Touch Me My Docter

Touch Me My Docter
Kheno Kena Mental


__ADS_3

Siang hari ini terlihat Gea sedang duduk termenung di kursi halaman di depan tokoh Tara Cake. Entah kenapa dia sangat merindukan lelaki itu, seseorang yang saat ini sudah berhasil mencuri hatinya, ia adalah Irvan.


Semenjak hari itu Gea dan Irvan tidak lagi saling berhubungan, bukan seumpama seperti hubungan antara sepasang kekasih. Biasanya Irvan akan datang ke rumah Tara untuk mengantar atau menjemput Keano dan Kayra ke sekolah, tapi sekarang ini bahkan lebih dari tujuh hari ia tidak melihatnya, terlebih bagaimana tegasnya kata-kata Irvan yang akan menjadikan Tara sebagai miliknya.


Gea menghela nafas panjang, menyenderkan tubuhnya pada senderan kursi yang ia dudukin. Kemudian ia memejamkan matanya, mungkin dengan cara ini ia dapat melupakan lelaki itu.


Satu-persatu para murid yang ada di SD tunas marga masing-masing mendapatkan surat undangan pentas seni untuk di berikan kepada orang tua mereka masing-masing.


Keano dan Kayra menatap surat undangan pentas seni itu dengan tatapan penuh artian. Bagaimana tidak di antara mereka mempunyai tujuan yang sama untuk mengajak Mami dan papinya datang ke acara itu.


Namun ada tiga anak-anak kecil yang juga satu sekolah dengan Keano dan Kayra. Mereka terkenal cukup jahil sering kali mereka mengganggu Kayra dan juga Keano.


"Cieeee pasti kita sudah menduga, kalian hanya bisa ajak mami kalian aja!.." Kata anak satu mengejek.


Sebagai kakak tertua adalah tugasnya melindungi sang adik, terutama adiknya sering kali menangis karena sering mendapatkan kejahilan dari mereka. keano merentangkan tangannya guna melindungin adiknya..dan Kayra pun langsung sembunyi di punggung sang kakak.


"Bisa gak sih!' gak usah jahilin kita berdua lagi!" Ucap Keano berkata tegas.


Sih anak ke dua membuka suaranya kali ini ucapanya lebih meringis dari ucapan anak kesatu."Wah sudah berani yah kamu bentak-bentak kita! Udahlah kalian berdua itu akui aja, kalau kalian emang gak punya ayah!"


Kayra tidak bisa sembunyi begitu saja di punggung sang kakak, apalagi saat ia mendengan ucapan anak kedua. Hatinya tidak terima saat anak kedua mengatakan jika mereka tidak punya ayah. Kayra mendorong anak kedua hingga anak kedua terjatuh begitu saja. Gaya boleh sok preman tapinya nyatanya anak kedua jadi cengeng saat mendapatkan perilaku yang tak terduga dari anak cengeng yang sering di jahilin mereka.


"Cukup yah!' Cukup kalian bilang jika kita berdua tidak mempunyai ayah! Padahal kalian tidak tau. Jika kita juga punya ayah sama seperti kalian!" Kayra berucap dengan nada tinggi sembari tangan kirinya berkacak pinggang dan kananya ia gunakan untuk menunjuk anak-anak itu persatu.


Keano bahkan tidak menyangkah jika sang adik mempunyai bakat keberanian terpendam.


Kedua anak itu langsung membantu salah satu temannya yang jatuh tersungkur oleh ulah Kayra.


anak ketiga pun bersuara."Udah berani kamu yah, sama kita! Nih rasain serangan dari kita karena kamu udah berani sama temen kita!" Anak ketiga mengangkat tangannya untuk memukul Kayra, namun sayang tangan anak ketiga seketika berhenti ke udara. Ada sebuah tangan kekar yang mencengrama tangan mungil yang berniat memukul Kayra.


"Loh, kok berhentih sih. Ini tangan aku kenapa sih woy!" tanyanya pada kedua temannya. Setelah itu ia langsung mendongakan kepalanya.


Sih pria menatap anak ketiga dengan senyum yang mengembang. Lalu sih pria pun berbicara dengan lembut.


"Orang tua mana sih yang tega liat anak kesayangannya di perlakukan seperti tadi hmm..."


Keano dan Kayra tersenyum penuh bahagia ketika papinya datang kesekolahan mereka. Otomatis Kedua mereka berdua datang dan memeluk erat papinya.

__ADS_1


"Haaah papi......"Ucap ketiga anak itu bersamaan.


Kini Kheno mulai berbicara lagi kepada anak ketiga karena urusannya belum selesai. Kheno terduduk menyamai posisi anak ketiga.


"Hei apakah kamu tau, pria sejati tidaklah akan pernah mudah menyakiti seorang wanita, apa lagi bermain tangan seperti tadi,"


Keano langsung mengaduh. "Udahlah pi marahin ajah, karena mereka juga sering loh jahilin kita sama sering buat Kayra menangis."


"Keano...pernah gak mami bilang, kalau kita tidak boleh membalas perbuatan orang yang udah jahat sama kita.."


"Gak pernah pi... malahan mami sering bilang kalau kita membalas orang yang udah jahatin kita dengan cara yang salah maka kita akan sama jahatnya dengan mereka."


