasil mendarat di pelipis kirinya.


"Apa istri, bukan kah kamu lupa,yah jika dulu kamu sempat menyia nyia kan Tara, sekarang kamu datang lagi tanpa adanya dosa!"


Bugg Bugg. Regan meninju perut Rayhan berulang sehingga sang empu merasa kesakitan."Tutup mulut mu itu brengsek!"

__ADS_1


"Khen, sudah cukup! Aku sudah telpon polisi sebentar lagi polisi akan datang, aku mohon kamu jangan pukul dia lagi."


"Kalau pun dia sampai mati di sini maka aku lah yang berusaha mengobati serta menghidupkan nya kembali!"


Polisi telah sampai di rumah Tara, para aparat polisi pun telah memborgol Rayhan.


"Sebelumya Lelaki ini merupakan bandar narkoba yang sulit di tangkap dan kami berterimakasih telah membantu menangkap lelaki ini."


"Sama-sama pak, kurung saja dia sampai tua pak dia sangat kurang ajar berusaha memperkosah serta menyakiti istri saya pak!"


"Baik pak Kheno kami akan melaksanakan tugas sesuai perintah."


"Tunggu pak!" Tara meminta agar pak polisi jangan dulu membawa Rayhan pergi sebelum ia membalaskan rasa sakitnya.


Plakk. Tara menampar keras wajah Rayhan."ini adalah balasan karena tadi kamu juga menampar ku! dulu waktu SMA kamu teman yang baik pengertian tapi sekarang jiwa iblis sudah menguasai mu kamu bukan Rayhan yang aku kenal."


Rayhan merenungkan diri."Maaf Ra," Hanya kata maaf terucap.


Kheno menarik istrinya."sudah pak bawak saja dia pergi dari sini, kasihan dia seperti nya dia rindu istirahat di ruangan sel penjara."


"Baik pak Kheno, kalau begitu kami pergi dulu"


Putri terbangun di

__ADS_1


__ADS_2