Touch Me My Docter

Touch Me My Docter
Melepas Rindu


__ADS_3

Hampir satu jam lebih Kheno berserta kedua anak-anaknya saling bercengkrama garing untuk melepas rindu setelah bertahun-tahun tidak pernah bertemu. Di lihat dari wajah kedua anaknya itu, mereka nampaknya begitu bahagia karena apa yang selama ini mereka minta kepada tuhan telah terkabulkan.


Apalagi yang dirasakan Kheno sekarang nampak juga lelaki itu tidak akan pernah menyia-nyia momment bahagia ini, yang terpenting di dalam pikirannya ia akan berjanji akan memperbaiki semuanya dan mengulangin kebahagiaan ini dari awal.


secangkir kopi hangat buatan Gea sudah hampir habis, Gea melihat hal itu malah menawarkan diri agar dirinya membuatkan kopi lagi untuk Kheno tetapi Kheno menolak.


"Kopi mau lagi tuan?"


"Tidak usah terimakasih. Ini sudah lebih dari cukup.''


seharusnya tugas ini Tara yang harus melakukanya, tetapi sedari tadi Kheno tidak melihat Tara. Mungkin dirinya sadar begitu bencinya Tara kepada Kheno.


''Oh baiklah tuan, kalau begitu saya permisi dulu.''


''Tungguh.''


''Iya tuan ada apa?''


''Ada di mana Tara?''


Bukannya tidak ingin memberi tahu tetapi ini memang permintaan Tara, karena tadi Tara sempat bilang kepada Gea bahwa Tara ingin sendiri dulu sebab ia belum terlalu memahamin betul situasi dadakan yang terjadi hari ini. Itu sebabnya Gea hanya bisa berdiam diri disaat Kheno menanyakan keberadaan Tara.


Tanpa di beri tahupun Kheno sudah paham ketika membaca air muka Gea.


Sebelum Kheno berbicara lagi, Keano juga menyambar pertanyaan yang sama.


"Tante kok diam. Kan papi nanya mami ada di mana?''_Keano.


''Kenapa Mami jadi menghindari papi, apa mungkin mami masih marah karena papi baru datang sekarang?"_Kayra.


"Yeah mungkin mami hanya marah sedikit kepada papi, kalian tenang saja yah papi janji akan memperbaiki semuanya''


Gea Merasa terlalu kekanak-kanakan, pada akhirnya Gea terpaksa memberi tahu keberadaan Tara kepada Kheno.


''Saat ini Mbak Tara ada di balkon atap lantai atas tuan. Karena biasanya tempat itu adalah tempat di mana Mbak Tara dapat menenangkan diri.''


''Astaga Apakah Tara bisa sesetres itu ketika bertemu dengan ku'' ujar batin Kheno berkata.


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*


Kheno harus menaiki 5 anak tangga untuk menuju balkon di lantai 2. Rumah yang kini Tara tempati memanglah cukup sederhana tetapi apa yang tertata pada dinding dekorasinya cukup membuat rumah berdinding 2 tingkat itu menjadi Rumah begitu klasik dan terlihat lebih indah di pandang.


Seorang wanita sedang terduduk manis sambil menikmati pancaran panas matahari di atas balkon khusus. Kheno kemudian melangkah menghampirinya. wanita itu nampak masih terlihat begitu sedih.


''Akan lebih baik kamu turun saja ke bawah kemudian berkumpul bersama kami, ketimbang nanti kamu harus mengambil resiko membuat kulit mu rusak akibat terpapar sinar matahari"


Seketika Tara pun tau bahwa orang yang hari telah membuatnya bersedih tiba-tiba muncul di belakangnya. Padahal dia meminta Gea untuk merasiakan keberadaannya.


Tara dengan cepat menghapus jejak air matanya dengan punggung tangannya. Lalu segera membalikan badan menghadap Kheno.


"Aku lebih memilih membiarkan kulit ku rusak ketimbang aku harus bertemu lagi dengan orang seperti kamu. lebih baik kamu pergi saja jangan  ganggu aku!"


