
Tara begitu kesal dengan sikap Kheno, ia sedang berusaha ingin membongkar sifat buruk putri di depan Kheno namun bodohnya dirinya tidak mempunyai bukti yang cukup kuat sehingga Kheno memarahi dirinya dan membela putri.
Sambil berjalan tergesah-gesah Tara berencana akan menelpon Clarisa untuk meminta bantuan.
Matanya menunduk kesamping tas selempang nya Tara sibuk mencari handphone di dalam tas.
Akibat dari kecerobohan nya dia malah menabrak seseorang.
Bukk
"Maaf saya tid ___"
"Tara.."
Lelaki yang tidak sengaja Tara tabrak adalah irvan, sehingga dia berhenti meminta kata maaf.
"Irvan.."
"kenapa kamu berada di rumah sakit ini apa kamu sedang sakit? Ah atau mungkin kamu sedang merindukan ku?'' Irvan berucap sebari menggoda Tara sehingga membuat Tara begitu ilfeel.
"Hahaha aku rasa tebakan mu itu salah"
"Sayang sekali, padahal aku berharap kamu akan merindukan ku.'' Irvan memanyun kan bibirnya.
Tara hanya menutup mulut nya dengan kelima jari manisnya. Dia menahan tawa akibat tingkah irvan yang nampak gemas.
"apa kamu menertawakan ku?"
"tidak,.maksudku tidak salah lagi ahahaha"
"ok ok, baiklah lupakan. Oh yeah, apa kamu sudah makan siang?'' Tanya irvan.
Tara seketika melamun, dia nampak sedang memikirkan pertanyaan irvan. Mungkin ia telah selesai makan
Siang bersama Kheno namun semua nya gagal karena nenek sihir itu.
"Hei! kenapa kamu jadi melamun, apa kamu mau makan siang bersama ku?''
"Hmm Tidak aku sudah makan tadi. "
"Jangan bohong, kamu pasti belum makan aku mendengarnya sendiri perutmu keroncongan. Kamu lapar"
Irvan langsung menarik tangan Tara menuju kantin rumah sakit. Meski pun Tara sempat menolak, tapi akhirnya Tara pun luluh.
Kheno melihat seluru isi bekal dari Tara satu persatu. Semua nya adalah makanan kesukaannya.
Dia kembali merasa bersalah telah memarahi Tara tadinya. Pada akhirnya dia ingin berusaha mencari Tara untuk di ajak makan siang bersama ia yakin Tara belum jauh dari rumah sakit ini dan ia juga tau bahwa Tara belum sempat makan.
sambil menunggu makanan yang telah di pesan. Irvan berusaha mengungkap kan isi hatinya kepada Tara. Irvan yakin ini adalah hal yang pas.
Lelaki itu tiba-tiba mengenggam kedua tangan milik Tara dengan lembut, Tara serentak kaget dengan aksi yang di lakukan oleh irvan.
Dia mencoba menarik tangannya. Tapi malah genggaman itu seakan erat.
"Irvan ada apa dengan mu? bisa kah kamu lepaskan tangan ku."
__ADS_1
"Tara tolong dengarkan aku sekali ini saja. Aku ingin kamu mendengarkan apa isi hati ku untuk mu."
"Ap_apa maksud mu?"
"Dari pertama kita bertemu waktu itu, entah kenapa aku selalu membayangkan setiap wajah cantik mu, aku merasa nyaman dan tenteram saat kamu berada di dekat ku. Aku tau ini adalah sebuah perasaan yang yang tak lazim atau terlalu cepat. Tara aku sadar, bahwa aku benar-benar mencintai mu aku sungguh mencintai mu Tara. Dan aku ingin kamu menjadi milikku sepenuhnya" Irvan berucap lembut dengan kalimat begitu tulus.
Sementara Tara juga bingung harus berkata apa, dirinya bahkan sudah menikah. Apa mungkin ia berkata jujur bahwa dia sudah memiliki suami yaitu Kheno, tidak mungkin jika Irvan tidak mengenalinya.
"Tara tolong katakan, apa kamu juga mempunyai perasaan yang sama dengan ku? katakan Tara, aku mohon"
"Sebe_benarnya ak_ak_ehm_ak."
kheno juga Tiba-tiba datang lalu segera menarik tangan Tara dari genggaman Irvan.
"Rupanya kamu di sini istriku" ucap Kheno berkata hingga membuat Irvan
Belum memahamin situasi yang terjadi.
"Apa maksudmu Khen. Is_istri?"
"ia Tara adalah istri ku yang sering kali aku Cerita kan pada mu. Apa kamu ingat van?"
Irvan mengeleng tidak percaya. Mata nya menatap Tara penuh artian Irvan
Berharap semua nya tidak benar.
"Tara apa benar kalian sudah menikah?"
Dia tau begitu berat menjawab semua kebenaran itu, ia yakin setelah ia mengatakan semuanya. Pastilah irvan akan kecewa berat dengannya karena telah membohongin nya. dengan berat hati ia mengatakan semuanya, ia menangkup kan mulutnya lalu mengangguk pelan.
dunia seakan begitu hancur ketika Irvan telah mendengarkan tutur tulus kalimat yang Tara ungkapkan. Sedih rasanya melihat wanita yang begitu di cintainya telah menjadi milik orang lain hal itu lah yang di rasakan oleh Irvan.