Bagus. Setidaknya Tara telah merawat kedua anak-Anaknya dengan baik serta mengajarkan mereka bagaimana cara berperilaku baik.


Katiga anak-anak jahil itu nyalinya langsung menciut mereka sadar tidak mungkin mereka melawan pria dewasa yang terlihat sangat tampan dari wajah mereka. Salah satu dari mereka memberi kode dari ketua geng itu untuk kabur, lalu kedua anak lainya mengiyakan dan mereka bertiga pun langsung kabur sebelum om tampan yang notabeg sebagai papinya Keano dan Kayra memarahinya.


''Yaaaah mereka malah kabur pii, padahal belum di apa-apain..."_Kayra


"iyaah tuh..., pengecut banget sih mereka"_Keano.


"eeh...udahlah lupakan! yang terpenting mereka gak gangguin kalian lagi. yuk mending sekarang kalian papi anterin pulang dan sekalian papi juga berniat untuk tinggal bersama kalian."


"Wuaaah yang bener yah pi! papii gak lagi bohong kan,"_Keano


"Pii,Kayra berasa seneng banget kalau papi tinggal sama kita, jadinya mami gak sendirian lagi boboknya." Ucapan Kayra cukup membuat wajah Kheno memerah, saat tau soal Tara yang selalu tidur sendirian tanpa di temanin oleh Kheno.


Lihatlah malam ini ia akan menghabiskan malam indah yang romantis bersama sang istri yang sudah lama ia rindukan.


Tara datang dari rumahnya ingin menuju toko kuenya. Namun pada saat ia ingin ke toko, ia berhentih melangkah Saat melihat Gea sedang tertidur pulas di atas kursi. Ia berniat ingin membangunkan Gea, agar menyuruh Gea tidur di kamar saja.


Sebelum Tara membangunkanya ternyata Gea sudah lebih dulu terbangun. Gea terkejut di saat melihat Tara sedang berada di sampingnya.


"Ehh embak!... Maaf mbak aku ketiduran.."


"iyaa gak apa-apa kok. Ge jika kamu lelah kamu mending tidur aja di kamar mu,"


"Gak kok, mbak aku baik-baik saja gak lelah"

__ADS_1


Tara merasa Gea sedang memikirkan sesuatu, karena bisa di lihat jika wajah gadis itu terlihat sedang murung.


"Jangan bohong Ge apakah kamu punya sebuah masalah, kalau gitu cerita dong sama Mbak jika punya masalah."


oh tuhaan bagaimana ini ia tidak mungkin cerita tentang masalahnya ke pada Tara. Masak ia, dia harus cemburu sama wanita yang sudah menganggapnya saudari.


"Aku baik-baik aja kok mbak percaya deh sama aku"


"Yaudah kalau kamu baik-baik saja itu akan lebih baik, kalau gitu mbak titip kunci rumah yah soalnya mbak mau jemput Keano sama Kayra di sekolah."


Baru saja ingin memberikan kunci rumah ke Gea dan berniat mau menjemput kedua anaknya di sekolah. Sebuah mobil mewah berwarna putih stop di depan toko kuenya.


"Mamiiii kita udah pulang..." teriak anak-anaknya setelah turun dari mobil bewarna putih itu.


Seharusnya dia saja yang menjemput kedua anaknya, ini malah dia yang menjemputnya. eh tunggu tapi kenapa lelaki itu membawa sebuah koper besar, lalu apa dia berniat.


"Mii... kita punya kabar bahagia loh,"_Kayra.


"Kabar bahagia apa Kayra?"tanya Tara penuh tanda tanya, sebenarnya kenapa pria menyebalkan senyum-Senyum sendiri.


"Mulai sekarang papiiakan tinggal bersama kita mii,''_Keano


"Apa!..."Astaga itu sih bukan kabar bahagia namanya. Maksudnya jija Kheno tinggal bersama mereka maka itu akan menjadi bencana besar bagi Tara.


Tidak punya pilihan lain, selain mengajak Kheno untuk satu kamar kembali denganya. Walau tadinya ia sempat menolak tetapi anak-anaknya yang memaksa Tara agar mau berbagi kamar dengan Kheno.


"Waah kamar mu begitu luas walau tak seluas dari kamar milikku, tapi tak apalah yang terpenting aku bahagia karena bisa satu ranjang lagi dengan mu." Kheno berkedip nakal, mungkin baginya Tara akan tergoda. Tetapi tidak, Tara hanya kesal sebari berkacak pinggang.


"Apa katamu kita akan tidur dalam satu ranjang! Chii enak saja! ingat sampai kapan pun aku gak akan mau membagi ranjang dengan mu."


"Loh kok kamu gitu sih kalau aku tidak tidur di ranjang ini, lalu aku harus tidur di Mana!''


Tara menunjuk sofa yang berukuran pas dengan tubuh panjang Kheno yang ada di samping ranjangnya.


"Kamu akan tidur di sofa! Dan aku akan tidur di ranjang besar ini."


"Loh gak bisa gitu lah, bagaimana pun aku ini suam__"

__ADS_1


"Sudah cukup jangan bicara lagi! Sebaiknya kamu terima saja apa yang sudah menjadi keputusan ku dan bila kamu tidak menerimanya yasudah gak masalah kamu bisa pergi saja dari sini! gampangkan,"


__ADS_2