"Aku paham itu, mungkin sangat berat bagi kamu untuk menerima kehadiran ku kembali. Tapi aku mohon untuk kali tolong percayai aku, biarkan aku mengulangkan segalanya dari titik 0. Bagaimana pun ini demi Keano dan Kayra."


''Cukup Khen. Cukup. sudah berapa kali kamu bilang Ini demi Keano dan Kayra, sebab mereka tidak ada hubungan apapun dengan hal ini!"


''Tidak ada hubungan Kamu bilang? Aku papi nya dan mereka adalah darah dagingku."


"Jika mereka darah daging mu. Lalu bagaimana bisa Kamu membiarkan mereka hidup di dalam kandungan ku tanpa adanya kamu, di saat usia kandungan ku masih sangat mudah. Saat di hari itu aku ingin mencoba memberi kabar bahagia ini pada kamu. Tapi semuanya berbalik. Kamu mengusirku Khen, Bahkan kamu dengan tega menamparku Karena tipuan licik wanita yang kamu cintai itu. Di hari kepergian ku, aku bahkan hampir mati karena aku tidak sadarkan diri di tenga dinginnya malam di sertai hujan lebat, tapi waktu itu untunglah ada seorang laki-laki yang menolongku dan membawa ku kerumah sakit. Kamu tau dia siapa? dia adalah Irvan sahabatmu, dia menolongku hingga kini, lalu apa pantas ketika kamu meminta untuk memperbaiki semuanya kembali.'' Tara tidak dapat lagi menahan air matanya, air matanya mengalir lebih deras di saat dia mengatakan isi perasaan sakit hatinya ke pada Kheno.


Kheno tidak pernah menangis karena wanita. Bahkan satu-satunya wanita yang telah membuatnya menangis adalah Tara.tara telah menyadarkan segalanya. Kheno sungguh menyesali perbuatannya. batinya terasa nyeri di saat mendengar penjelasan dari mulut Tara.


''Maaf... maaf... maaf." Kheno mengulang kata maaf hinggah beberapa kali agar Tara memaafkan perbuatannya di masa lalu walau berat hati untuk memaafkan.


''pergilah, biarkan aku menenangkan diri untuk sementara.''


Akan lebih baik Kheno membiarkan Tara sendiri dan jika keadaannya berubah menjadi lebih baik Kheno berjanji akan memperbaiki nya kembali.

__ADS_1


''Baiklah aku akan pergi, jika itu yang membuat perasaan mu legah.''


Kheno berbalik untuk pergi dari tempat itu, namun ia memutar dirinya kembali menghadap wanita yang tetap cantik walau bermata sembab.


''Aku memang pergi, Tapi percaya lah aku pasti akan kembali lagi untuk memperbaiki semuanya.'' ucapnya datar lalu berlalu pergi meninggalkan Tara sendiri karena Kheno tau dengan jawaban Tara setelah mengatakan hal itu.


''Dasar lelaki egois, keras kepala, rupanya kamu masih sama seperti dulu tidak pernah berubah.'' ucap batin Tara.


*


*


*


*


*


*


*


*


"Sayang papi pergi dulu yah. Soalnya papi dapat panggilan penting dari rumah sakit.''


''yah kok cepet banget sih pi, padahal kita belum puas main sama papi.'' _Keano.


''Iya pi, bagaimana kalau papi bermalam saja di sini. Kan nanti papi bisa tidur sama mami."_Kayra.


Kheno menarik mereka berdua kedalam pelukan hangatnya.


''Percayalah papi tidak hanya bermalam di sini untuk satu semalam, tapi nanti papi akan bermalam di sini seterusnya dengan kalian semua dan juga mami ikut papi pulang dan kita semua pastinya akan tinggal bersama kemudian hidup berbagia"


"Papi seriuskan, tapi kapan pi?''_Kayra.


''Papi yakin pasti itu akan secepatnya, kalian harus sabar yah.''


''Loh tapi kok, mata papi berair. apa papi habis menangis?''_Keano.


''Tidak sayang, papi cuma kelilipan aja tadinya. karena tadi di balkon ada sedikit debu masuk ke mata papi jadinya papi kelilipan."


