Touch Me My Docter

Touch Me My Docter
Gea Di Bawa Oleh Juragan Bani


__ADS_3

Segala perlengkapan sudah di persiapkan untuk berangkat ke kota, dan beberapa tas besar sudah tersusun rapi di ruang tamu.


Sekilas wanita paru bayah menatap foto almarlum suaminya yang telah lama meninggal,lalu menciumnya dan segera foto tersebut ia masukan ke dalam tas berisi pakaian.


Seorang wanita muda lalu datang menghampir sang ibu yang tenga sibuk memasukan beberapa barang yang sangat begitu penting ke dalam tas.


Perlahan wanita muda itu memeluk sang ibu dari belakang.


"Apa ibu merindukan ayah?"


"Yah bisa di bilang begitu Ge. sepertinya bukan hanya merindukan ayah mu tetapi nampaknya ibu juga pasti akan merindukan rumah ini."Ucap bu Marni selaku ibunya Gea.


"Kita pergi dari kampung ini juga demi kesehatan ibu dan kehidupan kita juga akan lebih baik dari pada tinggal di kampung yang isinya orang-orang yang suka ngegosip."


Perlahan bu Marni melepaskan tangan Gea dari pelukannya. Lalu bu marni tersenyum sembari menatap Gea.


"Sepertinya Dokter Irvan lelaki yang tepat untuk mu Ge, udah orangnya ganteng, terus baik lagi."


Gea tersenyum senang kali ini ibu mendukung hubungannya dengan Dokter Irvan.


Tok!! Tok!!! Tok!!


"Gea! Gea!...

__ADS_1


Pintu depan di gedor secara kasar dari luar sehingga membuat Gea dan ibunya saling memandang.


"Ge, siapa yang gedor pintu depan?"


"Aku gak tau bu, kalau begitu ayo kita kedepan saja!"


"Gea!! Buk Marni...!buka pintunya!!


Gea dan buk Marni berdiri di depan pintu dalam, mereka saling menggenggam tangan saat mereka tau yang menggedor itu adalah juragan Bani.


Pintu pun perlahan di buka, Juragan Bani dan anak buahnya masuk begitu saja tanpa mengucapkan kata permisih.


"Jj juragan!"Ucap bu Marni gugup.


Ketika melihat beberap tas besar yang terjejer rapi di ruang tamu, sontak hal itu membius kedua anak buah juragan Bani.


"Lihat juragan sepertinya Gea dan ibunya jadi pergi meninggalkan kampung ini bersama dokter Irvan!"Sahut anak buah A.


"Hey Gea dari pada ikut dokter itu ke kota mending kamu nikah aja sama juragan Bani!"Ucap anak buah B.


"Enggak, pokoknya aku gak sudih nikah sama bandot tau kayak juragan kalian!"Tunjuk Gea pada juragan Bani.


"Hey, Gea. Harusnya kau itu sadar diri, dan berkaca wanita seperti mu apa pantas sama dokter muda dan tampan itu! Percaya lah setelah sampai di kota nanti saya sangat yakin jika kau akan campakan olehnya!" Hardik Juragan Bani pada Gea.

__ADS_1


"Juragan, pandai sekali menilai orang yang belum beberapa hari di kenal. Aku tau betul siapa dokter Irvan karena aku sudah mengenalnya lebih dari 5 tahun dan yang jelas prilaku serta sikap dokter Irvan itu jauh lebih baik dari pada bandot tua seperti mu!" Teriak Gea dengan emosinya supaya juragan Bani lebih tau diri.


"Kurang ajar!" Juragan yang ingin memukul Gea, namun dengan sigap bu Marni mencega tangan juragan Bani yang hendak memukul anaknya.


"saya mohon juragan, ampunin Gea anak saya jangan sakiti dia.pokoknya saya akan berusaha untuk membayar hutang saya pada juragan!"Ibu Marni duduk tersungkur di bawah kaki juragan Bani.


"Ibu, apa yang ibu lakukan!"Ucap Gea yang tidak terima ketika ibunya melakukan hal seperti ini.


"Berusaha! Berusaha! Sial begitu bosan mendengarnya bu Marni!"Juragan Bani menendang Bu Marni dengan kakinya hingga membuat wanita tua itu terdorong kebelakang.


"Ibu...!!"Teriak Gea histeris saat melihat juragan berperilaku kasar pada ibunya.


"Tono! Lukman! Cepat bawa Gea sekarang juga kalau dia tidak mau menikah dengan ku, maka terpaksa aku akan memaksanya menikah dengan ku!"Perintah jurahan Bani pada kedua anak buahnya.


Seketika mereka setuju dan mulai merencanakan perintah.


Tono dan Lukman mulai memegang kedua tangan Gea yang kiri dan kanan dengan cengkraman kuat.


Gea memberontak.


"Lepaskan aku!"


"Tolong juragan lepaskan Gea hiks hiks"

__ADS_1


Bu Marni berusaha berdiri untuk membantu Gea yang ingin di bawa paksa oleh anak buah juragan. Tapi mereka tak menghiraukan dan mulai membawa Gea keluar dari ruangan itu.


__ADS_2