''Kalau semuanya sudah jelas, kalau begitu aku akan segera mengajak istriku untuk makan bersama ku." Kheno dengan cepat menarik tangan Tara menuju ruangan nya serta meninggalkan Irvan yang masih terdiam diri.
*Di ruangan Kheno*
Tara sangat marah dengan sikap kheno yang di lakukanya di depan Irvan.
"Lepaskan aku! apa-apaan kamu ini tidak seharusnya kamu melakukan semua ini di depan Irvan."
"kenapa, apa aku salah. Aku melakukannya dengan benar"
"benar apanya justru hal yang kamu
Lakukan telah melukai hatinya!"
"melukai hatinya kamu bilang, Kamu itu istri ku dan aku suami mu apa aku salah melerai itu semua. Kamu juga melakukan hal yang sama saat di depan Putri serta menuduh putri yang tidak-tidak. Apa menurut mu kamu tidak melukai perasaan putri"
"Dasar bodoh pikiran mu telah teracuni penuh dengan wanita ular itu"
"Berhenti menyebut pacarku sebagai wanita ular. Karena kamu jauh lebih berbisa darinya, jika aku tidak berada di sana mungkin kamu sudah menerima Irvan sebagai pacar mu"
''kalau pun dia menyatakan cinta kepada ku, kenapa tidak. itu bagus kamu sudah punya pacar, dan apa salahnya jika aku berpacaran dengan irvan lagian dia tampan dan baik semua wanita pasti bakalan bahagia menjadi bunga di hatinya."
Kheno terbelalak sempurnah."aku bahkan jauh tidak setuju jika irvan memilih mu menjadi pacar mu, aku takut dia akan rusak bila di bersama mu."
__ADS_1
"kenapa tidak, aku cantik,dan body ku bagus, mana bisa irvan menolak pesona ku!"
"ah sudahlah, aku lapar lebih baik aku makan saja ketimbang aku harus
Beradu mulut dengan mu."
kheno melangkah menuju meja kerja nya. Ia membuka jas Dokternya lalu kemudian menarik ke atas ujung kemeja biru nya setenga tiang. Ia mendudukan bokongnya di kursi empuk kerjanya.
ketika semuanya telah selesai Tara pamit dan ingin pulang ke Apartemen. Namun Kheno malah menyuruhkan untuk jangan pulang, Kheno juga meminta Tara untuk makan bersamanya.
"Dari mana kamu tau semua masakan favorit ku?" Tanya Kheno mendadak.
"aku menelpon ibu mu, makanya aku tau. Bagaimana apakah rasanya enak''
"Aku begitu lapar tidak berpikir rasanya enak atau tidak."
"dasar kamu ini" Tara sangat begitu kesal pasalnya lelaki yang ada di depannya ini tidak perna sedikit pun memuji masakan yang ia buat.
"Apa kamu sudah makan?'' Satu pertanyaan yang begitu membuat Tara senang, Kheno memberi pertanyaan itu padanya.
"Aku sudah kenyang ketika melihat cara mu makan" jawab Tara.
''Jangan bohong coba makan ini"
Kheno mengambil kaki ayam dan berusaha menyodorkan nya langsung kemulut Tara. ''Makanlah ini sangat enak"
"tidak aku tidak suka kaki ayam kamu saja yang makan''
Tara mencoba menahan tangan kheno agar kaki ayam tersebut tidak masuk ke mulutnya. Namun alhasil Tara menghempas kaki ayam itu hingga menegenai kemeja biru Kheno.
"Oh astaga maaf aku tidak sengaja"
"Kamu mengotori kemeja ku bodoh''
''ia maaf sini aku bantu bersihkan.'' Tara mengambil 4 lembar tissu lalu mengelap kan noda yang ada di kemeja Kheno.
Tara menunduk membersihkan sisa noda tersebut di depan dada Kheno. Sedangkan Kheno merasakan aura yang berbeda ketika sesuatu menyentuh dadanya. Di tambah lagi Kheno begitu nyaman ketika mencium aroma shampo yang di pakai Tara.
"Kamu harus aku beri hukuman karena telah mengotori kemeja ku.''
"apa maksud mu?''
langsung saja kheno mengangkat tubuh Tara lalu di dudukannya di atas meja.
"A_a apa yang kamu lakukan." ucap Tara gugub.
"kamu begitu mempersona hari ini,"
Kheno berucap dengan mendekatkan tubuh mencondong di depan Tara. Kheno menatap lekat wajah cantik Tara. Wanita itu seakan bergetar di kalah Kheno mengelus pelan bibir nya.
"Cupp"
Tanpa aba-aba kheno mengecup bibir manis itu secara dalam Tara pun pasra apa yang di lakukan suami nya. Dia juga ikut membalas ciuman itu.
Sebelum melanjutkan adegan yang panjang. Kheno sejenak menghentikan aksi nya. Dia menelpon resepsionis bahwa hari ini ia tidak ada jadwal dan tidak bisa di ganggu. Kheno mengakhiri panggilannya setelah Resepsionis tersebut mengerti. Kheno langsung melanjutkan adegan Percintaan mereka.
__ADS_1