
Kheno sudah merencanakan akan mengajak Tara ke dokter kandungan siang ini juga dan siang ini Tara dengan semangat 45 periksa kandungan bersama Kheno.
"Apa yang harus aku bawak Khen saat di periksa oleh dokter nanti?"
"Tidak perlu membawa apa-apa nanti juga kau akan di beri buku panduan masa kehamilan setelah di periksa. Ayo apa kau sudah siap?"
"Iya tunggu sebentar lagi."
...****************...
Ada yang aneh saat mobil Arga memasuki kawasan perkomplekan ini, Arga merasa jika area ini mirip sekali dengan rumah tante Vania. Arga pun bertanya lagi kepada Putri yang duduk di sampingnya untuk memastikan.
"Kira-kira rumah siapa yang ingin kau kunjungin?"
"Jika aku sebutkan orangnya pasti kau tidak akan tau Ga,"
Arga melihat dari kaca depan pengemudi dari sana ia melihat mamanya sambungnya Putri yang nampak sedang memikirkan sesuatu lantas ia pun bertanya.
"Apakah orang yang ingin mama calon mertua temui itu begitu penting?"
"Iya nak Arga dia orang yang sangat penting, mungkin saya akan sangat senang jika bertemu dengannya."
"Mama calon mertua? Hahaha"
"Loh, kenapa apa aku salah.karena tidak lama lagi bukan kah kita akan segera menikah kan."
"Eh eh stop...stop Arga..!!"
Sssttt
__ADS_1
Putri meminta Arga untuk menghentikan mobilnya karena rumah yang akan ia tuju sudah di depan mata.
"Mundurkan lagi mobil mu, kita sudah menjauhi 3 rumah dari rumah yang ingin aku tuju."
"Oke, oke..."Arga memundurkan kembali mobilnya dan tepat berhentih di depan rumah mewah yang luarnya di batasin dengan gerbang.
"Ayo ma kita turun,"Ucap Putri kepada mama, dan mama pun turun seketika mengikuti langkah putri yang sudah di depan gerbang..
Sedangkan Arga masih termenung di dalam mobil, dan ia sempat memikirkan jika rumah ini jelas rumah tante Vania. Arga yang penasaran ikut turun mengikuti langkah mereka.
"Permisi non, tuan, itu di depan ada tamu katanya mereka ingin bertemu dengan non Tara."
Seorang pelayan menghampiri Kheno dan juga Tara yang saat ini telah siap pergi ke dokter kandungan.
"Siapa bik, tamunya kira-kira?"Tanya Tara penasaran.
"Yasudah bik, suruh saja mereka masuk ke dalam."
"Baiklah tuan, kalau begitu saya permisi dulu"
"loh Khen,Tara kenapa kalian belum pergi nanti telat loh" Vania menghampiri Tara yang masih setia berdiri di dekat sofa.
"Tadi Bik ida bilang jika ada 3 tamu yang ingin bertemu denga ku Bu,"
"Siapa?"
"Non tuan, ini mereka tamunya."
Kheno,Tara, Bahkan Vania di buat syok akan kehadiran wanita yang telah membuat kesalahan besar di masalalu dan hari ini wanita itu memberanikan diri menongolkan diri.
__ADS_1
Bukan hanya itu mata Tara berlinangan air mata saat melihat seorang wanita paruh baya yang ada di samping Putri.
Renita tidak tahan lagi ketika melihat seoarang wanita cantik di antara pria dan wanita paruh baya di sampingnya.
"Berani sekali kamu datang ke rumah ini lagi ha!"Hardik Vania pada Putri.
Satu hal yang tidak Arga ketahui kenapa tante Vania memarahi Putri sebenarnya apa kesalahannya.
"Berani kau datang kerumah ini lagi, tidak cukupkah kau membuat hidupku menderita selama bertahun-tahun kerena kehilangan istri."
Putri tau kehadirannya akan menimbulkan ketidak sukaan mereka di rumah ini lagi tapi itu semua ia lakukan demi mama sambungnya yang ingin sekali bertemu dengan Tara.
"Maaf kan aku, aku tau kesalahan ku di masa lalu begitu membuat kalian membenci ku tapi kali ini aku mohon maafkan semua kesalahan ku"
"Maaf..!!segampang itu kau ingin meminta maaf...!!!"
"Maaf, tolong nyonya Tuan, tolong jangan salahkan anak saya semua ini salah saya, saya yang ingin mengajaknya untuk bertemu dengan anak saya hiks hiks hiks"
"Tara pasti kau sudah tau kalau wanita di samping ku ini adalah ibu kandung mu sekali gus beliau juga ibu sambung ku"
"Jadi kau Tara, anak ibu hiks hiks hiks."Renita memajukan langkahnya menghampiri Tara.
Tara berlinangan air mata saat Renita membelai wajahnya.
"Ibu, jadi ibu sudah ingat aku hiks hiks"
"Hiks hiks maafkan ibu nak, maafkan kesalahan ibu di masa lalu hiks hiks hiks"
Tara tak kuasa menahan tangisannya yang telah pecah, ia membalas pelukan erat ibunya yang memeluk dirinya.
__ADS_1