Touch Me My Docter

Touch Me My Docter
Tidak Mengidam


__ADS_3

"Bagaimana apa kau sudah tau hasilnya?"


Ternyata ini manfaat mempunyai suami yang berfropesi sebagai Dokter sehingga hal sebahagia ini bisa ia tahu sejak awal pemeriksaan tadi.


"Khen, kau jahat seharusnya kau memberi tahu aku terlebih dahulu hal sebahagia ini,"


"Maaf sayang, aku hanya ingin kau mengetahuinya sendiri."


"hmm iya khen aku seneng banget akhirnya aku hamil juga," Ucap Tara sembari memeluk tubuh tinggi Kheno.


"Selamat yah sayang akhirnya terwujud juga keinginan kita untuk memberi adik bayi untuk Keano dan Kayra."


Tara melepaskan pelukannya, dan berpikir akan memberi tahu semua keluarganya. Akan tetapi Kheno melarangnya di karena kan semua orang pasti sudah tidur pada jam segini.


"Berita bahagia ini pasti akan kita sampaikan besok pagi saat keluarga melakukan sarapan pagi."


"Yah aku jadi tidak sabaran Khen,"Tara mengeluh rasanya ia ingin segera memberi tahu berita ini kepada semuanya.


"Besabarlah, oh yah apakah kau mengidam sesuatu?"


"ngidam? Tidak aku tidak ingin apapun."


"mustahil bukan kah semua wanita hamil selalu mengidam yang tidak-tidak. Katakan apakah di waktu hamil kedua anak kita, apa kau menginginkan sesuatu?"


"Tidak ada."


"Apa kau yakin?"

__ADS_1


"Yah aku tidak ingin apa-apa,"


Tara juga heran di waktu hamil Keano dan Kayra ia bahkan tidak mempunyai keinginan meminta sesuatu yang aneh, apa itu karena ia jauh dari suami karena semasa hamil dan selepas lahiran Kheno tak ada bersamanya.


"Yasudah kalau begitu lebih baik tidur yuk, ingat ibu dari anak ku harus tidur lebih awal supaya nanti bayinya sehat."Kheno dengan mesrah mengendong tubuh Tara sampai ke atas kasur.


"Khen, lepaskan aku nanti aku bisa jatuh loh"


"Yah akan jatuhkan dengan pelan istri ku di


atas kasur."


...****************...


Malam ini Renita tidak bisa tidur karena memikirkan Tara anaknya, bertahun-tahun ia kehilangan Tara pada akhirnya ia berhasil menemukan keberadaan Tara berkat putri.


"Tidur lah karena besok kau harus siap-siap bertemu dengan anak kandung mu,"


Renita membulatkan matanya, ketika mendengar kalimat yang suaminya ucapkan. Apakah ia tidak salah dengar.


"Mas, apa maksud mu mas?"


"Aku tak sengaja mendengar percakapan antara kamu dan putri, aku juga bersyukur akhirnya kamu mengetahui di mana anak mu berada"


"Apa mas tidak marah?"ucap Renita yang saat ini mengubah posisinya menjadi duduk.


"Untuk apa aku marah, tapi akhir-akhir aku senang ketika melihat hubungan mu dan juga Putri anak ku kian membaik tidak seperti biasanya."

__ADS_1


"Mas apakah mas tidak marah jika aku membicarakan anak kandung ku di hadapan mas,"


"Aku begitu malas untuk mengulangi perkataan ku kembali Renita, sekarang tidur lah karena sudah malam."


...****************...


{Besok siang bisa tidak temanin aku dan juga mama pergi ke suatu tempat}


Arga tenga melihat semua koleksi foto-foto yang ia ambil waktu di puncak di dalam laptop, namun jari manis nya terhenti ketia mendapatkan sebuah pesan dari Putri.


{Baiklah tidak masalah aku bisa menemanin mu dan calon mama mertua}


Putri mengerutkan kening ketika membaca pesan dari Arga.


{Oke.}


{Kenapa hanya oke, apakah tidak ada kalimat yang lain gitu,}


{Emang harus membahas apa lagi?}


{Rencana pertemuan kedua orang tua kita untuk membahas pernikahan kita}


{Bagaimana kalau 2 hari lagi}


{Oke baiklah, aku tidur dulu yah. Kamu sebaiknya jangan tidur terlalu larut karena tidak baik untuk wanita hamil}


{Baiklah terimakasi}

__ADS_1


Putri mematikan data hpnya lalu memutuskan untuk tidur sesuai perintah Arga tadi.


__ADS_2