
Tara dan Vania telah sampai di rumah sakit tempat Kheno mendapatkan perawatan, dan di sana Tara bertemu dengan Arga yang tenga duduk menyendiri sembari barmain hp.
"Arga...!!"
"Tante Vania, Tara...!!"
"Bagaimana keadaan Kheno sekarang Ar..?Vania bertanya dengan kekhawatiran.
"Kheno saat ini masih ada di dalam ruangan ini tante, karena dokter tenga sibuk mengatasi kondisinya."
"Kheno Bu, hiks hiks.."Tara menangis sedih melihat keadaan Kheno dari kaca pintu ruangan Kheno, di sana Tara melihat Kheno terbaring lemah dengan kepala serta tangannya yang penuh perban.
Vania menarik Tara kedalam pelukannya.
"Kamu harus tenang Ra, kita cukup doakan saja jika Kheno kondisinya bisa lebih baik."
Selang beberapa lama Dokter yang merawat Kheno pun keluar dari dalam ruangan.
"Apa kalian berdua keluarganya?"Tanya dokter tersebut.
"Saya ibu dari pasien dok, dan ini menantu saya istri dari anak saya."Ucap Vania memperkenalkan diri."Lalu bagaiman dengan kondisi anak saya dok?"
"Untungnya pasien bisa lebih cepat di bawa kemari maka kalau tidak mungkin pasien akan kehilangan banyak darah. tunggu beberapa jam lagi saya yakin kondisinya akan segera pulih,"
Arga,Vania, dan juga Tara bersyukur dan juga bernafas legah.
"Kalau begitu saya permisih undur diri dulu," Dokter pun melangkah pergi meninggalkan mereka bertiga.
Vania dan Tara mengucapkan rasa terimakasih kepada Arga karena berkat Arga Kheno dapat terselamatkan.
__ADS_1
...****************...
Rasa pusing tak terkendali membuat Putri berjalan menuju ruang dokter merasa puyeng untung saja ada kursi di sekitar jadinya ia bisa duduk dulu di sana.
Putri menyentuh kepalanya yang terasa begitu pusing, beruntung ia mendapat iZin sakit untuk pulang pada kepala sekolah tempat ia mengajar.
"Aku kenapa sih akhir akhir ini sering lemes,mual-mual dan juga pusing"Gerutu Putri.
Arga yang tadinya izin ke toilet langsung menghentikan langkahnya di saat ia melihat seorang wanita bersurai panjang duduk di kursi panjang sembari menyentuh kepalanya.
"Itu kan wanita durhaka itu,"Tanpa ragu Arga mendekati wanita itu.
"Kamu kenapa sakit yah?"
Putri menggigit bibirnya di saat ia melihat kembali pria menyebalkan ini lagi.
"Whats ngikutin! Enak aja. Yang ada kamu tuh kayaknya yang sangaja ngikutin aku!"
Semakin beradu debat maka semakin besar pula rasa pusing yang Putri rasakan. Ia mencoba untuk menghindari Arga, dan mulai berdiri untuk pergi.
"Udah deh mending kamu pergi sana, jangan ganggu aku!" Usai mengatakan itu Putri pun ambruk tak sadarkan diri.
Beruntung Arga mampu menahan tubuh Putri agar tidak terjatuh.
"Woy, Putri kok malah pingsan sih. Ah ngerepotin saja!"
......................
"Bu, bagaimana dengan Keano dan juga Kayra pasti mereka sendirian di rumah."Selama beberapa jam di rumah sakit Tara jadi mengingat kedua anaknya yang sedang berada di rumah.
__ADS_1
namun tiba-tiba dering telpon Tara berdering Sebuah panggan vidio call dari Gea terlihat di layar hpnya.
Segera Tara mengangkat vidio call itu.
"Hallo Mam, mamiii ini kitaa..."
"Keano Kayra..."Tara berpikir panjang kenapa Keano dan juga Kayra memegang hp Gea.
"Hallo, mbak ini aku Gea."
"Gea, kamu ada di rumah mbak sekarang,"Ucap Tara tak menyangkah akan kedatangan Gea kerumahnya.
"Mbak di mana sekarang, oh iy aku tidak sendiri aku juga bawak ibu aku, aku hanya rindu sama mbak dan kedua anak mbak."
"Oh syukur lah, mbak senang kamu datang Ge untungnya mbak gak perlu khawatir lagi karena Keano dan Juga Kayra ada yang jagain"
"Loh emangnya mbak di mana sekarang?"
"Kheno kecelakaan Ge, mbak dan juga ibu Mertua sudah menunggu di sini?"
"Astaga lalu bagaiman keadaan tuan Kheno mbak?"
"Kata dokter kondisinya akan segera pulih setelah menunggu beberapa jam lagi. Kamu tunggu di sana dulu yah Ge"
"Baiklah mbak aku akan menunggu di sini dulu untuk sementara sampai mbak pulang kerumah."
"Baiklah Ge, terimakasih."
"Sama-sama mbak."
__ADS_1