Touch Me My Docter

Touch Me My Docter
Ada Keajaiban


__ADS_3

Tepatnya pukul 9 malam Clarisa mengantarkan Tara sampai kerumahnya dengan mobilnya.


"Pergi ke mall 3 jam eh gak taunya kamu cuma beli pakaian bayi sama jaket aja,"


"Hehehe kan pakaiaan yang aku beli lumayan banyak Ra. Tapi Ra aku mau mampir kerumah dong, aku haus pengen numpang minum."


"Yaudah ayo, dengan senang hati."Ucap Tara yang terlebih dahulu turun dari mobil Clarisa, begitu pun Clarisa yang juga ikutan turun.


Perlahan Tara membuka pintu utama yang nampaknya tidak terkunci, saat membuka pintu ia begitu heran kenapa semua lampu di dalam ruangan ini tidak menyalah dan suasana di sekitarnya nampak begitu sepi.


"Loh, Ris kok lampunya mati sih,"Tara merasa heran ia pun bertanya-tanya pada Clarisa yang juga tidak tau menau.


Dalam kondosi gelap Tara terus berjalan untuk menyala kan lampu, Namun bunyi sebuah layaknya petasan mengagetkan Tara di ikuti dengan cahaya lampu menjadi terang kembali.


"Suprise....!!"Tanpa di duga semua orang telah berkumpul di dalam ruangan ini untuk merayakan hari ulang tahun Tara. Terutama Kheno yang saat ini tenga membawa kue ultah.


"Selamat ulang tahun sayang.."Ucap Kheno dengan mesrah.


"Jujur aku masih bingung bagaimana bisa kalian merencanakan ini semua,"


"Tara kalau saja aku tidak mengajak mu ke mall hari ini maka keluarga mu tidak akan bisa membuatkan mu kejutan seperti ini"


"Ayo mami, tiup lilinnya kita udah gak sabaran nih pengen icip kuenya."Ucap Kayra.


"Selamat ulang tahun yah menantu ibu yang paling cantik,pokoknya ibu akan doakan yang terbaik hanya untuk mu."Vania memberikan kecupan hangatnya di kening Tara.

__ADS_1


"Makasih yah Bu."


Tara mengulas senyuman di bibirnya ia terharu karena tahun ini hari ulang tahunya terasa lebih bewarna.


"Istri ku sayang, ayo sebelum tiup lilin aku ingin kau meminta sebuah permohonan. Di mulai dari sekarang yah 1 2 3"


Lilin pun padam dengan sekali tiupan semua orang pun bersorak gembira.


"Yeyy ayo mi potong kuenya, dan suapan pertama berikan pada ku yah mi"Keano meminta agar Tara memberikan suapan pertama untuk dirinya, tapi kali ini Kayra sedikit tidak terima.


"Tidak mi suapan pertama untuk aku aja!"


"Hey kayra kamu itu kedua saja kan aku di sini sebagai seorang kakak,"


Tara seketika merasa pusing sampai-sampai ia memegang kepalanya, hampir saja tubuhnya ambruk kalau clarisa yang menahanya.


"Astaga Tara, kau kenapa nak?"Tanya Vania khawatir.


"Gak tau Bu, kepala aku tiba-tiba pusing ni"


Kheno tidak diam saja, dia meletakan langsung kue ulta yang dia pegang ke atas meja di sampingnya.


"Ayo kita rebahan di atas sofa saja."


Keano dan juga Kayra garuk kepala padahal mereka sangat mengharapkan suapan pertama dari maminya tapinya nyatanya, mami tiba-tiba pusing seperti ingin pingsan.

__ADS_1


...****************...


Sebuah cake berukuran kecil dengan satu lilin kecil yang berdiri di atas cake tersebut dengan api yang menyalah.


Diam-Diam Putri mengintip dari celah pintu yang sedikit terbuka, di sana Putri dapat melihat jika mamanya sering melakukan hal itu setiap tahunnya. Tapi baru kali ini ia memberani kan untuk masuk ke dalam kamar.


"Ma,"


"Putri.."Renita segera meniup lilin di atas cake tersebut.


"Pasti mama kangen yah sama anak mama?"


"Yah, kau benar Put mama sangat kangen sama anak kandung mama dan sampai saat ini mama tidak tau ia berada di mana sekarang"


Putri mengambil sebuah foto yang tersembunyi di saku bajunya, foto ini yang waktu itu ia ambil dari mama tirinya ini.


"Ini foto anak mama, masih utuh kok ma, gak aku apa-apain."


Segera Renita mengambil foto tersebut, ia kemudian berderaian air mata lalu menciumin foto tersebut.


"Makasih yah put, soalnya ini berharga sekali buat mama kalau bukan karena foto ini maka mama tidak akan bisa menemukan anak mama lagi."


"Putri tau di mana anak mama sekarang berada,"


"Apa?"

__ADS_1


__ADS_2