Touch Me My Docter

Touch Me My Docter
Kheno Mengusir Tara


__ADS_3

Bertapa terkejutnya semua orang yang berada di sana. Karena film yang mereka tonton bukan film menyangkut keluarga melainkan seluruh mesrah Tara bersama seorang supir yang tempo hari menjebaknya bersama Putri.


Tara langsung syok dan kemudian berdiri, menggeleng tidak percaya bahwa yang di layar tv itu bukan dia, Kheno juga berdiri memancarkan aura marah.


Seketika raut wajah mereka berubah padam. Mereka semua melihat ke arah Tara, sedangkan Tara hanya menutup mulutnya tak percaya, matanya berair, apakah benar tubuh telanj*ng yang sedang berpose bersama lelaki lain itu adalah dirinya.


Vania menghampiri Tara yang berdiri dengan menghujami pertanyaan."Tara apa-apaan ini, kenapa di sana terdapat foto mu dan juga lelaki lain?"


"T-tidak ibu aku Yakin itu hanya jebakan, tante tolong percaya lah padaku"


"Tante apa aku bilang wanita ini tidak


Baik untuk Kheno tante, itu sudah jelas tan, pasti Tara menghabiskan malam yang panjang bersama pria itu!"


Sungguh licik niatnya Putri karena dari awal ia lah yang mengubah dvd tersebut menjadi foto-foto Tara bersama pria lain. Karena memang itulah niatnya dari awal untuk menghancurkan kebahagian Tara dan


kheno.


"Apa yang kamu bicara kan, itu pasti jebakan mu kan!" tunjuk Tara pada putri.


"Jebakan kamu bilang, itu adalah bukti bahwa kamu berselingkuh dan niat mu menikah dengan Kheno hanya untuk memanfaatkan harta kekayaan Kheno iya kan?"


"Tara! sudah cukup!!, ternyata selama ini saya di bodohkan dengan akal-akalan kamu, saya kira kamu adalah wanita yang baik-baik sehingga saya percaya dengan kamu. Namun sekarang saya menyesal!" Vania membuang muka tidak habis pikir jika menantu kesayangannya tega berbuat seperti itu.


Tara bersujud pada vania."ibu aku mohon percaya lah pada ku, aku sungguh di jebak, itu aku di jebak hisk hisk"

__ADS_1


"lepaskan kamu benar-benar menghancurkan kepercayaan saya ra."


Kheno hanya berdiam diri menahan emosi serta amarah, ia tidak menyangkah bahwa istrinya yang begitu di cintai tega menghianati dirinya.


Putri memaksa Tara untuk berdiri "sudah lebih baik kamu keluar saja dari sini wanita tidak tau diri!"


"Tidak kamu yang tidak tau diri! kamu wanita jahat!"


Matanya semakin deras mengalirkan cairan bening, dan suaranya semakin serak karena tangisan.


"Ibu,Khen percayalah itu semua adalah jebakan, aku tidak mungkin melakukan itu semua! Putrii aku yakin dialah yang menj___.


"cukup! PLAK


Kheno berbicara dengan nada membentak serta menampar keras pipi kanan Tara begitu keras.


"Aku tidak menyangkah bahwa kamu.serendah itu, benar aku mengirah mu


Kamu adalah sosok wanita yang baik


Yang tepat untukku. Namun nyatanya


Kamu memang lah jal**! yah kamu pantas di panggil ******! karena pekerjaan mu dari dulu adalah menggoda para pria hidung bel...


"Cukup Khen! sudah cukup hentikan, kenapa kamu semakin memojokan ku dengan cara menghina ku sebagai jal***,harus beberapa kali aku katakan padamu aku bukan jal*** ini jebakan hiks..hiks..hiks"

__ADS_1


"Hentikan air mata palsu mu itu, kamu tau di dalam kamus ku, aku paling membenci dengan wanita yang suka berbohong seperti kamu dan ini keputusan ku kamu harus pergi jauh-jauh dari kehidupan ku dan jangan pernah muncul lagi di dalam kehidupan ku"


"Khen, apa yang kamu bicarakan!" sanggah Vania.


"Ini adalah keputusan ku bu, seorang penghianat harus pergi jauh-jauh dari


Kehidupan kita" Ujar Kheno tanpa keraguan.


Sontak Tara langsung menghapus air matanya. Ia berusaha berbicara walau cerka tangisan."baik tidak masalah jika itu keinginan mu, aku akan turuti, aku akan pergi jauh dari kehidupan mu. Tapii jika suatu hari nanti kamu tau suatu hari nanti aku tidak bersalah, aku mohon jangan pernah menyesal lalu kemudian mencari ku"


Mata putri berbinar, niat hatinya memiliki Kheno akhirnya tercapai.


"Udahlah tante,tante yang sabar yah jika Kheno suruh Tara pergi yah gak apa apa tante tau sendiri kan jika Tara bukan wanita baik-baik."


Setelah mendengar kalimat dari Tara, Kheno langsung beranjak naik ke tangga atas rasanya sangat malas untuk menghadapi situasi seperti ini. Bukan Karena malas melainkan ada rasa berat hati ketika dirinya menampar Tara lalu memintanya untuk pergi jauh.


Tara merasa bahwa Kheno sangat menginginkan dirinya pergi sepertinya tiada lagi tempat untuk dirinya di hati Kheno. Ia- rasa ini yang terbaik menghilang darinya.


*************


Tara berjalan kaki tak tau arah. Ia hanya membawa 1 koper kecil dan Tas ransel. Sementara hari semakin gelap dan udara dingin semakin menusuk. Sambil berjalan Tara mengelus perutnya ''sekarang hanya


Akan ada kita berdua nak, mami janji


Akan selalu menjaga mu sampai kamu lahir"

__ADS_1


tiba-tiba hujan deras muncul di sertai petir besar. Tara tidak tau harus kemana lagi, rasanya ia kepala terasa pusing ia tidak sanggup lagi menahan berat badanya dan akhirnya pun ia pingsan di pinggir jalan yang terkena guyuran hujan.


Saat itu mobil sport putih berhenti di tepi raya. Lalu keluarlah sosok lelaki tampan ia sepertinya mengenal Sosok wanita yang sedang pingsan itu. Lalu kemudian membawa nya ke suatu tempat.


__ADS_2