Touch Me My Docter

Touch Me My Docter
Tidur Ber Empat


__ADS_3

Malam ini terlihat Tara sedang membaca sebuah buku majala tentang masakan indonesia, sampai-sampai ia mengabaikan Kheno yang juga sedang merebahkan dirinya di sofa sembari melihat Tara yang sedang fokus membaca majala.


Tara yang merasa risih di lihat secara intens oleh Kheno pada akhirnya ia membuka suara.


"Apa!" Hardik Tara to the poin.


Pria bertubuh tinggi itu pun kemudian memasang wajah memelas bak seorang anak kecil yang merengek minta di belikan coklat oleh ibu nya.


"Boleh kah aku tidur di samping mu, tubuh ku terasa sakit tidur di sofa sekecil ini. Lalu apa kamu tidak merasa kasian dengan ku"


tunggu kenapa pria yang dulu sikap nya sedingin batu es kini berubah menjadi layak nya anak kecil yang manja, sedangkan Keano dan Kayra tidak pernah seperti itu.


"Tidak. aku tidak perduli, lagian siapa suruh kamu tidur di rumah ku yang kecil ini bukan kah kamu sudah terbiasa tidur di hotel mewah"


Kheno mengubah posisinya menjadi duduk. "Lagian kan aku sudah memiliki istri jadi akan lebih baik jika aku tidur bersama istriku bukan kah begitu."


Tara menutup majalanya dan menaru nya meja kecil di samping ranjang. Tara merasa geram melihat tingkah Kheno.


"Jangan bermimpi! Lagi pula aku sudah terbiasa tidur tanpa suami beberapa tahun ini, dan kamu jangan berharap dapat tidur bersama ku mengerti."


Dam.


Kheno terdiam kalimat yang Tara ucapkan ternyata mampu membukamnya, lagi-lagi ia membahas masa lalu itu padahal Kheno sangat berusaha keras untuk memperbaiki semua nya.


"apakah kamu masih membenci ku? Cepat kata kan apa yang bisa ku perbuat agar kamu dapat memaafkan semua kesalahan ku!''


"Sudahlah aku malas membahas semua ini, aku capek dan aku mau tidur."


Tara merebahkan tubuh nya dan membelakangi Kheno. "Ingat awas saja jika sampai kamu nekat tidur di samping ku, jika sampai itu terjadi maka aku pastikan jika kamu tidak akan berada di rumah ku lagi!"


Kheno tidak bisa berkutik lagi pada akhirnya ia mengalah dengan perasaan kesal ia pun kembali merebah kan tubuh tinggi nya di sofa. 5 detik berlalu tiba-tiba malam itu terjadi hujan yang lebat dan petir yang menggelegar dan terdengar bunyi ketukan kuat dari luar pintu kamar Tara.


"Mami...!"


"Papi...! cepat buka pintu nya! kami takut Mi..Piii...


Tara dan Kheno pun langsung terbangun ketika mereka mendengar kedua anak nya mengetuk pintu kamar dari luar. Dengan cepat Kheno berlari menuju pintu.

__ADS_1


Tersaat membuka pintu, belum sempat Kheno berbicara kepada 2 bocah itu ternyata sudah berlari naik ke atas ranjang milik Tara dan bersembunyi di balik selimut.


Keano menongolkan kepalanya. mata bulatnya menatap Tara dan Kheno bergantian. "Mi, Pi maaf yah kita berdua ganggu, soal nya aku sama Kayra takut sama petir jadi kita takut tidur sendirian pengen nya tidur sama Papi sama Mami aja."


Kayra langsung memeluk Tara. "Ia mi lagi pula kita jarang-jarang kok tidur bareng mami."


"Yaampun sayang kenapa harus meminta maaf malah mami seneng kok jika kalian mau tidur bareng mami." Ucap Tara lembut sembari mengecup Kepala Kayra.


"Yaudah sekarang kalian tidur yah besok harus sekolah."Ucap Kheno yang masih berdiri di depan pintu.


"Siap pi, tapi Keano boleh kan tidur sambil peluk papi soalnya papi belum pernah tidur sambil peluk aku."


mendengar pertanyaan itu sekilas Kheno melirikan mata ke mata Tara, tetapi mata itu terlihat mengabai kan nya jika ia tidur sembari memeluk Keano otomatis ia akan satu ranjang dengan Tara.


"Iya jagoan papi tersayang itu pasti, ayo kalau begitu kita lest go tidur."


Kheno tidur di pojok kanan dan Tara tidur di pojok Kiri dan di tenga mereka ada Keano dan juga Kayra.


