Touch Me My Docter

Touch Me My Docter
Beri Aku Ciuman


__ADS_3

Seharus nya Kheno berada di kota ini kurang lebih 7 hari. Tapi setelah tanpa sengaja ia bertemu Tara dan juga anak-anaknya ia memutuskan akan tinggal lama di sini demi memperdalam talisilaturahmi dan berencana akan membawa keluarga kecilnya itu untuk pulang ke jakarta.


Seperti sekarang Kheno masih berada di kamar milik Tara sendirian, sedangkan Tara sendiri sedang menyiap kan makan malam bersama Gea. Kheno yang merasa bosan bermenit-menit berada di kamar, akhirnya memutuskan pergi ke dapur. Ia mendapati Tara sedang mengiris bawang dan cabai sedangkan Gea bertugas memetik kangkung.


"Hai istri ku kira-kira apa yang sedang kamu lakukan sekarang?"


"Emang kamu gak liat aku ini lagi ngapain!" Ketus Tara pada Kheno


"Jangan marah dong, entah kenapa saat kamu lagi marah kamu terlihat lebih cantik,"


Gea merasa seperti menjadi obat nyamuk yang ada di antara mereka. Gea menahan tawa, benar ingin sekali tertawa ketika melihat suami Tara bersikap manja seperti itu.


Tara hanya diam dan tidak memperdulikan Kheno yang terus berbicara panjang kali lebar. Karena merasa seperti tidak di perdulikan seketika Kheno langsung mengambil alih tangan pekerjaan Gea.


"Gea sini biar aku saja yang metik kangkung nya,"dan kamu mending pergi ke kamar KeKay(keano dan kayra aja) ok."


Kheno berucap sembari memberi kode kidipan mata agar Gea paham jika ia dan Tara butuh waktu untuk berdua saja.


Gea pun mengangguk paham sepertinya ia nampak setuju jika Kheno dan Tara balikan. Gadis itu pun mengacungkan jempolnya sebelum beranjak dari dapur.


*


*


*


*


*


*


"Kenapa kamu menyuruh Gea pergi!"


"Sengaja! Biar kita bisa berduaan seperti ini, lagian mulai malam ini aku akan gantiin Gea buat bantu masak-masak." Ucap Kheno sambil memetik kangkung.


Tara menghela nafas, ini kali pertama nya ia melihat Kheno membantunya dalam urasan dapur. "Huuuh aku tidak yakin jika kamu bisa masak, sudahlah jangan menganggu ku aku takut masakan ku jadi hancur hanya gara-gara kamu membantu pekerjaan penting ku!"                 


Perkataan Tara cukup terlihat meremehkan sedikit bakatnya. Namun sekuat tenaga ia dapat melawan remehan itu.


"Hahaha tolong jangan meremehkan bakatku gini-gini aku memiliki pengalaman masak-memasak saat berada di amerika."


Seketika Tara tertarik dengan topik pembicaraan Kheno."Oh yah emang saat di Amerika kira-kira apa yang kamu masak?"


Kheno pun mendekat dan perlahan mendekatkan mulutnya ke telinga Tara seperti membisikan sesuatu yang serius.


"Maaf aku hanya becanda, ternyata membuatmu bertanya penasaran seperti itu sedikit membuat aku lebih tertarik. Tapi aku hanya becanda hihihi!"


Tara mendengus kesal bisa-bisanya ia tertipu dengan omongan palsu lelaki di sampingnya . Ia terpaksa mencubit pinggang Kheno dengan cubitan Kuat sehinggah membuat sang empu kesakitan.


"Aww!..aww!..ampun!...ia ampun!''


"Makanya hobby banget sih kamu bohongin aku!.."


"Iya maaf sayang habisnya kamu lucu sih."


''Ah udah deh gara-gara kamu aku jadi lupa buat masak!" Ketus Tara pada Kheno dan akhirnya Tara mengulang kembali pekerjaanya.


*


*


*


*

__ADS_1


*


*


*


*


di atas meja makan sudah tersedia tumis kangkung saus tiram, tempe,tahu,dan ikan nila goreng dan tidak lupa sambal rica-rica


Pedas. masakan sederhana yang tentunya mengugah selera.


Mereka semua menatap aura makanan itu dengan tatapan lapar, sama hal nya yang di rasakan Kheno. dia begitu senang karena ia akan memakan masakan Tara setelah sekian lama.


"Pasti papi udah lama banget kan gak makan masakan mami!" Selidik Keano pada papinya.


kheno mengangguk senang padahal hatinya terasa pedih. Coba aja aja sedari dulu atau sedari Kekay masih di dalam kandungan pasti hampir setiap hari ia memakan masakan Tara, sudahlah yang terpenting mulai dari sekarang ia akan memperbaiki semuanya dari awal.


"Iya pokoknya papi janji papi akan lebih gemar makan masakan mami." Kheno berucap sembari menarik senyuman tipis lalu ia menatap lembut ke arah Tara dan pada saat itu Tara menarik senyumannya ke arah Kheno namun Tara membuang wajahnya di saat Kheno balik menatapnya. Tara akui sepertinya sikap Kheno jauh lebih berubah semenjak kehadiran Kekay. Apa ini saatnya ia membuka lembaran baru bersama pria ini kemudian hidup berbahagia bersama kedua anaknya.


"Gimana pi masakan mami enak kan pi?"Kayra bertanya memastikan.


Kheno mengacungkan jempol. "Ini enak banget.."