''Debu? Tidak mungkin ada debu pi, karena mami sangat suka kebersihan. Setelah yang kami berdua sering lihat mami sangat benci dengan debu''_Kayra.


Kheno terkekeh geli mendengar tutur kalimat yang kedua anaknya katakan. Rupanya mereka jauh lebih pintar dari nya.


"kita juga kok pi,karena sayang kita ke papi seperti tinggi nya langit.''_Keano.


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*


Di saat Kheno baru keluar dari rumah Tara dan ingin memasuki mobilnya, seorang pria memanggil namanya.


"Kheno…!"


Kheno pun menoleh kebelakang tersaat dia tau jika orang yang memanggil namanya itu adalah sahabatnya Irvan. Dirinya juga senang karena berjumpa langsung dengan Irvan setelah sekian lama.


''Hey Van apa kabar.'' Ucapnya senang dan langsung memeluk Irvan.


Irvan tidak akan datang kerumah Tara jika bukan bukan Gea yang memberi tahunya tentang hal ini. Alhasil setelah mendengarkan penjelasan dari Gea lewat telepon, Irvan tidak terlihat senang ketika tau yang datang kerumah Tara itu adalah Kheno sahabat lamanya sekali gus seorang pria yang telah membuat hidup Tara menderita. Apa lagi di saat Kheno memeluknya itu sungguh membuatnya muak, Irvan mendorong tubuh Kheno hingga tubuh belakangnya terhampas di mobilnya dan Irvan mulai berbicara kasar.


"Untuk apa kamu datang kemari Khen!, apa untuk menyakiti Tara dan juga kedua anaknya! dengar, aku tidak akan pernah membiarkan mu mendekati mereka lagi dan kali ini cukup terakhir!''


Kheno tidak percaya jika Irvan mampu mengucapkan kalimat kasar itu kepada dirinya padahal dulunya mereka berteman baik.


"Yah aku tau di masa itu aku mengakui bahwa aku terlalu banyak menyakiti Tara dan juga membuat hidupnya menderita, tapi itu dulu Van. Dan sekarang aku ingin

__ADS_1


Memperbaiki semuanya, sekali gus aku juga berterima kasih pada mu karena telah menolong Tara."


"cchii, setelah nasi telah menjadi bubur kamu baru menyesalinya dan ingin meminta maaf terlebih lagi kamu ingin memperbaiki


Lagi semuanya, simpan saja kehaluan mu itu Khen. Sebab kamu dan Tara bukan lah pasangan suami istri lagi''


''Tara masih istri ku Van, karena aku belum sama sekali menceraikan nya, dan apa lagi Keano dan Kayra merupakan darah dagingku akan mustahil jika aku tidak bisa membawa mereka semua untuk kembali dan ikut bersama ku jakarta."


''Tutup mulut mu Khen. Sampai kapan pun aku tidak akan pernah membiarkan hal itu terjadi! karena aku masih menyukai Tara dan aku akan berusaha membuatnya menjadi kan nya milikku.''


Tanpa di ketahui ada seorang wanita yang mengintip pertengkaran mereka dari balik Pohon yang letaknya tidak jauh dari pertengkaran itu terjadi. Rasanya batinya sangat sakit saat dia mendengar bahwa Irvan berusaha ingin menjadikan Tara sebagai Istrinya. Wanita itu adalah Gea, Gea menangis saat Irvan bersih keras mengucapkan hal itu. 'Apa yang kemarin sebuah perasaan yang Irvan ungkapkan padanya apa itu semua hanyalah kebohongan?, dan tentang Irvan yang sering membuat dirinya merasa tersipu apa itu hanyalah sebuah pelampiasan?'


''Tidak seharusnya aku percaya dengan segala ucapan manisnya yang ia berikan padaku dan juga pada akhirnya aku juga yang akan tersakiti, perasaan bodoh tidak seharusnya aku mencintai pria yang jauh di atas sempurnah dari ku. Tapi kenapa dada ku terasa nyeri." Gea berucap di dalam hati, ingin rasanya ia menangis meraung-raung untuk membuang segala rasa yang ada di hatinya.