Diam-diam Tara memalingkan mata nya menatap mata Kheno dengan perasaan kesal. Mulut Tara berkomat-kamit tidak jelas tanpa mengeluarkan suara. Melalui kode itu Kheno paham jika jika istri cantik nya itu sedang kesal, maka dari itu ia Kheno membalas perlakuan Tara dengan kedipan sebelah mata dan memberikan kiss dari jarak jauh, emmuach.


Pada akhirnya permainan kode-kode an berakhir dan di akhiri oleh Tara sendiri yang lebih memilih untuk tidur sembari memeluk hangat tubuh Kayra.


"Aww..." Pekik Tara kesakitan.


Darah segar dan deras mengalir dengan mudah nya di jari manis itu, saat itu juga Kheno melihat pristiwa itu pun langsung beralih memberikan pertolongan kecil. Ia seketika meraih jari manis yang berdarah ke dalam mulut nya, di hisapnya darah yang berani mengotori jari manis istrinya dengan perasaan lembut. Awal nya Tara menolak, namun entah kenapa ia berhasil terhipnotis dengan perlakuan Kheno terhadapnya.


Aliran darah itu sudah berhenti dengan bantuan Kheno. "Lain kali kalau mau iris bawang harus pakek mata, bukanya mata di gunain untuk melihat. Kok jadi lalai sih nyampe jari nya bisa teriris gini!"


Tara terlalu terhanyut dalam perlakuan Kheno, dan kesadarannya kembali pulih ketika ia mendengar Kheno mengomelinnya. Ia menarik jari nya yang saat ini masih di genggaman Kheno.


"Gimana sih kamu, di mana-mana iris bawang pakek pisau masak pakek mata! sakit yah kamu"


Kheno melipat kedua tangannya merasa heran dengan perilaku Tara terhadapnya.


"Udah di tolongin bukan nya bilang makasih terus malah ngomel-ngomel gak jelas gini gimana sih kamu"


"Aduuh yang suruh kamu bantui aku siapa bapak Dokter Kheno yang terhormat! Gak ada kan."

__ADS_1


"ah bawel yah kamu, aku cium baru tau rasa"


"Cium-cium mata mu! Enak aja udah sana pergi jangan ganggu aku masak!"


"aku gak yakin kamu bisa ngiris bawang lagi dengan kondisi tangan kamu yang masih sakit kayak gini. Udah sini biar aku aja yang masak"


Kheno beralih meraih pisau yang ada di hadapan Tara.


Tara hanya bisa pasra. Bahkan tubuh kecil nya ikut tergeser oleh tangan kekar Kheno yang menyuruhnya untuk menjauh.


''Khen... jangan ngelamain waktu kenapa sih. Aku tu pengen cepetan masak, kerjaan aku tu banyak loh, apa lagi aku sendiri ngerjai nya tanpa Gea yang saat kemarin pulang kampung."


"Yaudah mending kamu kerjain aja kerjaan yang lain dulu, biar urusan masak serahin ke aku. Kamu pikir aku gak bisa masak apa?"


"hmm awas yah kalau masakannya gak enak atau gosong jangan salahin aku kalau kamu aku usir dari rumah aku." Ucap Tara mengancam.


"Oke, jika masakan aku enak maka dari itu kamu harus rela aku cium,"


"Dih jangan ngimpi" Ucap Tara yang berlalu meninggal kan Kheno yang sedang praktek masak di dapurnya.


20 Menit kemudian.


"Supriseee..,nasi goreng ala papi Kheno sudah selesai dan siap di santap."


"Wah ini nasi goreng buatan papi harum banget yah, uwuuu pasti enak nih di makan'' seruh Kayra yang tak ada henti nya menatap semangkuk nasi goreng buatan papi nya dengan sumringah.


"Yaudah pi buruan kita makan, perut Keano udah gak sabar nih pengen cicip masakan nasi goreng buat papi."


"yaudah sini piring nya,"


Satu centong nasi goreng sudah beralih ke mangkuk 1 persatu kedua anak nya, kecuali Tara. Tara memilih mengambil nasi goreng buatan Kheno sendiri.


Apa yang terjadi ternyata nasi goreng buatan Kheno sukses mendapatkan pujian besar dari Kayra dan juga Keano.


"Waaah nasi goreng buatan papi kok jauh lebih enak nya dari buatan mami." Kayra.


"Iya Pi, selain jadi dokter emang Papi juga kerja jadi chef yah pi, nasi goreng buatan papi rasanya eunaak banget. keano rasa nasi goreng buatan mami kalah enak dari buatan papi."

__ADS_1


Seketika Tara melempem, duh siap-siap nih ia mendapatkan ciuman hangat dari Kheno apa lagi lelaki itu ada jadwal libur kerja hari ini. Tara menatap mata Kheno lagi yang bahkan di mata itu penuh dengan kemenangan yang dapat mematikan bagi nya.


__ADS_2