*


*


*


*


*


*


*


*


"Duh itu siapa sih yang bertamu malem-malem udah tau kita lagi nikmati makan melem!" Gerutuk Kheno.


"Yaudah kalian semua nikmati aja makan malem nya jadi biar aku aja yang bukain pintu nya." Tanpa menunggu persetujuan dari Tara, Gea pun langsung beranjak ke pintu depan.


Sementara pintu terus saja di ketuk dari luar, di dalam hati Gea kesal kenapa orang yang di luar pintu terus saja mengetuk pintu tanpa bersuara atau mengucapkan salam.


Gea sudah membuka pintu bewarna coklat itu dan bertapa terkejutnya ia saat tau yang datang adalah Irvan. Apa harus ia lakukan sedangkan tubuhnya seakan-akan terpaku berdiam diri di depan pintu, mau membuka suara saja rasanya terasa berat. Apa lagi saat ia dan Irvan tidak lagi bicara.


  


Ternyata Irvan dapat mengerti mengapa Gea menjadi seperti ini, sedari tadi ia melihat Gea hanya menundukan kepalanya bahkan ia sama sekali tidak menatap wajah tampannya.


                                     


"Apa kamu berusaha menghindari ku!, kenapa kamu tidak lagi menghubungi ku, atau sekedar mengirimkan pesan untukku. Apa aku pernah berbuat salah pada mu."


Lagi-lagi Gea hanya menunduk tidak dapat Bersuara. Hal itu membuat Irvan begitu geram, kenapa wanita yang ia cintai itu seketika menjadi seperti ini.


"Coba tatap aku! Kenapa kamu diam dan menunduk, apa ada yang salah dengan wajahku sehingga membuat mu begitu ketakutan saat melihatku!"


Gea menggeleng lemah, tapi masih dalam keadaan menunduk.


"Jika tidak, kenapa menunduk. Aku hanya menyuruh mu untuk menatapku, ayo tatap aku Gea atau jika tidak aku akan menciumu."


Tanpa di sadari ada 4 manusia yang sedari tadi menyaksikan adegan drama romantis yang di perankan oleh Irvan dan Gea dari balik dinding penghubung ruang tv ke ruang tamu. Mereka adalah Tara, Kheno dan juga Kekay.

__ADS_1


Tara berusaha menutup mata Keano begitu pun Kheno yang berusaha menutup mata Kayra.


"Aduhmi! kok mata Kay di tutup sih!"


"Iyaah nih Kay mata aku juga di tutup sama papi '' protes kedua anaknya tidak terima.


"Hussst anak kecil seperti kalian gak pantes liat adegan kayak gitu."_Tara.


"Iya tuh bener kata mami jadi kalian nurut aja yah saat mata nya di tutup."


Baru aja mau majuin bibir buat cium Gea, Tapi malahan tidak jadi karena Irvan sempat mendengar suara berisik dari balik dinding itu. Irvan sudah menduga jika itu pasti Kheno dan Tara yang sedang menguping serta mengintip adegan mereka huuh menganggu saja.


(catatan:sebenarnya Irvan udah tau jika Kheno tinggal bersama Tara karena ia juga tau Kheno berusaha untuk memperbaiki hubungan mereka, walau seperti itu tidak


ada yang bisa di lakukan selain membiarkan mereka bahagia. Lagian di hatinya sekarang sudah ada Gea.)


Karena keberadaan mereka sudah di ketahui, mereka pun panik, secepat kilat mereka berlari menuju ke meja makan seperti semula.        


Irvan sudah berada di ruang makan di ikuti Gea di belakangnya.


"Ehh ada kamu Van yaudah ngapain diem di situ., mending makan yuk sama kita."


Irvan langsung menduduki bokongnya di kursi makan di samping Kheno. Kemudian ia merangkulkan tanganya di leher Kheno.


"Oh yah kira-kira sejak kapan kamu memiliki bakat sebagai penguping dan pengintip." Irvan menatap Kheno seakan menatap seekor mangsa, bukan itu saja ia juga menatap Tara dengan tetapan menusuk. Sedangkan Kheno dan Tara hanya tersenyum getir.


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*


Berkali-kali Kheno membolak-Balikan tubuhnya pada sofa kecil yang saat ini ia tidurin. Rupanya Tara berbohong Ukuran sofa ini sangatlah tidak cukup untuk manusia bertubuh kekar dan berkaki panjang sepertinya. Ia pun terbangun, kemudian manik hitamnya menatap Tara dengan tatapan irih. bagaimana mungkin ia enak-enakan tidur di ranjang yang nyaman sedangkan dirinya saja berjuang mati-matian agar bisa tidur.


Dalam keadaan tidur saja Tara masih sempat mengeretakan gigi putihya. Pada akhirnya Kheno berpindah tempat tidur di samping Tara.


*


*


*


*


*


*


*


Tara begitu risi karena tubuhnya tidak dapat di gerakan, yah seperti ada yang sedang memeluknya. Ia pun terbangun dan mendapati Kheno tenga memeluknya sekuat tenaga ia berusaha mendorong tubuh itu agar menjauh darinya, pada akhirnya tubuh kekar itu jatuh kelantai.

__ADS_1


Mungkin saking capeknya nyape-nyampe Kheno gak kebangun.


Punya inisiatif untuk ngerjai Kheno. Tara mengambil Lipstick bewarnah merah maroon, kemudian ia mengambar sesuatu layaknya sedang melukis pohon,matahari dll. Setelah mendapatkan hasil gambar yang memuaskan ia pun mengambil hp kemudian memotret wajah Kheno.


__ADS_2