* Makan Malam *


Sebelum di panggil untuk makan malam tidak biasanya Keano dan Kayra telah terduduk manis di kursi meja dan tersenyum bahagia.


"Ey tumben anak Mami yang tiba-tiba udah hadir ke meja makan tanpa di absen terlebih dahulu?" Tanya Tara pada Mereka.


     


"Jelas dong mi, kan kita berdua mau jadi anak penurut dari sebelum di absen kita harus hadir terlebih dahulu, lagian yah mi


Bahagianya kita tu masih lengket habis ketemu sama papi.''


Tara yang ingin tersenyum seketika menangkup langsung Mulutnya. Rupanya Karena Kheno anak-anaknya jadi seperti ini.


"Kok Mami Jadi diam. Apa mami tidak bahagia ketemu sama papi?"_Keano.


"Mi sebesar apa pun kesalahan orang lain, walau terasa berat untuk memaafkan tetapi mami harus bisa memaafkan kan tuhan aja pemaaf mi, lalu masak mami gak mau maafin papi.''_Kayra.


Mereka masih sangat polos tidak mengerti apa-apa mungkin bagi mereka ini kesalahan biasa padahal malah sebaliknya. Tara mengelus sayang kepala Kayra.


''Mami mengerti. Sekarang kita makan dulu yuk, tapi tante Gea mana yah kok gak keliatan. Mungkin di kamarnya kali yah, atau gak kalian makan dulu aja yah sementara mami  mau cari tante Gea dulu''


"oke siap mi" ucap keduanya.


Tokk…


Tokk…


Tokk...


"Ge, kamu di dalam kamar kan ayo dong buka pintunya kita makan malam dulu"


Rasanya tidak enak mengurung diri di dalam kamar semenjak pristiwa tadi siang. Apa lagi ketika Tara dengan lembut memintanya untuk makan malam. Karena tidak biasa memanggil.


Akhirnya Gea langsung membuka pintunya.


"Maaf mbak tadi aku ketiduran."


"Ketiduran. Tapi matamu sembab, apa ada masalah?, coba ceritakan ke mbak. Karena  mbak gak mau melihat kamu menyimpan masalah mu sendiri."


"Gak ada Masalah apa-apa kok mbak."


''Jangan bohong. Apa ini semua ada kaitan nya dengan Irvan?"


''I-irvan. Bagaimana bisa mbak tau?''


''Pada hari itu di saat pulang dari makan malam. Mbak melihat adegan di mana Irvan menggodamu. lagian mbak seneng kok melihat kalian menjalin hubungan. Dan mbak harap kalian juga dapat menikah."


Wajah Gea yang tadinya murung kini berubah menjadi merah muda.


"idih apaan sih mbak, aku kan sama Dokter Irvan hanya sebatas teman tidak lebih."


Tapi pemikiran Gea masih pada pristiwa tadi siang. "Coba aja kalau mbak Tara tau bahwa Irvan menyukainya dan dia hanya memainkan perasaan ku" ujar batin Gea.


"Mbak boleh aku bertanya sesuatu?"


"Tentu, tanya saja."


"hmm apa mbak mencintai sosok pria tampan yang datang kerumah tadi siang?"


Cinta? tentu dulu Tara memang bodoh karena mencintai pria yang sama sekali tidak mencintai dirinya. Jujur sampai saat ini perasaan itu masih ada.


Ia tidak tau apakah Kheno mencintai nya atau tidak. Jiwa nya boleh membenci Kheno karena telah menyakiti nya.


Tapi dari lubuk hati yang paling dalam Tara masih tidak bisa melupakan Kheno.


Tara merasa kesal mendengar pertanyaan Gea.


"Dasar anak kecil, untuk apa kamu bertanya hal itu kepada seorang wanita yang telah beranak dua." setelah mengatakan hal itu Tara pun meninggalkan Gea.


"Anak kecil. Tarik ucapan mu mbak aku sudah dewasa!''


Tara berhenti melangkah.

__ADS_1


"Berhentih berbicara ayo cepat kita makan malam sebelum Keano dan Kayra menghabiskan seluru makan malamnya."


__ADS_2