
Pemandangan yang tak pernah Tara lihat sebelumnya kini pemandangan dengan nuansa indah itu hadir di depan pandangannya.
Keano dan Kayra begitu senang dan bahagia duduk bermain bermasa omma mereka.
"Omma Kayra punya barbie omma mau gak main barbie sama Kayra? Barbie nya baru lo baru kemarin di beliin sama papi."
"Oh yauda ayo kalau begitu ayo kita main",Vania begitu antusias mengajak sang cucu perempuan untuk bermain barbie.
Keano menarik tangan omma sebelum wanita paruh baya itu bermain barbie bersama sang adik."Jangan main barbie dong omma gimana kalau kita main mobil-mobilan saja."
Terlihat Kayra juga menarik tangan omma nya."Tidak kak, Kayra duluan yang ajak omma main barbie! Ayo omma kita main barbie."
Keano masih tetap ngotot ingin mengajak Omma untuk main mobil mobilan bersamanya.
"Ayolah omma nanti saja main barbienya!"
__ADS_1
Kheno turun tangan," Udah gak usah rebutan omma kan mami sama papi ada kenapa gak ajak mami sama papi aja main."
"Iya Keano harus ngalah yah, biarin dulu aja omma main barbie sama Kayra." Tara menjelaskan agar Keano mau mengerti.
"Hooh iyaa deh mi, Keano ngalah."
Vania dapat melihat ada wajah penuh rasa kecewa di bena Keano ia menghela nafas sebelum memutuskan sesuatu. "Keano gak usah sedih yah kan kita bisa main bareng nanti seandainya Barbie Kayra ingin pergi ke pasar terus barbie Kayra kan gak ada kendaraan yaudah tuh mobil mobilan Keano solusinya gimana kalian ngertikan maksud omma,"
Mendengar usul dari omma seketika wajah mereka yang tadinya murung kini menjadi cerah. "Iya omma kita mau, kok"
Saat ini Putri berada di luar kota, ia terpaksa turun tangan untuk membalaskan dendam. Akan tetapi terlebih dahulu ia menemui Rayhan di penjara. Hanya karena tak sengaja ia berurusan dengan lelaki brengsek itu ia jadi lupa apa tujuan serta rencananya. Bahkan Putri berharap itu pertemuan terakhir baginya.
"Aku kira kamu berhasil merencakan tugas," Ucap Putri pelan, yang ia yakinin tidak ada orang lain yang mendengar.
"Yah aku akui aku kalah,"
__ADS_1
"Bodoh melakukan tugas kecil seperti itu kamu tidak bisa. Kau hanya besar mulut tapi nyalimu pecundang."Putri meremehkan Rayhan sehingga membuat lelaki yang memakai baju tahan bewarna biru itu memukul meja.
Brakk!
"Kamu hanya pandai merencanakan saja! coba saja kamu sendiri yang melakukan semua itu! harusnya kamu bersyukur sebab aku tidak melibatkan mu dalam urusan hukum!"
"Lakukan saja emangnya aku takut, lihat bukti apa yang akan kamu katakan untuk menuduhku." Putri tersenyum kecut.
Beberapa polisi datang."Ada apa nih kenapa ada sebuah keributan?"
"Terimakasih pak atas waktunya, saya sangat senang ketika bertemu kembali dengan sahabat lama saya."
Putri undur diri meninggalkan Rayhan yang terlihat mengepal kedua jemarinya.
Putri memandangi rumah yang belum lama ini Tara tempatin, tapi sayangnya sang pemilik rumah telah kembali bersama masalalu nya, tentu tidak akan ia biarkan kebahagiaan berpihak pada Tara.
__ADS_1
Sia-sia ia datang ke kota ini kalau ujung-ujungnya orang yang ingin ia balaskan dendan malah sudah tidak berada di sini lagi.