Touch Me My Docter

Touch Me My Docter
Gevan, Momment Di Sawah


__ADS_3

"Kamu kapan pulang nya Van, gak bosen apa tinggal di kampung mulu,"


"Nanti ma, pokoknya setelah urusan aku selesai baru aku akan pulang,"


"Pulanglah Van, mama ada kejutan untuk kamu,"


"Kejutan apa ma?"


"Yang namanya kejutan yah mana yang di beritahu lewat telpon. Makanya kamu cepat pulang nanti kamu pasti seneng deh dengan kejutan yang mama berikan."


"mau pergi sekarang kan,"Ujar Gea yang tiba-tiba datang saat irvan sedang berbicara dengan mamanya lewat telpon.


Mendengar hal itu Irvan pun menyudahi panggilannya dengan mamanya kemudian ia menoleh pada Gea yang saat ini telah berganti pakaian untuk mengajak Irvan jalan-jalan melihat pemandangan di desa ini.


"Mah, udah dulu yah irvan ada kerjaan penting,"


"Irvan, itu suara perempuan. Apa saat ini kau bersama seorang perempuan,"


Bibb...


Irvan langsung mematikan panggilan mamanya begitu saja, saat sang mama minta penjelasan siapa perempuan yang saat ini sedang bersamanya.


"Kamu lagi telpon mama kamu yah?" Kata Gea menebak.


Irvan pun mengangguk.

__ADS_1


"Iya aku habis telpon mama"


"Oops sorry yah ganggu!"Gea menjadi merasa bersalah usai tau yang menelpon adalah mamanya Irvan.


"Yaudah gak apa-apa santai aja kali, yaudah mau berangkat sekarang kan. Tapi kamu tadi udah pamit sama ibu?" Tanya Irvan memastikan.


"Udah dari tadi kok, malah ibu seneng dan nyuruh."


"Oh syukurlah kalau begitu, yaudah yo berangkat sekarang."Ujar Irvan sembari membuka pintu mobilnya menyambut Gea dengan romantis.


Sebagian ibu-ibu yang lewat atau melintas di dekat rumah Irvan begitu irih.


"Gak nyangkah yah bu,Gea anak bu Marni bisa jalan atau deket sama dokter ganteng Irvan."Kata ibu B.


Hal itu pun sama yang di bicarakan Ibu A.


"masak sih ibu A, tapi kalau iya sih Gea itu main dukun kebangetan sekali yah."Ungkap Ibu C.


"Iya ibu-ibu tunggu aja paling nanti peletnya ilang terus nanti dokter Irvan jadi gak suka sama sih Gea,"ujar ibu A.


Di sisi lain Gea telah membawa Irvan melihat pemandangan indah yang ada di sawah di dekat danau. Irvan tersenyum menyaksikan pemandangan itu maka tak heran baginya mengambil hpnya untuk mengabadikan moment indah itu.


"Gimana pemandangan nya suka gak?"


"Yah betul aku sangat suka, jarang-jarang aku melihat pemandangan seindah ini." Irvan mengarahkam kameranya memfoto Gea yang saat ini lagi tersenyum.

__ADS_1


Sontak Gea memukul pelan lengan Irvan.


"Ih apaan sih kamu pakek ambil foto aku segala malu tau."


"Hehehe kenapa, kamu cantik hari ini makanya fotonya aku ambil."


Sejenak wajah Gea yang tadinya ceria kini menjadi redup, Gea terlihat murung.


"Kok murung, ada masalah."


"Aku memikirkan penawaran dari mu," ucap Gea sembari menaru anak rambut ke belakang telinga.


Irvan menghela nafas.


"Bagaimana pun penawaran aku ini terlihat bagus, aku tidak mungkin dapat membiarkan mu tinggal di kampung yang isinya manusia-manusia tukang fitna terlebih aku terlihat tidak suka dengan juragan Bani yang selalu centil kepada mu."Kali ini Irvan bertanya serius.


"Beri aku waktu untuk beberapa hari yah,karena menurut ku pindah dari sini bukanlah soal yang mudah."


"Baiklah aku berharap akan adanya lampu hijau dari mu, dan setelah di kota nanti aku berjanji akan membantu mu dan juga ibumu. Sebab ibu mu ibuku juga, benarkan."


"Kira-kira apa sih yang kau sukai dari ku?"


"Kau cantik,kau baik,dan intinya kau berbeda dari wanita lain,"


"Jangan konyol, aku bahkan hanya lulusan SMA tidak seperti mu yang punya jabatan tinggi sebagai dokter."

__ADS_1


"Loh emang ada larangan yah seorang dokter tidak boleh mencintai seseorang yang tidak berpendidikan tinggi, tidak kan. Jadi kau tidak perlu khawatir."


Untuk beberapa saat hati Gea marasa lebih legah, Gea berharap hubunganya dengan Irvan akan selalu berjalan baik.


__ADS_2