Touch Me My Docter

Touch Me My Docter
Nasib Gea Di Kampung


__ADS_3

Sudah terdapat banyak gambaran jika wanita single yang hidup di kampung akan di cap sebagai perawan tua karena belum menikah-menikah sama hal yang di rasakan oleh Gea yang terus-terusan mendengar komentar pedas dari warga di sekitarnya karena belum memiliki suami. Padahal usia nya masih 20 tahun.


Pahitnya hidup dapat ia rasakan setelah kepulanganya dari kota,ibu yang tua dan sering sakit-sakitan memintanya untuk segera pulang terlebih sebagian dari kakak kakaknya memintanya bergantian untuk menjaga ibu.


Beruntung Gea memiliki cukup banyak uang untuk mengobati ibu nya. Saat ini wanita itu membuatkan bubur untuk wanita tua yang terbaring lemah di atas ranjang.


"Bu,Ini makan buburnya yah, biar aku yang suapin yah bu."


"Ge, maaf kan ibu yah. Ibu jadi nyusahin kamu, gak seharusnya kamu pulang kesini enak kamu hidup di kota dengan begitu kamu tidak lagi mendengar ocehan warga yang membicarakan mu yang tidak-tidak."


Di kampung Gea parah wanita yang bekerja di kota akan selalu di cap mereka tidak bekerja di kantoran melainkan menjadi wanita malam. Terbukti saat gea baru pulang dari kota semua warga banyak yang ngerumpi jika Gea bawak uang banyak pasti kerja gak bener.


Gea menghelah nafas mendengar berita miring tersebut, ia memilih mengabaikannya.Dari pada membalas komentar itu pada ujungnya tidak akan terselesai kan.

__ADS_1


"sudahlah bu lupakan saja lagian aku tidak perduli dengan omongan mereka, omongan mereka itu gak mempan buat aku. Ibarat masuk kuping kiri keluar kuping kanan yaudag gitu aja."


"Ge, apa kamu menerima lamaran dari juragan Bani?"


Sejenak Gea menghentikan aktivitasnya menyuapi sang ibu, ia mengamati ibunya lebih dalam."Tidak bu. Aku lebih memilih hidup melajang seumur hidup dari pada aku harus menikah dengan juragan Bani yang sudah berkepala 5 itu, apa lagi istrinya ada 9." Amit Amit untuk itu.


"Yasudah kalau kamu gak mau ibu gak maksa. sekarang akan ibu pikir kan bagaimana caranya untuk membayar hutang kita pada juragan Bani."


"Sudahlah Ge, mbak dan mas mu itu orang susah gak apa-apa nanti ibu aja yang coba usaha cari uang."


"Menurut ibu apa kita ini gak susah, mereka punya keluarga bu kenapa malah ibu yang terepotkan,"


Uhuuk...uuhuk Ibu Gea terbatuk lagi kali ini darah segar keluar dari mulutnya.

__ADS_1


"Astaga buk, ibu batuk darah lagi. Ayo kita kerumah sakit buk."


Gea mengajak ibunya untuk ke puskesmas.Puskesmas itu adalah rumah sakit terbesar kalau di kampung.


"Tidak usah ge, ibu masih punya obat kamu tidak usah khawatir."


Gea melihat kondisi wajah ibunya yang terlihat pucat, tubuhnya menghangat."Gak buk, ibu pokoknya harus kerumah sakit sekarang."


"Percuma sakit ibu ini gak akan sembuh, jadi sudahlah ibu sudah bosan dengan obat-obatan di rumah sakit yang ujun-ujungnya ibu tidak sembuh."


Gea menghelah nafas, lalu membaringkan ibunya lagi di atas kasur kecil yang sudah lapuk."Aku janji bu jika aku ada uang banyak aku akan bawak ibu ke kota dan di rawat dengan dokter spesialis dalam."


Berbicara tentang dokter entah kenapa Gea jadi teringat dengan Irvan sosok lelaki pertama di dalam hidupnya. Gea yakin bahwa Irvan sudah memiliki kekasih sehingga lelaki tersebut tidak pernah lagi mengabari nya.

__ADS_1


__ADS_2